
Tepat pukul enam sore seorang wanita datang ke mansion keluarga Ganeswara. River berdecak pelan melihat wanita di hadapannya saat ini.
"Untuk apa kau datang ke sini, kau mau mempengaruhi orang tuaku untuk membujuk ku Lani? " ketus River dengan tatapan tajamnya.
Lani menelan salivanya mendengar nada bicara ketus mantan kekasihnya itu. Wanita itu menghampiri River, memohon pada River agar mau membantunya.
"Jangan menyentuhku sembarangan si4lan. " umpat River dengan nada kasarnya.
River mencekal nya, segera menarik Lani ke luar lalu mendorongnya. Pria itu berbalik dan melangkah masuk ke dalam, dia mengabaikan suara gedoran pintu.
Pria tampan itu kini pergi ke meja makan. Suasana tampak sepi seperti biasanya. Kehadiran Lani hanya membuat moodnya langsung down.
Setelah beberapa menit, River beranjak dari meja makan dan pergi ke kamarnya langsung.
Skip
Di dalam kamarnya, River meraih ponsel yang tergeletak di atas meja. Dia lekas menghubungi sang mommy tercinta.
"Untuk apa mami menyuruh Lani datang? "
"Nak, Mami hanya? - "
"Aku enggak mau dengar alasan apapun dari mami. Harusnya mami tak mudah di bodohi lagi seperti dulu saat mami di bodohi oleh Papi. " tegas River dengan nada sinisnya.
__ADS_1
Tut
River menghela nafas panjang, menaruh ponselnya di atas meja. Pria tampan itu segera naik ke atas ranjang dan berbaring di sana.
Hari Berikutnya
Pagi harinya River telah rapi dengan pakaian kerjanya. Dia lekas turun ke bawah, hanya diam setelah mengetahui kedua orang tuanya kembali. Suasana tampak beku, tak ada kehangatan di dalamnya.
"Pagi nak. " sapa Mami pada putranya.
"Hm. " jawabnya singkat. River lekas menarik kursi kemudian duduk di sana.
Mami Salsa menghela nafas panjang melihat sikap dingin putranya. Sementara papi sendiri memperhatikan sang anak dalam diam. Ketiganya sarapan bersama dalam suasana hening.
"Kemarin papi dan mami menjenguk Felicia, adik kamu karena ada masalah sedikit di sana. " ujar Papi membuka percakapan.
"River! " tegur Mami.
River menoleh kearah wanita yang melahirkan dirinya ke dunia.
"Mami juga, begitu bodoh hingga di manfaatkan Papi. Harusnya Mami menceraikan pria tak tahu diri tukang selingkuh itu. "
"Come on Papi, harusnya Papi menyingkirkan anak pelakor itu dari sini dan aku tak akan membiarkan dia kembali ke negara ini. " tegas River yang membuat kedua orang tuanya terkejut.
__ADS_1
Pria itu lantas bangkit, mencium kening sang mami kemudian pergi begitu saja. Mami Salsa begitu tersentil dengan pernyataan sang anak barusan. Papi langsung mengenggam tangan sang istri namun Mami menepis nya.
"River benar, aku begitu bodoh dan dungu hingga mudah memaafkan pria seperti kamu Papi. " ujar Mami pada suaminya.
Wanita paruh baya itu menghela nafas panjang. Dia meraih ponselnya kemudian menghubungi sang pengacara.
"Mami." pekik Tuan Dimas.
Mami Salsa pun akhirnya menyerah setelah belasan tahun bertahan dalam rumah tangganya yang tak lagi sehat. Wanita itu memanggil pelayan untuk membereskan meja makan. Diapun pergi ke ruang tamu di susul Tuan Dimas sendiri.
Di ruang tamu terjadi perdebatan di antara suami istri tersebut. Selama ini Mami Salsa telah menyia nyiakan hidupnya hanya demi bertahan pada pria yang telah menyakiti hatinya.
"Sepertinya sampai di sini saja pernikahan kita. Sudah sejak awal pernikahan ini tak sehat, selama ini aku mengalah hanya demi River putra kita. " ucap Mami Salsa.
"Papi enggak mau bercerai dari mami. " tolak Papi.
"Mengertilah Pi, apa pengorbanan aku selama ini masih kurang. Jika seandainya mendiang Dira masih hidup, kau pasti akan berpaling pada istri keduamu itu. " sindir Mami.
Papi Dimas terdiam. Dia kehilangan kata katanya. Mami Salsa sendiri menghempaskan tubuhnya di sofa. Dia berusaha mengontrol dirinya agar tak stress mengingat dirinya memiliki riwayat darah tinggi.
"dan satu hal lagi, anakku hanya satu yaitu River. " pungkasnya. Papi Dimas berusaha membujuk sang istri untuk mengurungkan niatnya namun Mami Salsa tetap kekeh dengan keputusannya sendiri.
Merasa tak ada yang di bicarakan, Mami Salsa bangkit dan pergi meninggalkan suaminya sendirian di ruang tamu.
__ADS_1
Papi Dimas sendiri hanya bisa menyesali perbuatan dirinya di masa lalu. Dia sangat merasa bersalah telah menyakiti Mami Salsa selama belasan tahun. Papi Dimas saat ini hanya bisa pasrah dengan keputusan sang istri yang ingin mengakhiri pernikahan mereka.