
Hari yang di tunggu tunggu telah tiba. Kini mereka akan melakukan pemberkatan di gereja yang berlangsung kidmat.
"Di Hadapan Tuhan, imam, para saksi, dan hadirin, saya Elton Grey menyatakan dengan tulis ikhlas bahwa Terry Jelita yang hadir di sini, mulai sekarang menjadi istri saya. Saya berjanji setia kepadanya dalam untung dan malang, dan saya mau mencintai dan menghormatinya seumur hidup. " ujar Elton dengan lantang.
"Saya Terry Jelita menerima engkau Elton Grey sebagai suami saya dalam keadaan apapun. " jawab Terry.
"Mulai sekarang kalian resmi menjadi suami istri. "
"Silakan lihat pasangan anda dan anda bisa menciumnya tuan! "
Elton menyematkan cincin ke jari istrinya begitu sebalik nya. Setelah itu membuka veil sang istri dan langsung menciumnya di hadapan para tamu. Suara sorakan dan tepuk tangan memeriahkan pesta.
Elton mengakhiri ciumannya. Terry sendiri matanya tampak berkaca kaca.
"El seandainya mama dan papa masih ada, aku pasti akan semakin bahagia! "
"Sst sayang ini hari bahagia kita, kau jangan bersedih oke. " tegur Elton pada istrinya.
Elton menariknya ke dalam dekapan hangatnya. Keluarga Brighton datang mendekat, mereka memberikan selamat untuk keduanya. Pernikahan ini di adakan secara privat.
Sore harinya pesta berlanjut di mansion milik Elton. Keduanya telah berganti pakaian dengan warna merah. Terry memperhatikan setiap tamu yang hadir dalam pesta. Wanita itu terkejut melihat sosok oma Imelda, ibu kandung dari papa sambungnya mendiang Marco.
Wanita paruh baya itu datang menghampiri nya. Suasana kini tampak hening berkat kehadiran oma Imelda.
Terry melepaskan diri dari pelukan sang suami. Wanita itu berusaha tetap tenang melihat kehadiran sang oma.
"Aku tahu kalau oma masih membenciku sampai sekarang. Terry hanya minta oma untuk tak membuat kegaduhan di sini. " ucap Terry penuh harap.
Oma Imelda langsung menarik sang cucu ke dalam pelukannya. Wanita paruh baya yang sudah lanjut usia itu meminta maaf pada Terry. Terry sendiri terkejut begitu juga dengan yang lainnya.
"Maafin oma, sayang. Oma begitu jahat sama kamu dan mendiang ibu kamu. " sesal Oma Imelda.
__ADS_1
"Aku juga minta maaf sama oma. Terry kangen sama papa dan
mama. " Wanita itu menangis dalam pelukan sang oma.
Oma Imelda ikut menangis mendengar sang cucu menangis. Beberapa menit berlalu dia melepaskan pelukannya, menghapus air mata sang cucu.
Oma Imelda memberikan nasehatnya untuk Terry. Terry tersenyum lebar, mendapati sang oma memaafkan dirinya dan mendiang sang mama. Wanita itu mengajak sang oma duduk di kursi yang ada di sudut ruangan di susul yang lainnya.
Selain itu oma juga meminta maaf pada keluarga Brighton. Nyonya Zarina memaafkan oma dari keponakannya itu.
"Oma selama ini menjaga kesehatan oma 'kan? " tanya Terry.
"Iya sayang, oma selalu menjaga kesehatan oma setelah bangkit dari keterpurukan. " sahut oma sambil tersenyum.
Terry merasa lega mendengarnya. keduanya banyak mengobrol dari hati ke hati. Nyonya Zarina tentu saja senang melihat perubahan sikap oma Imelda terhadap Terry.
Pengantin baru itu beranjak, dia menemui sang suami. Terry membiarkan sang oma mengobrol dengan paman dan bibi nya. Elton lekas merengkuh tubuh istrinya, dia mengenalkan Terry pada koleganya.
Elton sendiri membantu istrinya melepaskan gaunnya. Keduanya sama sama tak sabar menikmati malam pengantin mereka.
cup
Pria tampan itu mendorong istrinya ke ranjang dan memulai pertempuran panas malam ini. Elton akan menggempur istrinya sampai menjelang pagi.
Skip
Sinar matahari membiaskan cahaya nya yang terang. Tidur lelap pasangan pengantin baru itu terusik dengan silau cahaya matahari pagi.
umh
__ADS_1
Terry membuka kedua matanya. Hal pertama yang dia lihat adalah wajah Elton, suaminya. Bibirnya tersenyum membentuk senyuman samar.
Cup wanita itu memberanikan diri mencium sang suami. Elton turut membuka matanya, menatap lekat wajah cantik sang istri.
"Morning Wifey! "
"Morning too hubby. " balas Terry dengan senyuman lebarnya.
Elton kembali menciumnya, menarik tubuh polos istrinya bersandar di tubuh kekarnya. Tangan nakal pria itu berada di dalam selimut, tengah menjalar ke mana mana. Terry membiarkannya, wanita itu menikmati sentuhan sang suami.
"I love you. " bisik Elton di telinga sang istri.
"Me too. " balasnya singkat. Terry semakin mengeratkan pelukannya. Elton menyibak selimutnya, mengulang kegiatan semalam pagi ini.
usai berolahraga, keduanya segera turun dari ranjang dan ke kamar mandi.
Satu jam berlalu selesai berpakaian, Elton membantu istrinya beres beres. Keduanya ke luar dari kamar dan turun ke bawah. Suasana tampak sepi, Elton dan istrinya sarapan berdua saja.
"Sepertinya kita terlambat sarapan hubby. " ungkap Terry dengan rona merah di pipinya.
"Its okey sayang, mereka semua pasti mengerti. " sahut Elton sambil tersenyum.
Usai sarapan mereka memutuskan bersantai di ruang tamu. Elton menunjukkan beberapa negara yang akan di jadikan destinasi honeymoon mereka nanti.
"Lalu bagaimana dengan perusahaan kamu hubby, apa sebaiknya kau selesaikan dulu pekerjaanmu di kantor baru setelah itu pergi honeymoon. " ucap Terry memberikan pendapatnya pada sang suami.
Elton mengulas senyumnya, tangannya mengenggam erat tangan sang istri.
"Biar Jeffry yang mengurus perusahaan, menggantikan aku sementara. "
Terry tak setuju, dia meminta sang suami menyelesaikan pekerjaan di kantor lebih dulu. Elton menghela nafas panjang, dia mengikuti perintah sang istri.
__ADS_1
Sambil nunggu, baca juga karya teman othor di bawah ini ya