Nona Galak & Tuan Posesif

Nona Galak & Tuan Posesif
Bab 39 Kekecewaan Zarina


__ADS_3

Essie berhasil menghibur sang mommy dengan tingkah konyol nya. Zarina bersyukur memiliki Erland dan Essie dalam hidupnya.


"Kalau kalian ingin bermain dengan daddy kalian, mommy tak akan melarang sayang. " ucap Zarina setelah menghapus air mata nya.


"Apa mommy marah pada kami? " tanya Essie yang di yang di tanggapi gelengan oleh Zarina.


Kedua bocah itu mencium pipi sang mommy lalu ke luar dari kamar Zarina. Zarina menghela nafas panjang, dia bangkit dan lekas pergi ke kamar mandi.


Tepat pukul delapan malam, mereka semua berkumpul di meja makan. Orang tua Zarina turut hadir, mereka telah menerima penjelasan Morgan.


Zarina memilih diam, wanita itu lantas fokus pada makanan. Hanya terdengar suara si kembar yang memecahkan suasana.


"Erland, Essie sebaiknya makan lebih dulu. Mommy tak pernah mengajarkan kalian makan sambil bicara. " tegas Zarina.


Twins E langsung diam dan melanjutkan makanannya. Zarina menghela nafas panjang, kembali diam. Sementara Morgan diam diam memperhatikan istrinya itu.


Usai makan malam, Zarina langsung membereskan meja makan. Sementara orang tua mereka telah masuk ke kamar masing masing begitu juga dengan twins E.


Usai membereskan meja makan, Zarina menaiki tangga dan pergi ke kamar lain setelah tahu suaminya masuk ke kamar mereka. Dia masih kesal dengan Morgan, hingga memilih pisah kamar.


Sementara di kamar, Morgan menunggu sang istri yang tak kunjung masuk. Pria itu menghela nafas panjang, segera naik ke atas ranjang dan berbaring.


"Sepertinya aku perlu memberikan nya waktu. " gumam Morgan.


Segera saja dia memejamkan mata, tak lama Morgan terlelap. Dia terpaksa menekan rasa rindunya yang menggebu pada sang istri tercintanya.


Pagi harinya Morgan segera ke luar dari kamar, pria itu menemui anak anaknya. Dia bersama si kembar lekas turun ke bawah.


"Erland, Essie ke sekolahnya di antar daddy kalian. " gumam Zarina sambil tersenyum pada kedua anaknya.


"Iya mommy! " balas Erland dengan pasrah.


"Tapi kami maunya di antar mommy dan Daddy. " cetus Essie dengan penuh harap.


"Maaf Mommy tak bisa, mommy ada urusan hari ini sayang. " ujar Zarina. Essie menunduk sedih, Morgan berusaha membujuk sang anak lalu mengajak keduanya ke luar. Pria sempat melirik istrinya tanpa mengatakan apapun.


Setelah kepergian anak anaknya, Zarina memanggil pelayan kemudian ke luar. Wanita cantik itu masuk ke dalam mobil, dia lekas meninggalkan kediaman Morgan.

__ADS_1


Zarina teringat dengan raut wajah sedih sang anak. Sepertinya dia perlu memberikan hadiah untuk putri kecilnya itu nanti.


Skip


Kini Zarina sampai di kediaman Fafa, wanita itu lantas ke luar dari mobil dan masuk ke dalam. Fafa langsung menyambut kehadiran sang sahabat.


"Si tampan Cakra mana? " tanya Zarina pada sahabatnya.


"Cakra di bawa suamiku ke


kantor. " ungkap Fafa yang mengajak sahabatnya duduk nyaman di sofa.


"Kita ke mall yuk cari gaun, nanti malam ulang tahun Cakra. " ungkap Fafa yang di angguki Zarina. Fafa segera mengambil tasnya lalu mengajak sahabatnya ke luar.


Zarina melajukan roda empat nya meninggalkan kediaman Grayson.


Skip


Mall


Kedua hot mommy yang cantik dan seksi itu tengah mencarikan gaun dan tuxedo untuk dirinya dan anak masing masing.


Zarina lekas meninggalkan area mall. Keduanya mampir lebih dulu di taman. Di sana wanita itu mengatakan mengenai perihal Morgan.


"Aku belum bisa maafin dia Fa. " ungkap Zarina dengan jujur.


"Semuanya takdir Zarin, maafkan suamimu secepatnya. Mungkin wajahnya berubah namun cintanya padamu tak pudar meski kalian terpisah selama enam tahun. " gumam Fafa.


"Aku hanya perlu waktu membiasakan diri dengan kehadirannya yang telah kembali. " sahut Zarina.


Fafa sangat mengerti jika sang sahabat masih merasakan kecewanya pada Morgan. Dia hanya bisa menasehatinya saat ini. Zarina menatap lurus ke depan, entah apa yang tengah di pikirkan wanita itu sekarang.


"Tapi jangan lama lama marahnya, nanti suamimu bisa di rebut pelakor lho. Kau kan tahu kalau pelakor itu jaman sekarang gatel dan tak tahu


malu. " ceplos Fafa.


"Iya aku paham Fa, kamu enggak usah nakutin gitulah. " omel Zarina. Fafa terkekeh pelan melihat raut panik di wajah sahabatnya.

__ADS_1


Tak lama terdengar keributan dari sana. Keduanya juga bisa mendengar perdebatan seorang gadis muda dengan pasangan suami istri. Zarina dan Fafa saling melirik satu sama lain, keduanya lekas bangkit dan kembali ke mobil.


"Apa yang kamu ucapkan tadi benar Fa. " ungkap Zarina. Dia melajukan roda empatnya, sepanjang perjalanan keduanya mengobrol dengan leluasa.


Setelah mengantar sahabatnya pulang, Zarina langsung pergi. Fafa masuk ke dalam mansion,dia menaruh belanjaannya di kamar. Dering ponselnya menyita perhatian wanita itu.


"Halo mas ada apa? " tanya Fafa pada sang suami.


"Bisakah nanti kamu antarkan makan siang untuk aku dan putra kita sayang? " tanya Chris.


"Iya nanti aku akan ke sana mas. " jawab Fafa. Fafa mengakhiri obrolannya, menaruh kembali ponselnya dalam tas.


Siangnya dia segera berangkat ke kantor sambil membawa bekal makanan. Dia meminta sopir mengantar dirinya ke perusahaan Grayson.


Skip


Kini mereka makan siang bersama di ruangan Chris. Usai menyuapi putranya, Cakra kecil merasa kekenyangan lalu bersendawa. Fafa hanya tertawa pelan melihat tingkah putranya.


"Mami, Cakla antuk. " ucapnya cadel.


"Tidur terus malah jadi endut boy. " ledek Chris.


"Mami. " pekik Cakra. Fafa langsung mencubit paha sang suami. Wanita itu berusaha menenangkan sang anak. Christian sendiri tertawa pelan melihat wajah ngambek putranya.


"Cakla ndak mau endut, kalau endut tak ada pelempuan yang suka Cakla nanti. " ceplosnya yang membuat Fafa melotot. Chris menelan Saliva nya kasar mendengar ucapan polos sang anak.


Fafa langsung menggendong putranya lalu menidurkan di ruangan pribadi sang suami. Beberapa menit kemudian wanita itu kembali dan memeluk sang suami. Dia menuduh sang suami yang mengajari putra mereka.


"Mana ada aku ngajari Cakra jadi playboy sayang, percaya sama


aku. " rayu Chris. Fafa mendengus pelan, dia masih curiga dengan sang suami.


"Awas aja kamu ajari Cakra aneh aneh, aku potong jatah ranjang kamu mas. " ancam Fafa. Chris meringis pelan, pria itu memeluk pinggang istrinya dengan posesif. Keduanya berciuman dengan mesra di sana. Chris mengakhiri ciumannya, menatap penuh cinta istrinya.


Keduanya teringat masa lalu, awal awal pertemuan mereka yang canggung dan kaku. Fafa merasa bersyukur bisa mengenal suaminya hingga mampu melupakan masa lalu.


"Terimakasih telah bersabar menghadapi aku mas. " ucap Fafa dengan tulus.

__ADS_1


"Sama sama istriku Farasya


Grayson. " balas Chris sambil tersenyum. Keduanya kembali berpelukan dan berbincang dengan hangat.


__ADS_2