Nona Galak & Tuan Posesif

Nona Galak & Tuan Posesif
Bab 85 Season 2 Part 23 Kenangan Mantan


__ADS_3

Keesokan harinya, Savero langsung pamit pulang. Essie hanya mengangguk menanggapi ucapan terimakasih dari Savero padanya.


"Ternyata dia orang yang sibuk. " gumam Essie.


Essie segera membereskan meja makan, lalu membawanya ke dapur. Dia menyerahkan piringnya pada pelayan yang telah datang. Gadis itu segera bersiap siap hari ini. Setelah selesai, dia mengambil tas dan kunci mobilnya.


Essie ke luar dari apartemen, melajukan roda empat nya menuju ke kampus.


Tiga puluh menit berlalu, setelah memarkirkan mobilnya Essie lekas ke luar. Chelsea datang menghampiri, mengajak sang sahabat pergi ke kelas.



Sementara di perusahaan, Savero tengah melamun di ruangannya. Pria itu berdecak pelan, tak ambil pusing mengenai sosok Esther Brighton.


tok


tok


Cklek seorang pria masuk ke dalam ruangan kerja Savero. Pria itu langsung duduk berhadapan dengan Savero sendiri.


"Kenapa kau tampak kusut bos? " tanya Frans pada sang atasan.


"Hm! "


"Baiklah, biar aku tebak. Saat ini kau tengah memikirkan seorang gadis bukan? " ceplos Frans.


"Tidak." elak Savero sambil mengetik di laptopnya. Frans menatap nya curiga, dia begitu tak percaya dengan jawaban Savero.


Savero sendiri melanjutkan pekerjaannya. Frans menghela nafas panjang, dia tampak kecewa tak bisa mengorek informasi dari sang atasan. Pria itu kini membicarakan pekerjaaan.


Tepat jam sepuluh siang, Savero beranjak dari kursinya dan mengajak Frans makan siang. Keduanya memilih ke luar dari perusahaan dan pergi ke restauran terdekat.

__ADS_1


"Jadi kamu sudah move on Ver? " tanya Frans dengan santai.


Savero melirik nya datar tanpa memberikan jawabannya. Frans mendengus pelan, memilih melanjutkan makan siangnya.


Beberapa menit berlalu, keduanya telah selesai makan siang. Frans terus mengajaknya bicara, dia begitu penasaran dengan kehidupan pribadi Savero.


"Anya sudah meninggal, lanjutkan hidup kamu dan raihlah kebahagiaan kamu Vero. " ucap Frans dengan bijak.


"Kau tak mungkin terus menerus melihat masa lalu bukan? "


"Urus saja urusan pribadimu Frans! " ujar Savero dengan nada dinginnya. Dia tak suka urusan pribadinya selalu di usik siapapun termasuk Frans dan keluarganya.


Savero beranjak dari sana dan pergi begitu saja. Frans belum sempat bicara, dia mendengus pelan lalu memanggil pelayan. Dia segera mengeluarkan selembar uang kemudian menyerahkan pada pelayan.


Frans lekas bangkit dan ke luar dari Restauran. Savero sendiri melajukan roda empatnya dengan kencang menuju ke makam. Sebelumnya dia membeli buka di Floris Shop.


Di Makam


"Aku kembali lagi An! "


"Meski ragamu tak lagi bisa aku dekap, namun semua kenangan manis diantara kita masih berputar dalam kepalaku. "


Savero mengungkapkan apa yang dia rasakan pada mendiang kekasihnya. Selama ini hidupnya hanya fokus pada pekerjaan. Terdengar suara helaan nafas panjang ke luar dari bibir Savero.


"Aku merindukanmu, hanya kau yang mengerti dan memahamiku Anya! "


"Cintaku juga hanya untuk kamu seorang An, tak akan ada wanita lain yang menggantikan kamu di hatiku. "


Beberapa menit berlalu Savero bangkit dan pamit pada mendiang Anya. Pria itu meninggalkan pemakaman. Savero memutuskan pulang ke penthouse nya.


Skip

__ADS_1


Penthouse


Savero turun dari mobil dan lekas masuk ke dalam. penthouse. Pria tampan itu bergegas menuju ke kamarnya yang terletak di lantai dua.


Setelah memasukkan kata sandi pada pintu kamarnya, dia lekas masuk ke dalam. Savero nenaruh ponsel dan jasnya di atas meja kemudian meluncur ke kamar mandi.


Tak lama usai mandi dan berganti pakaian, Savero duduk di atas ranjang sambil mengenggam figura photo mendiang Anya. Terlihat sangat jelas raut pria itu tampak sendu.


"I miss you Anya! "


Savero berusaha tetap tegar meski rasa sesak itu kembali menghimpit nya. Dia sangat membutuhkan sosok Anya dalam hidupnya meski kenyataan tak seindah ekspektasi.


"Sorry Anya, aku belum bisa membahagiakan kamu. Kenapa kamu pergi begitu cepat meninggalkan aku. " gumam Savero.


Savero mengusap wajahnya kasar. Terbayang memori indahnya bersama mendiang sang kekasih. Seandainya dia bisa memutar waktu, Anya pasti tak akan meninggalkan dirinya begitu pikir Savero.


Savero merasa tak memiliki gairah hidup. Satu satunya cintanya telah meninggalkan dirinya untuk selamanya. Dia hanya bisa menyesali keadaan. Pria itu menyimpan figuran nya ke dalam laci meja.


Drt


sering ponsel mengalihkan perhatian Savero. Dia lekas bangkit, menyambar ponselnya. Pria tampan itu langsung menyapa sang mami dan berbicara. Terlihat jelas jika Savero tampak malas membicarakan perihal perjodohan.


"Pokoknya besok, mami ingin kamu hadir nak dalam pesta ulang tahun mami. " ujar Mami tak bisa di bantah.


"Terserah mami! "


Tut


Savero memilih mengalah dan enggan berdebat dengan sang mami tercinta. Dia melempar ponselnya asal, mengusap wajahnya dengan kasar.


"Mami tak paham dengan perasaanku. Aku tak ingin menjalin hubungan dengan siapapun. " gumam Savero.

__ADS_1


__ADS_2