Nona Galak & Tuan Posesif

Nona Galak & Tuan Posesif
Bab 81 Season 2 Part 19


__ADS_3

Dua hari kemudian Ravella di izinkan pulang. Daddy Morgan melarang putrinya ke luar sementara. Ravella sendiri hanya bisa menuruti perintah sang mommy dan daddy.


Saat ini wanita itu berada di dalam kamarnya. Kini Ravella berbaring di atas ranjang. Dia mengambil ponselnya kemudian menjelajah dunia maya.


Wanita itu hanya diam saja saat Kirana mengirim pesan padanya. Ravella tak berniat sama sekali membalas pesan Kirana. Dia memilih memblokir nya langsung.


"Aku bosan. " gumam Ravella.


Cklek


"Sayang, mommy bawakan jus dan kue untuk kamu. " ujar mommy Zarina. Ravella lekas bangun, dia menaruh ponselnya kemudian mulai mencicipi kue buatan sang mommy.


Setelah menghabiskan kue nya, Ravella mengobrol dengan sang mommy. Perban di kepalanya telah di lepas oleh dokter.


"Tadi Kirana sempat menanyakan kamu, mommy jawab saja kalau kamu lagi istirahat. " ungkapnya.


"Aku malas bertemu dia mommy, Kirana itu muka dua dan suka caper sana sini. " keluhnya. Mommy Zarina hanya tersenyum mendengar keluh kesah sang anak.


"Ya sudah kamu istirahat saja ya


nak. " Mommy Zarina lekas beranjak kemudian ke luar dari kamar sang anak.

__ADS_1


Sementara Di Kampus, Essie tampak menahan kesal. Gadis itu saat ini berada di kantin, dia baru saja di keluarkan dari mata kuliah dosen galaknya. Essie mendengus pelan, mengaduk minumannya dengan malas.


Erland datang menemui adik nya itu. Terdengar suara helaan nafas panjang, menatap datar sang adik.


"Bisakah sekali saja kau tak berbuat onar Essie? "


"Tidak bisa kenapa, gadis centil itu duluan yang mencari masalah dengan aku Erland! "


"Panggil aku dengan kakak. " tegur Erland namun tak di tanggapi Essie. Essie sendiri kesal dengan sikap kakaknya itu.


"Jika kakak kesini hanya ingin menceramahi aku, lebih baik pergi saja dan urus saja gadis centil yang mengejar kamu Erland. " ketus Essie.


Erland tentu saja terkejut mendengar nada bicara adiknya. Essie segera menghabiskan minumannya kemudian berlalu pergi. Gadis itu mengabaikan panggilan dari kakaknya. Setelah mengambil tasnya, Essie lekas cabut dari kampus.


Turun dari taksi, Essie lekas menemui aunty Monica.


"Siang aunty. " sapa Essie dengan wajah lesunya.


"Sayang, kok sudah pulang? " tanya Aunty Monica pada sang keponakan. Essie menghela nafas panjang, mengatakan perihal kejadian di kampus pada sang aunty.


Wanita paruh baya itu tentu saja langsung memeluk keponakan tersayangnya. Aunty Monica lekas bangkit dan pergi ke dapur. Tak lama dia kembali, menyerahkan susu cokelat pada sang keponakan.

__ADS_1


"Minumlah sayang! "


"Makasih aunty! "


Essie menaruh gelas berisi susu cokelat di atas meja. Dia mengobrol dengan sang aunty tercinta.


"Dante dan Dash mana Aunty? " tanya Essie.


"Mereka berada di kantor sayang, uncle Sam memberi keduanya pekerjaan. " ungkap Aunty Monica.


Essie mengangguk, gadis itu menyandarkan tubuhnya di sofa. Keduanya banyak bercerita banyak hal. Essie sendiri mengungkapkan kekesalannya terhadap Erland pada sang aunty.


Aunty Monica memaklumi kelabilan Essie saat ini. Wanita paruh baya itu mengusap kepala sang keponakan. Essie mengeluarkan ponselnya, dia berdecak pelan mendapati kakaknya menghubungi dirinya.


Tur


Essie memilih menekan tombol merah lalu kembali memasukkan ke dalam tas.


"Erland ya yang hubungi kamu? " tanya Aunty Monica.


"Iya Aunty, tapi aku malas menjawabnya! "

__ADS_1


Essie lekas bangkit, dia izin menginap dan pergi ke kamarnya. Aunty Monica mengizinkannya, dia menatap kepergian sang keponakan.


__ADS_2