Nona Galak & Tuan Posesif

Nona Galak & Tuan Posesif
Bab 120 Season 3 Part 24


__ADS_3

Cahaya matahari mulai menampak kan dirinya di pagi buta. Vivian kini telah selesai memandikan putri kecilnya di bantu Riska. Setelah selesai mengurus sang anak, dia lekas turun ke bawah.


"Pagi mommy. " sapa Vivian dengan senyuman manisnya.


"Pagi juga nak. " balas Mommy Zarina. Kini mereka sarapan bersama di atas meja. Tak lama Sachi datang, bergabung bersama keduanya.


Lima belas menit berlalu Vivian menyuruh sang mommy bersantai. Dia lekas beres beres dan membawanya ke dapur. Salah satu pelayan datang menggantikannya.


Kedua wanita itu ke luar dari villa kemudian masuk ke dalam mobil. Vivian melajukan roda empatnya dengan kecepatan sedang. Sepanjang perjalanan Sachi berusaha mempengaruhi pikiran Vivian.


"Kau yakin Erland di luar negeri untuk bekerja? " tanya Sachi.


Vivian hanya diam saja, wanita itu fokus menyetir mobilnya. Sacji sendiri kembali berusaha membuat perasaan Vivian tak tenang.


Setelah cukup jauh, Vivian menepikan mobilnya. Tentu saja membuat Sachi merasa heran melihat Vivian berhenti. Vivian menghembuskan nafas berat, segera menoleh ke samping.


"Turun dari mobilku! " tegas Vivian.


"Apaa? " Sachi membulatkan mata mendengar pernyataan Vivian barusan.


"Aku bilang turun, apa kau tak dengar! " bentak Vivian emosi. Sachi tersentak kaget, wanita itu buru buru turun dari mobil. Vivian sendiri lekas melajukan roda empatnya dengan kencang. Wanita itu sama sekali tak peduli dengan teriakan Sachi.


Dia terlanjur kesal dengan tingkah menyebalkan dari Sachi. Kini Vivian berada di taman, mencoba menenangkan dirinya di sana. Dia kembali teringat pada sang suami yang masih berada di luar negeri.

__ADS_1


Vivian begitu rindu dengan suaminya. Dia hanya bisa berharap Erland kembali dengan selamat. Terdengar suara helaan nafas berat ke luar dair bibirnya.


"Aku rindu kamu Erland. " gumam Vivian pelan.


Dia mengusap wajahnya perlahan. Kepalanya menunduk, menyentuh cincin pernikahan di jari manisnya. Setelah tenang, Vivian memilih melanjutkan perjalanannya. Wanita cantik itu berbelanja di mall demi menenangkan pikirannya.


Pukul tiga sore Vivian kembali ke mansion. Dia segera masuk ke dalam dan pergi ke kamarnya. Merasa lelah, Vivian merebahkan tubuhnya di atas ranjang. Sementara si kecil telah dia titipkan pada sang mertua untuk di jaga sebentar.


Tanpa sadar wanita itu terlelap hingga malam hari. Suara langkah kaki membuat wanita itu terbangun.


"Hubby. " ucap Vivian memastikan.


"Surprise aku pulang cepat bareng daddy, aku sengaja tak memberitahu kamu. " ujarnya dengan senyuman lebar.


Vivian lekas bangkit melepaskan pakaiannya kemudian memeluk sang suami yang hanya mengenakan celana pendek tanpa atasan. Keduanya saling berciuman, melepaskan rindu di antara mereka.


Usai bercinta, Vivian merapatkan tubuhnya pada sang suami. Hawa dingin mulai menerpa tubuh polosnya yang hanya tertutup selimut.


"Sayang, kau yakin pekerjaan kamu sudah selesai? " tanya Vivian memastikan.


"Sudah, aku harap besok kau tidak akan terkejut dengan apa yang aku dapatkan. " ungkap Erland dengan senyuman penuh arti.


"Jangan bilang kau membawa wanita lain? " tebak Vivian.

__ADS_1


Erland menggeram rendah. Pria itu merasa gemas dengan sikap istrinya yang curigaan. Dia langsung mencubit hidung istrinya yang mancung. Vivian sendiri pun mengerucutkan bibirnya, begitu penasaran dengan ucapan sang suami.


"Aku penasaran hubby. " rengeknya manja.


Erland menciumnya lagi, kembali mengajak istrinya melakukan penyatuan. Usai berbagi peluh, keduanya lekas memejamkan matanya.


Hari berikutnya


Vivian baru kesiangan. Dia meraba tempat di sebelahnya yang terasa kosong. Wanita itu membuka kedua matanya, menatap sekitarnya yang terasa sunyi. Dia juga menunduk ke bawah melihat penampilan dirinya yang masih polos.


"Hubby, kau di mana. " panggil Vivian pada suaminya.


Pintu kamar terbuka, lalu masuklah Erland yang membawa sarapan.Dia lekas mendekat, menaruhnya di atas meja kemudian duduk di sebelah wanitanya.


"Kau sudah bangun sayang? " ujar Erland sambil tersenyum. Vivian langsung memeluknya, dia merasa takut jika semalam hanyalah bayangannya saja.


Erland membalas pelukan sang istri kemudian melepasnya. Dia membiarkan wanitanya sarapan terlebih dahulu setelah itu membopongnya ke kamar mandi.


Satu jam kemudian, mereka selesai berpakaian dan segera ke luar. Vivian menggendong putrinya dan membawanya ke bawah Erland bersama Kenzo.


"Daddy sudah pulang sayang. " Vivian lekas menyerahkan si kecil pada sang suami. Anyelir tampak menginginkan di gendong sang daddy. Erland dengan senang hati menggendongnya, membawanya ke ruang tengah.


Mommy dan daddy tampak bahagia melihat keluarga Erland begitu kompak seperti saat ini. Vivian memperhatikan suaminya yang terus menciumi putri mereka dengan gemas.

__ADS_1


"Sayang, kata kamu semalam. Hari ini kamu ingin mengatakan sesuatu pada kami? " tanya Vivian.


"Bersabarlah sayang, nanti kau juga akan tahu. " balas Erland dengan senyuman penuh makna. Vivi berdecak pelan, wanita itu merasa penasaran dengan apa yang ingin di ungkapkan suaminya.


__ADS_2