Nona Galak & Tuan Posesif

Nona Galak & Tuan Posesif
Bab 83 Season 2 Part 21 Pernikahan Ravella dan River


__ADS_3

Hari yang di tunggu tunggu akhirnya tiba. Daddy Morgan menyerahkan putri sulungnya pada River.


"Jaga putriku dengan baik baik, River. Jika dia punya salah, nasehati dia. Jangan lukai fisiknya apapun yang terjadi. " ujar Daddy Morgan.


"Aku janji akan menjaga dan selalu membahagiakan Vella, Daddy! "


Daddy Morgan, lekas kembali ke belakang bersama istrinya. River sendiri mengenggam tangan istrinya dan sama sama mengucapkan sumpah pernikahan.


"Mulai sekarang, kalian resmi menjadi suami istri. " ucap pastur.


"Silakan lihat pasangan Anda dan Anda bisa menciumnya Tuan! "


River menyematkan cincin ke jari istrinya begitu pula sebaliknya. Dia membuka veil sang istri kemudian mencium Ravella di hadapan para tamu. Suara sorakan dan tepuk tangan meramaikan suasana.


Keluarga mereka turut memberikan selamat untuk keduanya. Ravella memeluk mommy tercintanya, bergantian adik adiknya. Wanita cantik itu begitu terharu dan bahagia di hari bersejarah dalam hidupnya.


"Sekali lagi selamat atas pernikahan kamu dan River ya nak. Semoga pernikahan kalian selalu langgeng sampai tua nanti. " ujar mommy.


"Terimakasih atas doanya mommy. " balas Ravella sambil tersenyum.


"Sama sama nak! "


Ravella tersenyum kala mendapatkan nasehat dari orang tuanya. River lekas merengkuh nya dari samping, pria itu tak henti hentinya tersenyum.


Kini mereka menyalami para tamu yang memberikan selamat untuk River dan Ravella.


Pesta berlanjut hingga malam harinya. Pengantin baru itu telah mengganti pakaian, sekarang ini berada di aula tengah. River mengajak istrinya berdansa dengan romantis.


"Aku bahagia hubby. " ungkap Ravella pada sang suami.

__ADS_1


"Tentu saja bahagia, sekarang kau adalah nyonya River Ganeshawara. Kau harus tegar dan kuat menghadapi orang orang yang tak menyukai kehadiran kamu! " ujar River dengan senyuman penuh makna.


Vella sendiri mengerutkan kening, tak mengerti dengan pernyataan suaminya namun dia tetap berpikir positif. Wanita itu memberanikan diri mencium suaminya. River terperangah, seringai terbit di sudut bibirnya.


Vella tentu saja malu dengan tindakannya barusan. Tawa renyah terdengar dari bibir River. Pria tampan itu tentu saja tak menyiakan kesempatan untuk menggoda istrinya.


"Agresif Wife. " bisik River nakal.


"Sst diamlah River! "


Essie datang menghampiri keduanya, memberikan selamat untuk kakak dan iparnya. Dia juga menyerahkan kadonya pada Ravella. Ravella langsung memeluk sang adik dengan erat kemudian melepaskan pelukannya.


"Essie, kenapa kamu tidak bareng Erland dan Nolan? " tanya Ravella.


"Lebih suka sendiri kak, daripada berisik. " jawab Essie sambil tersenyum.


"Kak Erland sibuk sama pacarnya. " sahutnya santai.


River membawakan minuman untuk istri tercintanya. Ravella lekas meneguknya hingga tandas.


Larut malam, pesta baru usai, pengantin baru itu pergi ke kamar mereka berdua untuk beristirahat.


Skip


Keesokan harinya, keduanya tampak menuruni tangga dan pergi ke meja makan. Ravella menyapa mertuanya dengan sikap ramah tamah nya.


"Pagi Mami! "


"Pagi juga sayang. " jawab Mami Salsa pada sang menantu. Ravella lekas duduk, dia mulai melayani suaminya setelah itu sarapan bersama.

__ADS_1


Seusai sarapan, Ravella dan sang suami pamit untuk pergi ke Bandara hari ini. Mami tentu saja senang, dia tak sabar memiliki cucu dari Vella dan River.


River menarik koper mereka lalu membawanya ke luar. Sebelum masuk ke mobil, Ravella kembali memeluk mertuanya.


"Kami berangkat dulu ya Mam! "


"Kalian hati hati ya sayang, semoga sepulang kalian dari honeymoon, ada kabar baik! "


"Amin! "


Ravella lekas masuk ke mobil begitu juga suaminya. Sopir melajukan roda empat nya meninggalkan area penthouse. Sepanjang perjalanan, River dan istrinya berbincang hangat. Tangan keduanya saling bertautan satu sama lainnya. Ravella mengeluarkan ponselnya, ternyata mommy Agista yang menghubungi dirinya.


"Sayang siapa yang hubungi kamu? " tanya River pada istrinya.


"Mami Agista. " jawabnya singkat. Ravella lekas menolak sambungan telepon nya. Dia juga mematikan ponselnya tak ingin di ganggu siapapun. Lalu kembali menyimpan nya di dalam tas. Wanita itu kembali menyenderkan kepalanya di bahu suaminya.


River sendiri tak lagi bertanya. Dia tak ingin membuat mood istrinya down.


Tak lama mereka sampai di Bandara. Keduanya segera turun, masing masing menarik koper. River dan istrinya segera melakukan tata cara penerbangan. Usai check in, mereka masih menunggu beberapa menit setelah itu baru masuk ke dalam pesawat.


Di sisi lain mami Agista tentu saja marah setelah mengetahui Ravella menikah tanpa mengundang dirinya. Wanita paruh baya itu mengumpat kasar, dia masih kesal dengan putri sulungnya yang melunjak itu.


Saskia menghampiri sang mami yang tampak kesal. "Sudahlah mami, lagipula Ravella mungkin saja memang tak sayang sama kamu, hingga tak mengundang kita kemarin! "


"Lebih baik fokus saja pada rencana pernikahan aku dan Hendra, Mami! " ucap Saskia.


"Ya kau benar sayang. " jawab Mami Agista yang membuat senyuman Saskia kian melebar. Tanpa maminya sadari, Saskia saat ini tengah tersenyum licik.


Saskia sendiri kembali mengambil ponselnya kemudian menghubungi calon suami kaya nya. Wanita itu lekas bangkit, pamit pada sang mami dan memilih ke luar.

__ADS_1


Mami Agista sendiri cukup bangga melihat Saskia mendapatkan pria kaya seperti Jendra. Setidaknya mereka tak akan jatuh miskin lagi setelah ini begitu pikirnya. Wanita itu meraih ponsel, mendapati pernikahan River dan Ravella menjadi trending topik.


"Dasar anak gak tahu diri. " gerutu mami Agista. Mami Agista merasa telah menyesal membesarkan Ravella hingga menjadi anak yang tak berguna untuk dirinya.


__ADS_2