
Di sisi lain, seorang wanita tampak patah hati dan kecewa. Dia adalah Meisya, wanita yang mencintai Elton. Meisya marah setelah tahu jika Elton menerima Terry begitu saja.
"Aku tak akan tinggal diam begitu saja. " geram Meisya. Wanita itu meraih ponselnya kemudian menghubungi seseorang.
Usai menghubungi seseorang, Meisya menaruh ponselnya kembali ke atas meja. Dia tak terima dengan apa yang di katakan Elton pada nya.
"Kenapa justru kamu harus menerima wanita asing itu dalam hidup kamu Elton. Apa kamu tak bisa, mencoba mencintai aku sedikit saja sama seperti aku mencintaimu. " gumam Meisya penuh harap.
Wanita itu menangis tersedu sedu. Saat ini dia sangat marah dan kecewa dengan keputusan Elton. Harusnya dirinya yang pantas menjadi istri dari Elton Grey.
Siang itu Meisya tampak uring uringan di apartemennya. Dia meraih ponselnya, kemudian mengirim pesan pada Elton lalu mengajaknya bertemu.
Setelah tenang, Meisya lekas bersiap siap. Dia mengambil tas dan kunci mobilnya. Wanita itu ke luar dari apartemennya.
Brum
Meisya melajukan roda empatnya dengan kencang menuju ke Kafe. Tiba di sana dia lekas turun dari mobil dan masuk ke dalam Kafe. Wanita itu duduk di salah satu kursi yang kosong.
"Aku harap kau datang ke sini El. " ucap Meisya pelan.
Beberapa menit berlalu Elton datang. Pria itu lekas duduk berhadapan dengan Meisya. Meisya berniat mengenggam tangan Elton namun pria itu menghindar. Wanita cantik itu tersenyum kecut melihat sikap pria yang dia cintai.
"Apa perkataanku tadi pagi belum jelas Mei? " tanya Elton dengan wajah dinginnya.
__ADS_1
"Aku sangat mencintaimu Elton, dari dulu hingga sekarang. Apa di hati kamu sedikitpun tak tertulis
namaku? " Meisya menatap sendu kearah Elton.
Elton menghela nafas panjang. Pria itu berusaha memberi pengertian pada Meisya dengan sabar.
"Aku hanya menganggapmu teman. Sejak awal aku sudah bilang untuk tak menaruh harapan besar padaku Meisya. " ungkap Elton.
Cairan bening itu kembali membasahi kedua pipi Meisya. Dia tentu saja sangat sakit hati akan penolakan Elton pada pernyataan cintanya.
Elton sendiri menghela nafas panjang melihat Meisya kembali menangis. Pria itu hanya diam saja tanpa melakukan apapun.
"Satu hal lagi, maaf aku tak bisa memberikanmu pelukan dan cinta memang tak bisa di paksakan Mei! " tegas Elton.
Setelah selesai bicara Elton lekas beranjak dan ke luar dari Kafe. Pria itu segera masuk ke dalam mobilnya. Terry memberikan pelukan untuk calon suaminya. Terry melepaskan pelukan nya. Elton melajukan roda empat nya dengan kecepatan sedang.
Keduanya memutuskan jalan jalan guna menenangkan diri. Elton mengajak calon istrinya pergi ke danau. Turun dari mobil, keduanya lekas ke luar dan berjalan kearah danau.
Mereka berdua duduk di bawah pohon. Elton merengkuh pinggang wanitanya dengan posesif.
"Apa kau menyesal El? "
"Tidak ada sayang, lagipula sejak awal aku telah memilih kamu. " jawabnya dengan tegas. Pria itu mendekatkan wajahnya, menciumi bibir manis wanitanya.
__ADS_1
Terry naik ke pangkuan sang kekasih, membalas ciuman Elton. Tak lama Elton mengakhiri ciuman mereka berdua. Terry mengusap lembut wajah tampan calon suaminya.
Elton sendiri menyibak rambut Terry, membenamkan ciuman di leher mulus kekasihnya. Selang beberapa menit pria itu menjauhkan wajahnya. Dia kembali menatap penuh cinta calon istri.
"El apapun yang terjadi setelah kita menikah nanti, jangan tinggalkan aku. " ucap Terry penuh harap.
"Ya aku berjanji sayang. " balasnya sambil tersenyum tipis.
Keduanya kembali berpelukan dengan mesra. Menikmati suasana sejuk di sekitar danau. Terry memperhatikan sekitarnya yang banyak pasangan yang tengah berduaan sama seperti dirinya dan Elton.
keduanya lekas beranjak dari sana dan kembali ke mobil.
Brum
Elton memutuskan membawa pulang sang kekasih hati. Dia benar benar menghabiskan waktu dengan Terry sebaik mungkin. Terry sendiri saat ini tengah berkirim pesan dengan Ravella, kakaknya.
Usai mengirim chat, Terry menarik kembali ponselnya dalam tas.
Berbeda dengan Terry dan Elton yang tampak bahagia. Meisya kini tengah mengamuk di apartemen. Dia belum bisa terima dengan kenyataan yang ada. Meisya merasa Terry tak pantas untuk Elton, untuk sebab itu dia mencari informasi mengenai Terry.
"Aku yakin dia memiliki masa lalu kelam. " gumam Meisya penuh tekad. Meisya tak akan membiarkan Terry bahagia bersama pria yang dia cintai.
"Elton hanya milikku sampai kapanpun! "
__ADS_1