Nona Galak & Tuan Posesif

Nona Galak & Tuan Posesif
Bab 33 Target Berikutnya?


__ADS_3

Paginya Davian mengumpat kesal setelah Agista gagal menghancurkan rencana pertama mereka. Dia telah melihat berita heboh mengenai partnernya itu.


Saat ini dia mencari cara lain untuk menghancurkan Morgan. Davian kembali mengumpat pelan, teringat sesuatu dia lantas menghubungi salah satu anak buahnya.


"Cepat cari tahu keberadaan putri dari keluarga Brighton saat ini setelah itu lakukan tugasmu! " ujar Davian.


Davian kembali menyimpan ponselnya dalam saku. Pria itu ke luar dari apartemen dan pergi begitu saja.


Sementara Samuel menyadari ada yang mengikuti dirinya dan sang istri. Pria itu mengumpat pelan, menambah kecepatan mobilnya. Monica tentu saja takut, dia langsung berpegangan pada mobil.


Dengan cerdik Samuel mengecoh orang orang yang mengikuti dirinya dan sang istri. Pria itu memilih membawa Monica ke villa miliknya yang letaknya di dekat hutan.


"Mas El, ada apa kenapa kita berada di villa hutan ini? " tanya Monica pada suaminya.


"Tadi ada yang mengikuti kita baby. " ungkap Samuel.


Monica membeliakkan matanya mendengar pengakuan suaminya barusan. Wanita itu tentu saja takut, Samuel segera turun dan mengajak istrinya masuk ke villa.



Cr pinterest


Kini pasangan suami istri itu berada di ruang tamu. Samuel pun menggenggam erat tangan istrinya. Pria itu berusaha menenangkan sang istri.


"Apa ini musuh dari daddy Kenzo? " tebak Monica.


"Musuh apa sayang? " Samuel tak mengerti dengan ucapan istrinya.


"Dulu saat aku kecil, Daddy Kenzo pernah berhadapan dengan musuh dan berhasil di bantai daddy. Saat itu daddy menolong mommy yang di culik. " gumam Monica.


Samuel terdiam, sepertinya dia perlu berbicara dengan mertuanya itu untuk membahas hal ini. Monica sendiri merapatkan tubuhnya ke tubuh sang suami.


"Aku antar kamu ke kamar okey? " tawar Samuel yang di angguki Monica. Keduanya lekas beranjak dan pergi ke kamar mereka di lantai dua.


Pria itu kembali ke bawah, dia lekas menghubungi mertuanya. Terlihat jelas pria itu tampak serius saat ini. Dia tak bisa menganggap enteng masalah ini.


"Samuel, mungkin saja musuh itu memang musuh Daddy dan daddy minta kamu selalu jaga dan lindungi Monica. " ujar Daddy Kenzo.


"Tanpa Daddy minta, aku akan menjaga istriku Dad! " sahut Samuel dengan tegas.


"Untuk sementara kalian di sana dan, jangan pergi ke manapun. " ujar Daddy yang di setujui oleh Samuel.

__ADS_1


Samuel mengakhiri obrolannya dengan sang mertua. Pria itu melepaskan jas yang dia pakai, kemudian membuka kancing kemejanya satu persatu.


Pria itu bangkit dan pergi ke Kamar. Samuel memilih ikut berbaring di sebelah sang istri. Jakunnya naik turun melihat penampilan sang istri.


Samuel langsung menerkamnya di atas ranjang. Tak lama suara decitan ranjang menambah kebisingan dalam kamar mereka.


Dua jam berlalu Samuel mengakhiri kegiatan penuh keringat itu. Monica menarik selimut, bersandar di dada bidang sang suami.


"Mas, aku khawatir dengan kak Morgan dan kak Zarin. Aku takut mereka juga menjadi target incaran musuh. " gumam Monica.


"Morgan pasti tak akan tinggal diam sayang, apalagi ada mommy dan daddy akan melindungi mereka. " sahut Samuel.


Monica menghela nafas panjang, dia benar benar khawatir dengan keluarga besarnya. Samuel mencium kening istrinya agar Monica tak khawatir.


Pria itu masuk ke dalam selimut, Monica mengigit bibirnya. Tak lama suara merdu itu kembali terdengar. Samuel kembali muncul dan mengajak istrinya olahraga lagi di ranjang.


Skip


Keduanya turun ke bawah setelah selesai berpakaian. Kini mereka berada di dapur tengah membuat makan siang.


Usai memasak nasi goreng, Samuel membawa makanan itu ke meja makan. Keduanya segera mencicipi nasi goreng buatannya itu bersama sang istri.


"Sangat enak mas. " sahut Monica tersenyum lebar.


Keduanya melanjutkan makan tanpa berbicara lagi. Selesai makan Monica lantas membawa piring kotor nya ke dapur. Lalu dia kembali dan mengajak suaminya pergi ke belakang villa.


Tampak obrolan keduanya terlihat ringan. Samuel berusaha mengalihkan fokus sang istri mengenai masalah yang terjadi saat ini.


"Oh ya kamu di sini saja ya sayang, aku mau ke luar sebentar. " ujar Samuel.


"Enggak mau, kamu temani aku aja di sini. " rengek Monica. Samuel menghembuskan nafas panjang, dia pun memilih mengalah.


Wanita itu jelas jelas tak ingin suaminya dalam bahaya. Monica tak Samuel mengalami sesuatu yang buruk akibat musuh yang mengincar mereka. Dia mengusap kepala istrinya dengan penuh kasih sayang.


Samuel pun paham jika sang istri mengkhawatirkan dirinya. Dia menarik Monica ke dalam dekapan hangatnya.


"Maafkan aku mas, aku sangat takut kami di celakai oleh para musuh daddy. " batin Monica.


Keduanya kembali mengobrol dengan santai. Samuel melepaskan pelukannya, mengeluarkan ponselnya yang bergetar.


Dia langsung bangkit dan menekan tombol hijau. "Halo Dad, ada apa? " tanya Samuel pada sang mertua.

__ADS_1


"Morgan dan istrinya serta yang lainnya dalam perjalanan menuju ke Villa kamu. Mereka tengah di khawal beberapa bodyguard, selain itu daddy sudah meminta yang lain untuk berjaga jaga. " jelas Daddy Kenzo.


"Baiklah kami akan menunggu! "


Samuel mengakhiri sambungannya, menaruh ponselnya dalam saku lalu mengajak istrinya kembali ke dalam Villa.


Satu jam berlalu Morgan dan istrinya datang. Monica langsung memeluk sang kakak ipar lalu mengajaknya duduk.


"Samuel apa kau yakin di sini sangat aman? " tanya Morgan memastikan.


"Iya aman, selain itu para musuh tak akan berani melewati area hutan. " ungkap Samuel dengan serius.


"Kak Morgan, di mana Daddy Kenzo? " tanya Monica pada sang kakak.


"Daddy di sana bersama Daddy Alvan dan teman teman mereka termasuk Tuan Haidar. " balas Morgan dengan santai.


Zarina dan kedua ibunya memilih diam. Ketiganya begitu khawatir dengan daddy Alvan dan Daddy Kenzo.


"Morgan, ajaklah istrimu


beristirahat. " ucap Samuel yang di angguki Morgan.


Samuel kembali mengobrol dengan sang istri. Monica merasa sedikit lega melihat keluarganya baik baik saja. Wanita cantik itu beranjak dan memeluk sang mommy tercinta. Mommy Amel membalas pelukan putrinya.


"Mom, aku takut. " gumam Monica lirih.


"Sst sayang tenanglah, daddy pasti akan baik baik saja. Kita harus berdoa semoga daddy bisa melawan para musuh. " ucap mommy Amel dengan bijak.


"Iya mommy. " Monica melepaskan pelukannya. Dia benar benar sangat takut saat ini. Samuel tersenyum kecil, memperhatikan interaksi antara istri dan mertuanya.


Tak lama Morgan kembali, dia memanggil Samuel. Samuel lekas bangkit dan segera pergi ke taman belakang. Keduanya tengah membicarakan masalah ini.


Sementara mommy Amel kembali mengobrol dengan sang anak.


"Mom, rencananya aku dan mas El ingin menunda memiliki anak. " ungkap Monica.


"Kenapa sayang? "


"Keadaan saat ini begitu genting, aku tak ingin membebani kalian semua. Aku sudah me diskusi kan nya dengan mas El. " sahutnya lagi.


"Baiklah mommy setuju jika itu memang keputusan kamu dan El. Monica mengulas senyumnya, dia sangat senang dengan jawaban sang mommy mengenai keputusannya menunda anak.

__ADS_1


__ADS_2