
Pagi ini, Elton mengumpulkan keluarganya. Pria itu juga mengundang calon mertuanya untuk datang ke penthouse keluarga Grey.
"Mami, Papi aku ingin pernikahan antara aku dan Terry di percepat besok saja. " ungkap Elton.
"Nak kenapa kamu begitu tiba tiba mengambil keputusan ini? " tanya Mami pada sang anak.
Elton memberikan jawaban terbaiknya pada keluarganya. Pria itu berusaha memberikan pengertian pada kedua orang tuanya.
drap
drap
"Tunggu. "
Seorang wanita tiba tiba masuk ke dalam penthouse tiba tiba. Kini perhatian semuanya tertuju pada wanita tersebut.
"El, kenapa kamu ingin menikahi wanita itu. Apa kamu tak pernah memikirkan perasaanku selama ini? " tanya wanita itu dengan tatapan sendunya.
"Kita tak ada hubungan apapun Meisya! " sahut Elton dengan wajah datarnya.
"Apa kamu lupa, selama ini aku selalu menghabiskan waktu denganmu. " ujar Meisya dengan wajah frustrasi nya.
Deg
Terry tampak terkejut dengan ucapan Meisya barusan. Pikiran buruk mulai menguasai dirinya, begitu juga dengan aunty Zarina dan uncle Morgan.
"Jaga bicara kamu Mei, ucapanmu itu justru membuat orang lain berpikiran buruk. " sentak Elton. Pria itu memanggil bodyguard untuk mengusir Meisya.
__ADS_1
Mereka kembali melanjutkan obrolan. Elton tetap kekeh dengan keputusannya untuk menikahi Terry besok. Terry menghela nafas panjang, dia sangat takut jika Elton hanya mempermainkan dirinya.
"Maaf sayang, kau pasti terkejut dengan kehadiran Meisya barusan. " sesal Elton seraya mengenggam tangan calon istrinya.
"Dengar ya, antara aku dan Meisya tak ada hubungan apapun! " tegas Elton.
"Aku percaya sama kamu. " jawab Terry sambil tersenyum tipis. Semua orang tampak lega setelah mendengar jawaban Terry.
Nyonya Zarina menjadi wali dari Terry, menggantikan mendiang orang tua Terry. Kini mereka tengah berdiskusi membahas pernikahan Terry dengan Elton.
"Baiklah, kalian besok akan menikah di Gereja. Untuk pestanya akan di adakan menyusul. " ujar Nyonya Gwen.
Terry dan Elton saling melempar senyum satu sama lain. Pria tampan itu lekas merengkuh wanitanya dari samping. Sementara pada orang tua turut senang melihat kemesraan keduanya.
Elton melepaskan pelukannya. Mereka langsung beranjak ke luar dan sama sama pergi ke butik. Sepanjang perjalanan, Terry banyak mengobrol dengan calon suaminya.
Skip
Mereka semua segera turun dan masuk ke dalam. Nyonya Zarina bersama nyonya Gwen menghampiri pelayan, meminta untuk di tunjukkan beberapa gaun dan tuxedo.
Sementara para daddy memilih menunggu duduk di sofa. Mereka menyerahkan urusan ini pada istri masing-masing.
"Mami, Aunty gaun yang di pakai Terry harus tertutup di bagian dadanya. " ungkap Elton dengan posesif.
"Baiklah El. " sahut Mami Gwen.
Terry lekas mencoba gaunnya di ruang ganti di bantu pelayan. Beberapa kali wanita itu ke luar dan meminta pendapat keluarganya.
__ADS_1
Dia saat ini mengenakan gaun pilihan sesuai keinginan dan yang tentunya membuatnya nyaman. Setelah mendapatkan gaun impiannya, Terry mencoba yang lain. Usai dirinya, kini giliran Elton yang mencoba tuxedo milik pria itu yang senada dengan gaun Terry.
Terry menghampiri bibinya. Matanya tampak berkaca kaca, wanita itu langsung memeluk nyonya Zarina.
"Terimakasih ya aunty, aunty selalu menemani Terry dari kecil hingga sekarang. " gumam Terry pelan.
"Iya sayang. " Nyonya Zarina memeluk sang keponakan. Dia begitu menyayangi Terry seperti anaknya sendiri.
"Seandainya mama dan papa masih ada, kebahagiaanku terasa sempurna. "
Semua orang terenyuh mendengar nya. Terry melepaskan pelukannya, nyonya Zarina sendiri menghapus cairan bening di sudut mata sang keponakan.
Para wanita itu memilih duduk di sofa sambil mengobrol. Nyonya Zarina menghubungi anak anak, memberitahu perihal rencana pernikahan Terry dan Elton.
Beberapa jam kemudian, mereka baru ke luar dari Butik. Masing masing segera kembali ke mobil. Tujuan mereka kali ini pergi ke salah satu restauran mewah.
Di sana mereka bisa berbincang santai membahas rencana besok. Baik Elton ataupun Terry sama sama mendapatkan nasehat. Keduanya begitu tak sabar meresmikan hubungan keduanya dalam pernikahan sakral.
"Oh ya El, apa benar kau dan Meisya memang tak ada hubungan
apapun? " tanya Terry memastikan.
"Iya memang tak ada sayang! "
Terry berusaha mencari kebohongan di kedua mata calon suaminya, namun dia tak menemukannya. Para orang tua sendiri memilih diam, tak ingin ikut campur. Terdengar suara hembusan nafas berat ke luar dari bibir Terry.
"Maafkan aku El! "
__ADS_1
"Its oke sayang, aku mengerti ketakutanmu! "
Tak berselang lama pelayan mengantarkan pesanan mereka semua.