
Di sisi lain Saskia dan kedua orang tuanya tinggal di kontrakan. Perusahaan mereka saat ini telah bangkrut. Setiap hari mereka sering kali bertengkar, saling menyalahkan satu sama lainnya.
"Ini semua karena kak Vella. " gerutu Saskia kesal.
"Saskia, cepat beli makanan di luar. " teriak mommy Agista pada putrinya. Saskia mendengus pelan, dia lekas bangkit dan kembali ke dalam rumah.
Beberapa saat berlalu Saskia baru ke luar dan meninggalkan rumah kontrakannya. Sepanjang perjalanan gadis itu terus menerus mengeluh. Dia pergi ke warung terdekat, mengingat dirinya tak memiliki uang banyak untuk pergi ke Restauran.
cr pinterest
Setelah membeli makanan, Saskia lekas pulang ke rumahnya. Dia menyerahkan makanan pada sang mommy. Lalu duduk di sofa, menjatuhkan dirinya di sana.
"Kenapa cuma makanan seperti ini yang kamu beli Kia? " protes Mommy Agista pada sang anak.
"Uang yang mami berikan tak
cukup. " sahut Saskia dengan raut kesalnya.
Mami Agista terpaksa menyantap makanan yang di beli sang anak bersama suaminya. Usai malam, fokusnya kembali pada anak keduanya tersebut.
"Kia, sebaiknya pikirkan cara agar perusahaan papi kamu kembali
jaya. " cetus Mami.
Saskia berdecak pelan, tak menanggapi pernyataan sang mami barusan. Diapun bangkit, lalu pergi ke kamarnya. Saskia lekas menghubungi temannya untuk di carikan sugar daddy.
"Nanti malam aku jemput ya, kita ke club bareng. " ujar Merry.
"Oke."
__ADS_1
Tut
Saskia menaruh ponselnya di atas meja. Dia menatap sekeliling kamarnya yang tampak minimalis. Gadis itu terbiasa dengan kehidupan kemewahan yang di berikan orang tuanya.
Tepat pukul tujuh malam, Saskia ke luar dari rumah. Gadis itu masuk ke mobil milik Merry. Sepanjang perjalanan keduanya tampak banyak bicara.
Skip
Di club
Merry dan Saskia turun dari mobil kemudian bergegas masuk ke dalam club. Keduanya menemui pria yang ada di ruangan VIP. Saskia menatap pria dewasa di depannya dengan tatapan penuh kekaguman.
"Hai kenalkan aku Saskia Olive. " sapa Saskia tanpa basa basi.
"Jendra Sagara. " jawab pria itu dengan senyuman menawannya. Merry memilih ke luar, membiarkan Saskia mengobrol dengan Jendra.
"Aku sangat suka dengan gadis agresif sepertimu. " bisik Jendra sambil mencium telinga Saskia.
"Oh ya. " Saskia menoleh, menatap lekat wajah tampan pria di depannya saat ini. Gadis itu memberanikan diri mencium Jendra lebih dulu yang di balas Jendra.
Jendra mengakhiri ciuman mereka. Keduanya lekas kembali mengobrol sambil menenggak wine yang di sediakan. Pria itu memperhatikan Saskia yang mulai mabuk. Dia lekas bangkit, menggendong Saskia dan membawanya pergi. Jendra ternyata membawa Saskia ke hotel malam itu.
Pagi harinya keduanya ke luar dari hotel. Saskia menggandeng lengan Jendra dengan mesra, lalu mereka masuk ke dalam mobil.
"Kau bisa gunakan kartu yang aku berikan untuk kebutuhan kamu sayang. " ujar Jendra.
"Thanks you baby. " Saskia tersenyum lebar. wanita itu telah berhasil merayu Jendra hingga pria itu menjadikan dirinya sebagai sugar baby nya.
Jendra melajukan roda empatnya dengan kencang. Sepanjang perjalanan keduanya tampak mengobrol ringan. Pria tampan itu mengantar kekasihnya pergi berbelanja setelah itu baru mengantar Saskia pulang.
__ADS_1
Saskia langsung turun dari mobil Jendra kemudian mengambil barang belanjaannya. Dia melambaikan tangan, kemudian masuk ke dalam rumahnya.
"Mommy yuhu aku pulang. " teriak Saskia yang pergi ke ruang tamu. Tak lama Mami datang dengan wajah datarnya. wanita paruh baya itu terkejut melihat putrinya membawa barang barang branded.
"Kamu dari mana saja sayang? " tanya Mami Agista.
"Semalam aku nginep hotel sama Jendra, Mami! "
Saskia menjelaskan siapa Jendra pada sang mami tercinta. Selain itu dia juga mentransfer sejumlah uang ke rekening sang mami.
Mami Agista tersenyum lebar, wanita itu tentu saja bahagia saat ini. Dia akan mengunakan uang itu untuk berbelanja nantinya.
"Kau memang cerdas Kia! "
Kia tersenyum angkuh, dia lekas bangkit dan membawa barangnya menuju ke kamarnya. Setelah menaruh barang belanjaan nya, Saskia mengambil ponselnya dari dalam tas.
Dia lekas menghubungi seseorang.
"Aku akan membayarmu, asalkan kau mengerjakan tugas yang aku berikan. " ujar Kia dengan seringai liciknya. Wanita itu mengirim foto pada orang suruhannya kemudian menaruh kembali ponselnya.
"Tadi malam, hari yang paling menguntungkan untukku. " gumam Saskia. Tak lama senyumnya berubah menjadi senyuman licik. Dia berharap rencananya ini akan berhasil nantinya.
"Gara gara Ravella, aku harus hidup seperti ini sekarang. " desis Saskia dengan tatapan penuh kebencian. Wanita itu menaruh ponselnya kemudian menjatuhkan dirinya di atas ranjang.
Beberapa jam kemudian
Tepat pukul satu siang Saskia mengajak sang mami pergi jalan jalan. Keduanya merasa bosan di rumah yang menurutnya sesak itu.
Saskia berencana mengenalkan Jendra pada kedua orang tuanya. Dia memiliki keinginan menjadi istri dari Jendra Sagara.
"Dengan status nyonya Jendra, aku bisa menghancurkan kehidupan Ravella. " gumam Saskia dengan licik. Dia tak akan pernah membiarkan kakaknya itu hidup bahagia dan tenang.
__ADS_1