Nona Galak & Tuan Posesif

Nona Galak & Tuan Posesif
Bab 95 Season 2 Part 33


__ADS_3

Sementara Vivi tengah di sibukkan dengan rencana pernikahannya dengan Erland besok lusa. Wanita itu sempat datang menemui calon kakak iparnya di kediaman Ganeshwara.


Di sana dia bertemu dengan Felicia,adik dari River. Keduanya terlibat pembicaraan serius. Sepertinya ada yang mereka rencanakan saat ini.


Sementara di kamar, Ravera telah selesai memberikan asi untuk twins A. Kedua nama anaknya bernama Axel Ganeswara dan Alika Ganeshwara.


Setelah memastikan kedua anaknya tertidur, dia segera memanggil babysitter untuk menjaga si kembar. Hot mommy itu lekas turun ke bawah menemui tamunya yang datang.


Dia cukup terkejut melihat adik iparnya membicarakan tentang Essie. Ravella lekas mendekat, berdehem singkat tepat di hadapan Felicia dan Vivian.


"Berani beraninya kalian membicarakan tentang adikku? " ujar Ravella dengan nada datarnya.


"Dan kau Felicia,di sini kau hanya tamu dan jangan berlagak sebagai pemilik penthouse. " sindir Ravella pada adik iparnya.


Felicia tentu saja terkejut, dia memberikan alasan ingin bertemu dengan si kembar. Tak lama River datang menyusul sang istri.


"Sebaiknya kau pulang dan jangan pernah kesini lagi, aku tak izinkan kamu dan Vivian menemui anak anakku. " tegas Ravella.


Wanita itu sempat melirik tajam kearah Vivian dengan tatapan penuh peringatan. River langsung mengusir gadis di depan istrinya itu. Felicia dan Vivian lekas bangkit dan pergi dari sana dengan raut kesalnya.


Ravella menghempaskan tubuhnya ke atas sofa. Mengingat bagaimana sikap Felixia padanya selama ini membuatnya enggan untuk mengizinkan si kembar di gendong gadis itu.


"Memangnya apa yang terjadi sayang? " tanya River pada istrinya.


"Felicia menjelekkan mendiang Essie bersama dengan Vivian. " ungkap Ravella dengan jengkel.


River menghembuskan nafas berat, dia mengusap lengan sang istri tercinta. Ravella langsung memeluk sang suami.


"Aku merindukannya hubby, rasanya belum rela jika Essie telah tiada. " ungkap Ravella dengan sendu.Meski sudah tiga bulan berlalu namun Ravella masih sering bersedih jika mengingat sosok Essie.

__ADS_1


River tentu saja menenangkan sang istri. Hot daddy itu memeluk erat tubuh wanitanya.


Di Apartemen


Vivi tampak sangat kesal dengan sikap Ravella barusan. Sepanjang perjalanan dia banyak mengumpat. Wanita itu menghempaskan tubuhnya di atas sofa.


"Ini semua karena Essie, dia sudah tiada namun masih banyak yang membelanya. " ketus Vivi.


"Tenanglah Vi, besok lusa hari pernikahan kamu dengan Erland. Otomatis kamu juga akan menjadi bagian dari keluarga Brighton. " ungkap Vivian yang mencoba menenangkan dirinya sendiri.


Vivian mendengus pelan, dia mencoba bersabar saat ini. Lagipula setelah resmi menikah dengan Erland, dia bisa bersikap seenaknya.


Dia mengambil ponselnya yang ada di dalam tasnya. Keningnya berkerut melihat pesan dari nomor yang akhir akhir ini menerornya.


"Sebenarnya siapa sih yang mengirimi aku pesan ini? " desis Vivian dengan nada kesalnya. Dia memilih menghapusnya secara langsung. Saat ini dia belum mencurigai siapa yang telah menerornya.


Tepat pukul lima sore Erland datang menemui kakak dan iparnya. Ravella mengerutkan kening melihat adiknya tampak menahan marah.


"Kenapa kak Vella mengusir Vivi? " tanya Erland tanpa basa basi.


"Jadi tunangan kamu itu mengadu. Lagipula dia salah karena ikut menjelekkan mendiang Essie bersama Felicia, Er. " ungkap Ravella.


"Tapi bukan berarti kakak bisa mengusirnya dengan kasar. " protes Erland dengan kesal.


Ravella terdiam.Wanita itu tentu saja tersentak kaget mendapat bentakan dari adiknya sendiri.


"Erland. " sahut River yang tak suka dengan nada bicara adik iparnya.Pria itu tentu saja membela adiknya dan memarahi Erland.


Ravella menghela nafas panjang. Dia memilih diam dan tak lagi bicara. River sendiri mengenggam tangan sang istri tercinta.

__ADS_1


"Maafin aku kak. " sahut Erland meminta maaf pada kakak perempuannya.


"Tak perlu meminta maaf, kakak yang terlalu berlebihan. " sahut Ravella dengan bijak.


Pelayan datang menyajikan camilan untuk mereka. Wanita itu memilih membahas rencana pernikahan sang adik. River sendiri masih memasang wajah datarnya di depan Erland. Dia terlanjur kesal dengan sikap yang di tunjukkan sang ipar.


Erland di sana hanya sebentar. Dia lekas bangkit dam pamit pulang pada kakaknya. Ravella dan suaninya beranjak dan pergi ke kamar. Keduanya memandang kearah si kembar yang ada du dalam box bayi. Pengasuhnya memilih ke kuar dan membiarkan sang majikan bermesraan.


"Hubby, aku harap kelak Axel menjadi pria yang bertanggung jawab, tegas dan tak menyakiti wanita. " ungkap Ravella penuh harap.


"Iya sayang kamu benar. Kamu pasti bisa mendidik twins A menjadi anak anak yang cerdas. " sahut River. Ravella mengulas senyumnya, keduanya kembali mengamati si kembar.


Hot daddy itu merangkul istrinya dari samping. Dia cukup bangga melihat istrinya yang tampak tegar dan bijak menghadapi Erland yang emosian.


Keduanya merasa bahagia, keluarga kecilnya telah lengkap.


Skip


Malam harinya, Ravella melayani sang suami dengan senyuman. Keduanya makan malam bersama dalam suasana hening.


"Sayang, kau tak menemui Saskia? " tanya River.


"Biarkan saja hubby, Saskia biar belajar dari masalah yang tengah di hadapi saat ini. Lagipula siapa suruh tak mencari tahu siapa suaminya


itu. " jawab Ravella dengan santai.


River hanya mengangguk, dia setuju dengan keputusan sang istri yang enggan membantu Saskia. Ravella sama sekali tak benci dengan adiknya itu. Dia sudah memaafkan Saskia sejak lama.


Lima belas menit berlalu, keduanya selesai makan malam bersama. Keduanya beranjak dari sana dan membiarkan pelayan yang membereskan.

__ADS_1


__ADS_2