Nona Galak & Tuan Posesif

Nona Galak & Tuan Posesif
Bab 19 Pertengkaran Farasya & Ezekiel


__ADS_3

Hari berikutnya, Fafa mengajak Ezekiel bertemu di taman. Ezekiel begitu penasaran dengan apa yang ingin di ucapkan Fafa.


"Sebenarnya apa yang ingin kamu sampaikan Fa? " tanya Ezekiel.


Fafa menoleh, raut wajah gadis itu berubah datar. Tangan gadis itu tampak terkepal kuat, berusaha menahan tangisannya.


"Kenapa papi kamu jahat Eze. " geram Fafa dengan raut kecewanya.


"Maksud kamu apa? "


"Orang tua kamu telah menabrak mami aku Eze. " pekik Fafa dengan emosi meledak ledak. Ezekiel tentu saja terkejut dengan pernyataan Fafa barusan. Pria itu lantas tak begitu percaya dengan apa yang di sampaikan Fafa padanya.


Keduanya sama sama emosi, Ezekiel menganggap Fafa mengarang ceritanya.


Plak


Fafa yang geram melayangkan tamparannya ke pipi Ezekiel. Dia tak menyangka jika Eze bisa berpikir licik seperti itu padanya. Tampak jelas kedua mata gadis itu terlihat kecewa pada Ezekiel.


"Kenapa orang tua kamu begitu tega Eze, apa mami aku punya salah hingga berbuat kejam seperti ini. " gumam Fafa lirih. Fafa lantas bangkit, dia melangkah gontai meninggalkan Ezekiel sendirian di taman.


Ezekiel menatap kepergian Fafa dengan tatapan tajam nya. pria itu lantas masuk ke mobil dan pergi dari sana dengan kecepatan sedang.


Fafa sendiri menangis sesegukan, dia berusaha menekan rasa sesak dalam dadanya. Dia segera memesan taksi, tak lama taksi datang dan gadis itu langsung masuk ke dalam.


Skip


Di Apartemen Fafa langsung menuju ke kamarnya. Cklek gadis itu mengunci pintu kamarnya kemudian berbaring di atas ranjangnya. Dia sangat kecewa dengan orang tua Ezekiel yang kejam. Selama ini memang tante Sofia tak suka dengan kehadiran dirinya.


Fafa langsung mengambil ponselnya kemudian mengirim pesan pada Ezekiel. Dia memutuskan hubungan mereka melalui chat.


"Kenapa ini harus terjadi padaku. " gumam Fafa dengan lirih. Suara isakan tangis Fafa membuat siapapun yang mendengarnya pasti akan merasa iba.


Beberapa menit berlalu Fafa mulai tenang. Gadis itu lantas bangkit dan melesat ke kamar mandi. Dia tampak segar setelah berendam di dalam jakuzzi.


Kini selesai berpakaian Fafa tengah asyik mengusir rambutnya.

__ADS_1


tok


tok


"Nona, di luar ada tuan Julian. " ujar pelayan.


Fafa segera menaruh sisirnya kemudian ke luar dan menuruni tangga. Dia langsung pergi ke ruang tengah menemui Julian.


Sementara di kediaman Hermawan terjadi pertengkaran hebat antara Ezekiel dan orang tuanya. Pria itu tampak kecewa setelah mendengar sendiri pengakuan sang mama atas apa yang terjadi.


Ezekiel tentu saja merasa bersalah pada Fafa, dia memilih pergi dari pada lepas kendali. Di luar, dia berusaha menghubungi nomor Fafa namun ternyata tak bisa di hubungi. Pria itu membuka pesan yang belum dia baca.


from Fafa


Aku mau kita putus. Rasanya tak sanggup menjalin kasih dengan anak dari orang yang menabrak mami.


Deg


Ezekiel tentu saja membulatkan mata mendengar pengakuan Fafa. Dia meng umpat pelan, masuk ke dalam mobilnya dan melesat kencang menuju apartemen Fafa.


Ezekiel lekas turun dari mobil dan bergegas menemui sang kekasih. Setelah memasukkan kode, pria itu masuk ke dalam. Kedatangan Ezekiel bertepatan dengan Julian yang baru beberapa menit lalu pergi.


"Aku minta maaf sama kamu Fa. " ucap Ezekiel tanpa basa basi. Fafa terdiam, gadis itu pasrah saat Ezekiel menariknya untuk duduk.


Fafa menepis tangan Ezekiel yang menggenggam tangannya. Raut wajah gadis itu tampak datar, terlihat jelas jika dia masih kecewa.


"Kita putus saja Ezekiel, pihak keluarga kita tak setuju dengan hubungan kita apalagi mama kamu. " cetusnya lirih.


"Enggak. Aku enggak mau putus sama kamu Fa. " tegas Ezekiel. Pria itu langsung membawa gadisnya ke dalam pelukan. Dia abaikan gadisnya yang tampak memberontak. Tangisan yang di tahan Fafa akhirnya pecah. Gadis itu menangis dalam pelukan sang kekasih.


Keduanya sama sama tersiksa, apalagi orang tua mereka saling bermusuhan satu sama lain. Ezekiel meregangkan pelukannya, menatap wajah cantik sang kekasih.


"Aku mencintaimu Fa. " kecup Ezekiel di bibir manis Fafa yang di balas gadis itu.


Pria tampan itu mengakhiri ciumannya kemudian menghapus air maya sang pujaan hati. Fafa menyandarkan kepalanya di tubuh sang kekasih hati. Ezekiel mendekapnya dengan posesif, dia sangat takut kehilangan gadis yang dia cintai ini.

__ADS_1


Keheningan kini melanda keduanya. Masing masing dari mereka tengah mencari jalan ke luar dari permasalahan yang mereka hadapi saat ini. Ezekiel menggenggam tangan Fafa kemudian mengecupnya berulang kali.


"Apa yang harus kita lakukan sekarang Eze? " tanya Fafa dengan mata berkaca kaca. Ezekiel menghela nafas panjang, dia pun sama bingungnya dengan Fafa.


Fafa hanya bisa berharap akan ada jalan ke luar dari masalah ini. Sejujurnya dia tak mau putus dari Ezekiel, pria yang dia cintai. Dering ponsel milik Ezekiel menyita perhatian mereka.


Pria itu langsung mengeluarkan ponselnya. Dia berdecak pelan, memilih menekan tombol merah kemudian menyimpannya kembali ke saku celana.


Fafa sendiri memijit kepalanya yang terasa pusing. Dia benar benar tak sanggup menghadapi masalah keluarganya yang begitu rumit. Dia menjauhkan wajahnya, menatap lekat wajah Ezekiel.


"Sepertinya tak ada pilihan lain Eze, kita memang harus putus. Kita tak mungkin mengorbankan keluarga kita hanya karena ego demi cinta. " gumam Fafa lirih.


"Sekali kali kita harus egois Fa, mereka memiliki masalah di masalalu mereka namun kita yang terkena imbasnya. "


"Rasanya ini sangat tidak adil. " pungkas Ezekiel.


Fafa mengatupkan bibirnya, dia menjatuhkan dirinya di sofa. Dia telah kehilangan kata kata, rasanya malas jika harus kembali berdebat dengan Ezekiel.


Gadis itu juga mengungkapkan bila maminya menginginkan dirinya menjalin hubungan dengan Julian. Hal itu tentu saja membuat Ezekiel tampak semakin frustrasi. Terdengar suara umpatan ke luar dari bibir Pria tampan itu. Fafa mengusap lengan sang kekasih dan berusaha menenangkannya.


Setelah beberapa saat berlalu Ezekiel telah membuat keputusan. Pria itu menatap sendu gadis pujaan nya itu.


"Baiklah mulai sekarang kita putus. " ungkap Ezekiel.


Fafa memaksakan senyumnya, hatinya sangat sakit kala hubungannya dengan Ezekiel hanya sebatas sampai di sini. Ezekiel mencium kening gadisnya kemudian menjauhkan wajahnya.


"Sekali lagi aku minta maaf atas nama kedua orang tuaku. Aku sangat tahu, kesalahan mereka begitu fatal. " ucap Ezekiel dengan sungguh sungguh.


"Jaga dirimu Fa, aku pulang dulu. " sahut Ezekiel. Pria itu lekas bangkit, berjalan ke luar dari apartemen sang mantan.


Setelah kepergian Ezekiel, tangis Fafa kembali pecah. Hatinya begitu hancur mengingat hubungan mereka berkahir karena terpaksa demi kebaikan keluarga mereka. Fafa lekas bangkit dan berlari menuju ke kamarnya.


Dia berteriak di dalam kamar, melampiaskan kesakitan yang dia rasakan saat ini. Fafa memukul dadanya yang terasa sesak, rasanya hidupnya akan kembali kelabu setelah ini.


"Tuhan, rasanya ini sangat sakit. " ucap Fafa sambil terisak.

__ADS_1


__ADS_2