Nona Galak & Tuan Posesif

Nona Galak & Tuan Posesif
Bab 44 Davian Kabur?


__ADS_3

Pagi ini Sasha pergi ke kantor, Marco sendiri telah membayar babysitter untuk menjaga si kecil Terry. Saat ini dia mengikuti sang bos menemui kliennya.



cr Pinterest


"Kau Sasha bukan dulu yang mencari masalah dengan istriku? " tanya Morgan pada Sasha.


"Maaf Tuan, apa anda mengenal saya? " ucap Sasha dengan canggung.


"Aku Morgan, suaminya Zarina. " ungkap Morgan yang membuat Sasha terkejut.


Pria itu memilih kembali mengobrol dengan Marco. Keduanya membicarakan kerjasama yang akan mereka lakukan. Sasha memilih diam, hanya bicara saat bosnya memintanya menjelaskan.


Marco memanggil pelayan, tak lama Zarina datang bergabung. Pria pria itu memesan makanan pada sang pelayan. Raut wajah Zarina tampak terkejut melihat sosok Sasha di hadapannya.


"Hubby, jadi kamu mau menjalin kerjasama dengan perusahaan Tuan Marco tetapi kenapa ada Sasha? " tanya Zarina.


"Maaf Nyonya, Sasha sekertaris saya. " sahut Marco. Zarina dan suaminya hanya bisa saling melirik satu sama lain.


Pelayan datang membawakan pesanan mereka. Mereka lantas makan siang bersama. Usai makan siang, Zarina mengajak Sasha mengobrol di meja lain. Dia membuatkan sang suami mengobrol dengan Marco.


"Bagaimana kabarmu Sha? " tanya Zarina.


"Aku baik! "


"Apa kau sudah mendengar jika Davian.. "


"Jangan mengatakan apapun tentang pria brengshake itu. " sahut Sasha dengan cepat.


Zarina mengerutkan kening, menatap Sasha dengan heran. Sasha sendiri tak menjelaskan apapun mengenai kehidupan pribadinya pada Zarina. Wanita itu justru mengungkapkan maaf pada Zarina.


"Sepertinya kau sangat membenci pria si4l4n itu. " tebak Zarina.


"Ya. " balas Sasha singkat. Zarina menyesap kopinya dengan santai, dia telah memaafkan Sasha di masa lalu.

__ADS_1


Zarina cukup terkejut dengan perubahan sikap Sasha. Wanita itu juga meminta nomor Sasha jika ada keperluan. Wanita itu justru mengungkapkan apa yang dia alami selama lima tahun belakangan ini.


"Morgan terpaksa operasi di bagian wajah dan kami berpisah selama lima tahun. ini semua karena perbuatan kejam Davian. " desis Zarina dengan tatapan penuh kebencian.


Sasha tentu saja turut bersedih dengan apa yang di alami Zarina. Dia tak menyangka jika Davian benar benar kejam pada Zarina dan Morgan.


Wanita itu menghela nafas panjang, fokusnya kembali tertuju pada Sasha.


"Sekali lagi maafkan aku Rin, dulu aku begitu sombong hingga merendahkan kamu. Padahal jelas jelas aku lah wanita yang rendahan. " gumam Sasha menyesal.


"Sudahlah tak perlu mengingat masa lalu. " ucap Zarina dengan bijak.


"Ngomong ngomong kau tinggal dengan siapa? " tanya Zarina.


"Aku tinggal dengan Terry, putri kandungku. " sahut Sasha yang membuat Zarina terkejut. Dia pun menunjukkan foto putrinya pada Zarina.


Zarina mengulum senyumnya, dia tak menyangka Sasha memiliki putri yang lucu dan sangat cantik.


"Lain kali ajaklah ke Villa, Terry bisa bermain dengan Erland dan Essie. " ungkap Zarina yang di angguki Sasha.


Puas jalan jalan sorenya Zarina dan sang suami menjemput si kembar dari sekolah. Mereka bergegas pulang ke Villa.


Skip


Villa


"Ganti baju dulu setelah itu baru main okey. " ucap Zarina pada anak anaknya.


"Okey mommy. " Si kembar lantas pergi ke lantai dua di susul Morgan. Zarina sendiri bersantai di ruang tamu.


Zarina masih kepikiran mengenai Sasha. Namun dia tak berhak mengetahui kehidupan Sasha lebih jauh lagi, keduanya tak akrab semenjak dulu.


Zarina beranjak dari duduknya, wanita itu segera naik ke lantai dua. Seperti biasa berendam adalah salah satu pilihannya saat ini.


Morgan mengambil ponselnya yang berdering.

__ADS_1


"Halo Charles ada apa? "


"Davian kabur dari penjara Tuan. " ungkap Charles.


Morgan membulatkan mata, pria itu tentu saja marah. Charles lebih dulu menjelaskan dan kini tengah mencari jejak persembunyian Davian.


"Pastikan pria si4l4n itu tertangkap lagi. " ketus Morgan.


Tut


Morgan menghela nafas berat, dia begitu marah setelah tahu Davian melarikan diri dari penjara. Beberapa saat berlalu Zarina selesai mandi dan segera berpakaian. Wanita itu menghampiri suaminya yang tampak melamun.


"Sayang, kenapa kamu melamun? " tanya Zarina lembut.


Morgan menarik istrinya ke atas pangkuan. Pria itu mengungkapkan apa yang di informasikan Charles padanya. Zarina tentu saja terkejut, raut wajahnya seketika terkejut. Morgan berusaha menenangkan sang istri tercinta.


"Aku akan memastikan Davian tak akan menyentuh kamu dan si kembar. " ujar Morgan dengan sungguh.


"Kamu harus hati hati sayang. " pinta Zarina yang di angguki sang suami. Keduanya berpelukan dengan mesra.


"Mommy, Daddy. " ucap Essie. Zarina turun dari pangkuan sang suami. Si kecil Essie menghampiri orang tuanya. Zarina lekas menggendongnya, menaruhnya di tengah tengah dirinya dan Morgan.


"Sayang ada apa Princess? "


"Essie pengen main sama kak Vella, kenapa kak Vella tak tinggal bersama kita mom? " tanya Essie dengan polosnya.


Morgan dan Zarina saling melirik satu sama lain. Zarina berusaha memberi pengertian sang anak. Morgan menghela nafas panjang, sepertinya dia perlu berbicara dengan Ravella, putri sulungnya.


"Lain kali aku akan bujuk kak Vella, aku janji tak akan nakal ataupun jahil pada kak Vella. " ucap Essie.


Zarina terharu mendengar penuturan putrinya. Dia usap kepala sang anak dengan penuh kasih sayang. Morgan lekas menggendong putri bungsunya itu, menciumi kening dan pipi gembul Essie.


"Baiklah kita besok temui kakak kamu okey. " ujar Morgan yang di angguki Essie. Gadis mungil itu meminta turun, setelah itu ke luar dari kamar orang tuanya.


Zarina lekas bangkit, ke luar dari kamar dan turun ke bawah. Wanita itu pergi ke dapur untuk mengambil minuman segar.

__ADS_1


__ADS_2