
Tiga bulan kemudian
Savero menghampiri wanitanya. Dia membawakan buah dan susu ibu hamil untuk Essie.
"Sayang, ayo minum dulu susu bumil. " ujar Savero. Essie mengangguk, segera meneguk susu yang dibawakan suaminya. Ya mereka telah menikah satu bulan lalu setelah Essie tersadar dari komanya.
Saat ini mereka tinggal di villa yang letaknya di perbatasan kota Cambey, negara K. akses telah di tutup Savero sementara. Dia hanya tak ingin istrinya tertekan, pria itu akan membawa pulang saat Essie merasa tenang. Usai minum, di taruh nya gelas di atas meja. Savero kini duduk di sebelah sang istri.
"Terimakasih telah sadar sayang, aku takut kehilangan kamu. " ucap Savero dengan lirih.
"Maafkan aku yang membuat kamu panik mas! "
Savero mencium keningnya, tangannya terulur menyentuh perut sang istri. Dia tak menyangka jika mereka tak lama lagi akan memiliki anak.
"Aku mencintai kamu Essie, tolong jangan buat aku takut kehilangan kamu lagi. " pintanya penuh harap. Essie mengulas senyumnya, mencium sang suami kemudian memeluknya.
"Oh ya, kakak Kamu Ravella sudah melahirkan bayi kembarnya. " ungkap Savero yang selalu memberi tahu tentang keluarga Brighton.
"Aku sangat senang mendengarnya mas, lusa kita menemui kak Vella dan kak River ya? " tanya Essie yang di angguki suaminya. Wanita itu juga telah di beritahu rencana suaminya selama ini dan dia tak marah.
cup
Savero kembali merengkuh nya dari samping. Pria itu begitu posesif tak membiarkan istrinya melakukan pekerjaan berat sedikitpun.
"Tapi sayang, mommy kamu sering sakit sakitan. Apa kamu tak ingin menemuinya sekarang? " tanya Savero.
"Nanti saja mas, aku tak ingin membuat mommy dan daddy bertengkar hanya karena kehadiranku. " jawab Essie.
"Aku kangen banget sama mommy. " ungkapnya lagi.
Savero mengusap punggung istri tercintanya dengan lembut. Keduanya merencanakan akan kembali tepat di hari pernikahan Erland dengan Vivian yaitu lusa.
Pria tampan itu memeluknya sambil mengusap perut buncit istrinya. Ya saat ini Essie tengah mengandung bayi kembar laki laki.
Savero tentu saja sangat bahagia dan begitu protektif dengan istrinya yang tengah hamil. Essie menikmati dekapan suaminya, wanita itu telah jatuh cinta dengam Savero. Setelah semua perjuangan yang di lakukan suami untuknya.
Pria itu melepaskan pelukannya kemudian bangkit, tiba tiba menggendong Essie lalu membawanya menuju ke kamar.
__ADS_1
Skip
Usai melakukan penyatuan, pasangan suami istri tersebut kembali mengobrol. Essie telah menyerahkan diri dan cintanya hanya untuk sang suami.
"Terimakasih telah mencintai aku dengan tulus mas. " ucap Essie dengan mata berkaca kaca.
"Sama sama sayang, yang penting kamu harus jaga kesehatan kamu dan calon baby Twins. " balasnya. Pria itu kembali mencium istri tercintanya.
Savero sendiri segera menyibak selimut dan menggendong sang istri ke kamar mandi.
Usai mandi dan berpakaian, Essie memperhatikan suaminya yang tengah mengganti sprei mereka. Wanita hamil itu mengajak suaminya ke luar dari kamar.
Tak lama Nolan mengajak Lala bersamanya menemui kakak dan iparnya tersebut. Kakak adik itu saling melepas rindu satu sama lain.
"Hei bungsu,lepaskan pelukanmu dari istriku. " seru Savero dengan tatapan datarnya.
"Kak Essie itu kakak aku,bisa bisanya kakak ipar cemburu. " dengus Nolan tak terima. Essie terkekeh pelan,lekas menyuruh Nolan duduk.
Nolan memperkenalkan Lala pada kakaknya.Lala menyapa keduanya dengan ramah. Essie menatap sang adik dengan pandangan curiganya.
"Aku dan Lala cuma teman kak. " sahut Nolan yang di angguki Lala.
Savero menengahi perdebatan istri dan adik iparnya. Nolan cukup lega melihat sang kakak selamat dan keadaannya sangat baik.
"Kak,kapan kak Essie kembali? " tanya Nolan yang kembali mengatakan perihal keadaan mommy mereka.
Essie tentu saja menangis,dia tak kuasa mendengar kabar mengenai ibu tercintanya. Savero meminta istrinya sabar hingga dua hari ke depan.
"Kak erland masih kekeh akan menikah dengan Vivian besok Lusa. " ungkap Nolan.
"Biarkan wanita itu senang senang dulu ,lagipula dua hari lagi semuanya akan kembali seperti semula. " ungkap Savero dengan senyuman miringnya.
Nolan tentu saja setuju dengan rencana yang di buat kakak iparnya. Savero mencium istrinya sebentar lalu mengajak Nolan ke ruangan kerjanya.
Essie mengobrol dengan Lala,dia ingin mengenal lebih jauh Paula Jean alias Lala.
"Menurut kamu adik aku itu bagaimana La? "
__ADS_1
"Baik kak,mas Nolan banyak membantuku selama ini. " ungkap Lala.
"Mas? " goda Essie.Lala langsung salah tingkah,gadis itu lekas memberikan alasannya.
Essie tertawa melihat tingkah polos yang di tunjukkan Lala. Wanita hamil itu terus membicarakan tetang Nolan,adik bungsunya di depan Lala.
Dia juga menanyakan perihal keluarga pada Lala.Lala awalnya tak mau bercerita namun Essie meminta sedikit memaksa.
Essie tentu saja memberikan semangat pada Lala.Lala tersenyum lebar, dia cukup nyaman berbicara dengan Essie.
Sore harinya, Nolan dan Lala pamit pulang. Essie sebenarnya meminta keduanya menginap namun Nolan menolak.
Mansion mereka kembali sepi. Savero bangkit,mengajak istrinya pergi ke taman samping. Di sana suasana tampak terasa adem dan segar.
"Mas, Bagaimana dengan perusahaan kamu di negara X? " tanya Essie pada suaminya.
"Kenapa sayang kau takut aku bangkrut ya? " goda Savero dengan jahil.
"Iya nanti aku kasih daddy baru untuk calon baby twins dalam perutku. " ceplosnya. Savero langsung melotot seketika, pria itu tentu saja tak terima. Essie tertawa melijat respon yang di tunjukkan suaminya.
"Itu benih aku sayang,masa iya twins bakal manggil pria lain dengan sebutan daddy. "
Essie mengusap pipi suaminya kemudian mendaratkan kecupan di sana. Wanita hamil itu sangat suka menjahili suaminya sendiri. Savero tentu saja merajuk,dia memeluk istrinya dari samping.
"Bercanda sayang,mana mungkin aku mencari pria lain.Menurut aku,kau suami yang terbaik dan luar biasa. " ungkap Essie dengan senyuman manisnya.
Savero tentu saja merasa gemas dan mencium bibir istrinya. Keduanya saling memandang penuh cinta satu sama lainnya. Tangan calon hot daddy itu mengusap perut buncit Essie
"Aakh. baby twins nendang perutku mas. " pekik Essie dengan girang.
Savero tentu saja langsung menempelkan telinganya ke perut sang istri. Pria itu juga tampaknya bahagia seperti istrinya.Keduanya sama sama tak sabar menantikan kelahiran si kembar.
Twins B
Inisial calon anak kembar Essie dan Savero adalah B. Essie tak henti hentinya mengusap perutnya penuh kasih sayang. Dia menyandarkan kepalanya di pundak sang suami.
"Sayang, kalau ingin sesuatu bilang ya sama mas? "
__ADS_1
"Iya mas Vero sayang. " sahut Essie. Dia tak henti hentinya bersyukur memiliki suami yang begitu pengertian dan meratukan dirinya.
Savero sendiri terus berusaha menjadi suami dan calon ayah yang baik dan sigap untuk istri dan calon anak dalam perut Essie.