Nona Galak & Tuan Posesif

Nona Galak & Tuan Posesif
Bab 56 Kemarahan Nyonya Imelda


__ADS_3

Sementara itu Nyonya Imelda marah setelah mendapat laporan dari bodyguard. Wanita paruh baya itu tentu saja sangat kecewa dengan sang anak.


"Bagaimana bisa Marco begitu kejam pada Calista? " geram nyonya Imelda.


Wanita paruh baya itu meminta salah satu bodyguard mencari keberadaan Calista saat ini. Setelah itu dia mencoba menghubungi sang anak.


"Marco, apa yang kau lakukan pada Calista? " bentak Nyonya Imelda di panggilan video.


"Tentu saja memberinya hukuman setimpal atas perbuatannya. Bukan kah mami sudah aku ingatkan untuk tak mengurusi masalah pribadiku? " ujar Marco dengan santai.


"Kau benar benar keterlaluan Marco, hanya demi wanita murahan itu kau berani melawan mami. " pekik nyonya Imelda emosi.


Tut


Wanita itu langsung mematikan sambungannya begitu saja. Dia kecewa, marah dan perasaannya campur aduk menghadapi putranya yang membangkang. Dia kembali duduk di sofa dengan nafas memburu menahan amarahnya.


"Ini semua gara gara wanita murahan itu yang mempengaruhi Marco. " desis Nyonya Imelda dengan tatapan bencinya.

__ADS_1


malam harinya wanita paruh baya itu kedatangan orang tua Calista. Keduanya menanyakan keberadaan putrinya pada sang calon besan. Nyonya Imelda memberikan alasan agar calon besannya tak curiga pada nya.


"Saya telah menyuruh orang untuk mencari keberadaan Calista, kalian harus bersabar menunggu! "


"Bagaimana bisa kami sabar Mel. " sahut nyonya Lala dengan nada khawatir. Mereka semua kini berusaha untuk tetap tenang sambil menunggu informasi dari orang suruhan nyonya Imelda.


Kini mereka makan malam bersama lebih dulu. Setelah itu orang tua Calista pamit pulang. Nyonya Imelda lekas beranjak dan pergi ke kamarnya.


Keesokan harinya nyonya Imelda kembali marah marah setelah mendapat laporan jika Calista telah di bawa ke luar negeri. Wanita paruh baya itu tampak ketar ketir, segera memberitahu kedua calon besannya.


Di sisi lain


"Ini semua gara gara Marco dan wanita murahan itu. " umpat Calista dengan kesal.


Calista kembali berdiri, dia berjalan mendekat.


brak

__ADS_1


brak


"Buka pintunya, hey siapapun di luar sana buka pintunya. " pekik Calista dengan keras. Wanita itu terus melakukannya berulang kali. Merasa lelah dia berhenti dan tubuhnya luruh ke lantai. wanita itu kembali mengumpati, merutuki kesialan yang menimpa dirinya. Saat ini tak ada yang bisa dia lakukan selain pasrah.


Di sisi lain Sasha menemani putrinya bermain di teras. Marco sendiri tengah berdiskusi dengan asistennya di ruangan kerja. Hot mommy itu begitu posesif, dia tak akan membiarkan siapapun menyakiti hati putrinya.


"Mama, kemarin Terry dengar mama marah-marah memangnya


kenapa? " tanya Terry.


"Kemarin hanya salah paham sayang. " jawab Sasha dengan bijak. Dia juga tampak deg deg an, tak lama lagi dirinya dan Marco akan menikah.


"Ya sudah lanjutkan mainnya. " ucap Sasha yang di angguki Terry. Bocah cantik itu kembali bermain puzzel di temani sang mama. Dia pun memperhatikan wajah ceria sang anak yang membuatnya damai dan tenang.


Sasha mengulum senyumnya. Tak lama lagi dirinya akan memberikan keluarga kecilnya untuk sang anak. Wanita itu hanya ingin menebus rasa bersalah nya selama ini pada Terry.


Beberapa saat berlalu Marco datang bergabung bersama mereka. Pria itu mencium pipi sang anak sambung dengan penuh kasih sayang. "Boleh papa ikut main sayang? "

__ADS_1


"Tentu saja papa, ayo temani Terry. " pekiknya dengan antusias. Sasha memperhatikan interaksi Terry dengan Marco. Dia benar benar bersyukur bisa mengenal Marco, calon suaminya itu bisa menjadi sosok ayah sambung untuk Terry kelak.


__ADS_2