Nona Galak & Tuan Posesif

Nona Galak & Tuan Posesif
Bab 80 Season 2 Part 18 Kecelakaan Ravella


__ADS_3

Sementara Ravella di larikan ke rumah sakit. Keluarga Brighton tampak panik dengan kecelakaan yang di alami Ravella. River sendiri merutuki kebodohannya yang gagal melindungi sang calon istri.


"Bagaimana keadaan Vella saat ini dokter? " tanya River.


"Nona Vella telah berhasil melewati masa kritisnya. " ujar dokter menjelaskan keadaan sang pasien saat ini dan juga kemungkinan terburuknya.


Mommy Zarina tampak menangis mendengar keadaan putrinya saat ini. Wanita paruh baya itu langsung memeluk suaminya dengan erat.


Ravella lekas di pindahkan ke ruangan VIP. Mereka semua lekas pergi ke sana. Daddy Morgan dan River langsung pamit setelah melihat keadaan Ravella yang belum sadarian diri.


Mommy di temani anak anak yang lain menunggu dan menjaga Ravella. Twins E dan Nolan tampak sedih melihat keadaan kakak mereka.


Engh


Ravella membuka kedua matanya. Wanita itu menatap sekelilingnya yang berbau obat obatan. Dia memperhatikan raut sedih di wajah sang mommy.


"Mommy. " Ravella mencoba bangun, Mommy Zarina sigap membantunya bersandar.


"Apa yang kau rasakan saat ini? " tanya Mommy pada sang anak.


"Kepala aku rasanya pusing dan berat. " ungkap Ravella. Dia menyentuh kepalanya yang di perban.


"Daddy dan River, ke mana mereka mommy? "


"Daddy kamu dan River tengah pergi ke kantor polisi. " ujar mommy sedikit menjelaskan. Wanita paruh baya itu meminta sang anak untuk beristirahat.


Mommy meminta si kembar membeli makanan di luar. Twins E tentu saja langsung beranjak dan ke luar dari ruangan kakak mereka. Dia kembali mengobrol dengan sang anak.

__ADS_1


Beberapa menit berlalu Erland dan Essie kembali. Essie menyerahkan makanan yang dia beli pada sang mommy. Mommy sendiri lekas menyuapi Ravella makanan.


"Kira kira siapa ya yang sengaja mau mencelakai kak Vella? " gumam Essie penasaran.


"Jangan jangan ini ulah Saskia. " ceplos nya.


"Esther jaga bicara kamu, " tegur Erland pada adik kembarnya. Essie merengut sebal dengan sang kakak. Gadis itu memilih kembali duduk di sofa.


Selesai makan, mommy membantu Vella meminum air mineral dan obatnya. Vella kembali bersandar di head board ranjang.


"Sayang sebaiknya kamu tidur nak, jika kepala kamu terasa pusing. " tegur mommy yang di angguki Ravella. Wanita cantik itu kembali berbaring, lekas memejamkan kedua matanya.


Mommy Zarina merasakan sesak melihat keadaan putrinya yang tengah sakit seperti saat ini. Essie lekas mendekat, merangkul bahu sang mommy tercinta. Sesekali fokusnya tertuju kearah kakaknya yang telah tertidur.


"Mommy tenang ya, kak Vella pasti akan sembuh. " ucap Essie penuh keyakinan.


Essie mencium kening sang mommy kemudian memeluknya dari samping. Lalu dia mengajak sang mommy beristirahat di sofa.


Tepat pukul tujuh malam, daddy dan River kembali. Keduanya membawakan makan malam untuk mommy dan lainnya. River sendiri menghampiri ranjang sang kekasih. Pria tampan itu mengenggam erat tangan Ravella kemudian menciumnya berulang kali.


"Maaf, karena aku gagal melindungi kamu baby. " sesal River.


"Its oke sayang, semua ini musibah dan aku tak menyalahkan kamu, " sahut Ravella sambil tersenyum.


"Mengenai pelakunya, aku dan daddy menemukan petunjuk jika orang orang yang mencelakai kamu adalah pembvvnvh bayaran! "


Ravella sontak terkejut mendengar penjelasan sang kekasih. River segera duduk di dekat tunangannya, pria itu terus mengumamkan kata maaf.

__ADS_1


Ravella menghela nafas panjang, menatap tajam kearah River. "Berhentilah meminta maaf sayang, ini bukan salah kamu. " omel Ravella dengan raut kesalnya.


River buru buru menenangkan sang kekasih, dia tak ingin di diamkan Ravella. Mommy dan Daddy saling melirik satu sama lain.


Satu jam di sana mommy dan lainnya memilih pamit pulang. River yang akan berjaga malam ini menemani Ravella. Setelah kepergian keluarga Ravella, Dua insan kekasih itu kembali bermesraan dengan leluasa.


"Vella baby, apa ada orang yang kamu curigai saat ini? " tanya River.


"Tak ada. " jawab Vella singkat.


River menghembuskan nafas panjang. Dia perlu menenangkan diri agar bisa berfikir logis. Setelah beberapa saat River beranjak dari ranjang menuju ke sofa. Masing masing segera memejamkan mata.


Pagi harinya, kini giliran mommy yang menjaga Ravella. Usai sarapan, mommy membantu putrinya mandi. Setelah selesai berpakaian, mommy membawa Ravella kembali ke ranjangnya. Tak lama dokter masuk ke ruangan dan segera memeriksa keadaan Ravella.


"Bagaimana kondisi putri saya dokter? " tanya mommy.


"Mulai membaik nyonya, hanya saja perlu pemeriksaan lagi besok setelah itu baru di putuskan bisa pulang atau belum. " jelas dokter.


"Baiklah kalau begitu dokter. "


Sepeninggal dokter, Mommy Zarina duduk di dekat sang anak. Keduanya membicarakan sesuatu yang menyenangkan. Ravella merasa bersyukur memiliki ibu sambung yang sangat baik dan luar biasa.


"Mom, terimakasih telah menjaga dan selalu menyayangi aku. " ucap Ravella dengan tulus.


"Kenapa berterimakasih nak, kamu itu putri kebangaan mommy dan daddy. " sahut mommy Zarina dengan senyuman hangatnya.


Ravella benar benar terharu akan perhatian dari mommy Zarina terhadap dirinya. Seandainya ibu kandungnya bisa memiliki sikap yang sama, dirinya pasti akan sangat bahagia.

__ADS_1


__ADS_2