Nona Galak & Tuan Posesif

Nona Galak & Tuan Posesif
Bab 9 Rencana Licik Sasha


__ADS_3

Berbeda dengan Zarina yang tampak bahagia, Sasha sendiri begitu marah marah. Gadis itu tampak panik setelah tahu terjadi sesuatu pada perusahaan sang papi.


"Mami, kita harus lakuin sesuatu untuk membalas Zarina dan tante Hera. " pekik Sasha kesal.


"Ya kamu benar sayang, mami masih marah dengan Hera. Dia telah menampar kamu dua kali, mami tentu saja tak terima. " geram wanita paruh baya itu.


"Mami aku punya rencana. " Sasha langsung membisikkan sesuatu di telinga sang mami. Kedua wanita beda usia itu saling melempar senyum penuh arti.


Sasha sendiri segera pergi ke Kamarnya. Tak butuh waktu lama dia kembali, gadis itu langsung pergi ke luar.


Skip



"Untuk apa kamu memintaku ke sini Sasha? " tanya Davian dengan wajah datarnya.


"Santai saja honey. " ucap Sasha dengan senyuman menggodanya. Wanita itu langsung memanggil pelayan dan memesan. Fokusnya kembali tertuju pada Davian, dia langsung mengatakan tujuannya.


Davian kembali terdiam, tanpa banyak berfikir pria itu setuju dengan tawaran kerjasama dari Sasha. Sasha tersenyum puas, dia telah berhasil membujuk Davian sebagai partner in crime nya.


Pelayan mengantarkan pesanan mereka. Keduanya lantas makan siang bersama. Seusai makan, Sasha menempeli Davian seperti ulat bulu.


Tak tahan dengan godaan Sasha, Davian tentu saja langsung mengajaknya pergi dari sana. Keduanya pergi ke salah satu hotel dan langsung check in di sana.



Keduanya asyik berciuman dengan mesra. Sasha turut membantu Davian melepaskan pakaian masing masing. Bruk pria tampan itu mendorongnya ke arah ranjang dan melakukan penyatuan di atas sana.


Suara erangan dan des4han menggema di dalam kamar hotel tersebut. Sasha tersenyum penuh arti, memeluk tubuh Davian dengan erat. Wanita itu mengulas senyumnya sambil mendes4hkan nama Davian dengan sensual.


Beberapa jam kemudian Davian mengakhiri percintaan panas. Keduanya sama sama mengatur nafas masing masing, Sasha menarik selimut menutupi tubuh mereka.


"Gimana kau puas 'kan dengan pelayananku honey? " Sasha mengusap dada bidang prianya dengan sensual.

__ADS_1


"Lumayan, mana mungkin aku menyiakan kesempatan ini. " cetus Davian dengan seringai miringnya. Pria tampan itu kembali memagut bibir Sasha dengan tangannya masuk ke dalam selimut.


Sasha tentu saja membalas ciuman Davian. Keduanya mengulang kegiatan panas mereka lagi dan lagi.


Tepat pukul tujuh malam, keduanya baru ke luar setelah berganti pakaian. Mereka masuk ke dalam mobil dan pergi meninggalkan area hotel. Davian mengajak kekasihnya itu pergi ke apartemen milik pria itu.


Skip


Apartemen


Mereka langsung masuk ke dalam. Sebelumnya Davian telah meminta pelayan untuk menyiapkan makanan untuk mereka berdua. Kini keduanya duduk di sebuah sofa di ruang tamu.


Tak lama pelayan mengantarkan makanan mereka. Keduanya lekas makan malam bersama. Sasha mencuri pandang kearah kekasihnya itu. Wanita cantik itu diam diam tersenyum menyeringai tanpa sepengetahuan Davian sendiri.


"Sayang, mau aku suapin dari mulut ke mulut hm? " goda Sasha dengan tatapan nakalnya.


"Sepertinya kau belum puas dengan hujamanku tadi rupanya baby. " geram Davian. Mereka segera melanjutkan makannya di sertai obrolan.


Selesai bercinta, Davian langsung tertidur. Sasha menarik selimut, menatap Davian sambil tersenyum. Wanita itu menciumnya sebentar lalu masuk ke dalam pelukan Davian.


Paginya, Davian mengantar Sasha pulang. Pria itu juga mengobrol dengan orang tua Sasha. Sasha sendiri membiarkannya, wanita itu memilih di dalam kamar.


Sasha sengaja mengirim video itu mengunakan nomor anonim pada Zarina. Setelah selesai dia langsung mematikan nomor itu dan menyimpan ponselnya di tempat yang aman.


"Aku tak sabar menunggu bagaimana reaksi Zarina nantinya. " gumam Sasha sambil tertawa. Dia sengaja melakukan hal itu untuk membuat Zarina patah hati. Selain itu dia memiliki rencana lain untuk membalas Zarina ataupun Davian kelak.


Sasha memilih ke luar dari kamar dan turun ke bawah. Dia segera bergabung dengan Davian dan keluarganya itu.


Di tempat lain Zarina tampak kesal, matanya tampak ternoda setelah melihat video milik Davian dan Sasha. Gadis itu langsung menghapusnya begitu saja, sepertinya ada orang iseng yang sengaja memanasinya.


"Cih menjijikkan. Dia kira aku akan cemburu melihat Davian bercinta dengan Sasha. " gerutu Zarina sebal.


Zarina memilih menghampiri calon suaminya. Dia telah setuju menikah dengan Morgan. Saat ini Morgan sibuk menyiapkan pesta pernikahan untuk mereka berdua. Gadis itu memeluk punggung kekar calon suaminya. Morgan menyimpan ponselnya dalam saku. Pria tampan itu berbalik, mengerutkan kening melihat wajah masam kekasihnya.

__ADS_1


"Ada apa sayang? " tanya Morgan dengan lembut.


"Ada orang iseng mengirim video tak senonoh Davian padaku. " ungkap Zarina dengan wajah bete nya.


Morgan tentu saja terkejut, dia langsung mengajak kekasihnya duduk. Dia berusaha mengembalikan mood calon istrinya itu. Pria tampan itu mencium bibir manis Zarina.


Zarina menghela nafas panjang, dia memilih tak peduli dengan video menjijikkan itu. Gadis cantik itu membalas ciuman sang kekasih hati.


Hah


Morgan mengakhiri ciumannya, dia mengusap pipi Zarina dengan penuh kelembutan. Zarina tampak merona, dia merasa malu di tatap intens oleh calon suaminya sendiri itu. Keduanya kembali berpelukan dengan mesra di ruang tamu.


Obrolan kembali lanjut, canda tawa mewarnai obrolan random mereka. Zarina tertawa lepas dengan ucapan konyol sang kekasih hati. Dering ponselnya menyita perhatian gadis itu. Zarina langsung menyambar ponselnya kemudian mengirim pesan pada sang mommy tercinta.


Merasa bosan, sepasang kekasih itu memutuskan jalan jalan di sekitaran villa. Morgan menggandeng tangan sang kekasih dengan mesra. Zarina selalu memotret kebersamaan mereka lalu mengirim ke akun sosial medianya.


Gadis itu tak peduli sama sekali dengan hujatan netizen. Morgan mengulum senyumnya, dia tentu saja bahagia memiliki Zarina di dalam hidupnya. Merasa di perhatikan dia menoleh, keningnya berkerut tak paham.


"Kenapa senyum senyum sendiri boo? " tanya Zarina penasaran.


"Ah tidak kok baby, aku sangat bersyukur memiliki kamu di dalam hidupku. " ungkap Morgan.


"Oh iyakah, lalu bagaimana dengan mantan istri kamu tuan Morgan? " tanya Zarina sambil bersedekap dada.


"Musibah. " jawab Morgan dengan wajah di tekuknya. Zarina tertawa mendengar jawaban dari sang kekasih. Gadis itu hanya bisa menepuk dada bidang Morgan. Dia pun kembali memeluk sang kekasih, menatap dalam wajah tampan dari seorang Morgan Brighton.


Tak lama dia melepaskan pelukannya. Bibirnya mengerucut, dia tak bisa membayangkan jika Morgan dulunya juga bersikap mesra pada wanita yang menjadi mantan istri dari kekasihnya itu.


Tuk


"Apa yang kamu pikirkan dalam otak cantikmu babu girl? " tanya Morgan sambil menjitak kening kekasihnya.


"Tak ada, lagipula pria seperti kamu pasti sama dengan pria lain yang suka mengumbar janji manis. " ledeknya dan langsing berjalan lebih dahulu. Morgan segera mengejarnya sambil menyakinkan sang calon istri.

__ADS_1


__ADS_2