Nona Galak & Tuan Posesif

Nona Galak & Tuan Posesif
Bab 57 Hari pernikahan Marco & Sasha


__ADS_3

Hari yang di nanti nantikan telah tiba. Marco hanya mengundang keluarga dan teman temannya. Pria itu tampak gagah menggunakan tuxedo berwarna hitam. Tak lama pengantin wanita datang, Marco meraih tangan calon istrinya.


"Saudara Marco bersediakah engkau menerima saudari Sasha sebagai istrimu dalam suka dan duka? "


"Ya saya bersedia. "? Marco sangat terlihat sangat yakin.


"Saudari Sasha bersediakah engkau menerima saudara Marco sebagai suamimu? "


Sasha terdiam, dia menatap lekat pria di sampingnya saat ini. Wanita itu kembali ke depan. "Ya saya bersedia. "


"Mulai sekarang kalian resmi menjadi suami istri. "



"Silakan sematkan cincinnya dan anda bisa mencium pasangan


anda, " Marco menyematkan cincin ke jari manis istrinya begitu pula sebaliknya. Pria itu lantas mencium istrinya di depan umum.


Suara tepuk tangan memeriahkan pesta pernikahan Sasha dengan Marco. Marco mengakhiri ciumannya, memeluk istri tercintanya dengan penuh kasih sayang.


Sasha terisak pelan, membenamkan wajahnya di dada sang suami. Dia tampak sangat bahagia, pada akhirnya bisa bersatu dengan pria yang dia cintai. Marco sendiri menciumi pucuk kepala istrinya.


Pria itu melepaskan pelukannya, menerima ucapan selamat dari para sahabatnya yang datang. Zarina datang langsung memeluk Sasha dan memberikan selamat juga hadiah nya.

__ADS_1


"Kenapa kamu justru menangis


Sha? " tanya Zarina heran.


"Aku sangat bahagia Rin tapi di sisi lain mertuaku sendiri tak hadir karena beliau membenciku dan tak memberikan restunya padaku. " ucap Sasha dengan pelan.


"Kamu sabar ya, untuk sekarang nikmati hari bahagiamu ini okey. Lagipula aku tahu kamu sudah berubah sepenuhnya. " ujar Zarina dengan bijak.


Sasha menghapus air matanya. Dia mengangguk setuju dengan apa yang di ucapkan Zarina barusan. Marco segera memeluk istrinya, berusaha menenangkan Sasha. Zarina sendiri kembali bergabung bersama keluarga kecilnya.


Pengantin baru itu menyalami para tamu yang memberikan selamat pada mereka berdua. Sasha menatap para tamu yang begitu menikmati pestanya dengan santai, saat ini mereka menikmati jamuan yang tersedia.


Pesta terus berlanjut hingga malam hari. Pengantin baru itu telah mengganti pakaian mereka. Kini Marco dan Sasha menjadi pusat perhatian. Keduanya asyik berdansa dengan diriingi musik romantis. Sasha menatap haru suami tercintanya yang begitu menjaga dirinya dengan begitu baik.


"Love you too sayang, kita hadapi semuanya sama sama oke. "


"Huum! "


Beberapa menit berlalu, Keduanya mengakhiri acara dansa mereka. Terry menghampiri orang tuanya. Bocah cantik itu memeluk dan mencium mama dan papanya. Sasha pun mengulas senyumnya melihat putrinya begitu manja pada Marco.


"Ma, Pa nanti malam aku tidur di temani mbak Tara. " ucap Terry yang di angguki Sasha. Bocah cantik itu kembali menghampiri Erland dan lainnya.


Zarina dan Morgan tak henti hentinya menggoda pengantin baru tersebut. Sasha mengulum senyumnya, menyembunyikan rona merah di kedua pipinya.

__ADS_1


Tak lama keluarga kecil itu pamit pulang. Marco mengajak istrinya menemui para tamu yang lain.


Pesta itu berakhir tengah malam. Kini keduanya telah berada di dalam kamar mereka saat ini. Dering ponsel Marco berbunyi, pria itu langsung menyambar nya. Dia memilih mematikannya, tak ingin ribut dengan sang mami malam ini.


Marco melepaskan pakaiannya menyisakan celana panjang. Sasha datang menemui prianya dengan memakai lingerie berwarna hitam hadiah dari Zarina.


"So sexy. " gumam Marco. Pria itu segera mendorong istrinya ke ranjang. Mereka pun melakukan malam pertama tanpa ada gangguan. Marco menggempur istrinya hingga menjelang pagi. Usai bercinta keduanya lekas tidur sambil berpelukan.


Esok harinya, mereka berdua bangun kesiangan. Keduanya lekas membersihkan diri dan beres beres. Usai berpakaian mereka ke luar dari kamar dan turun ke bawah.


"Pagi mama, pagi papa. " sapa Terry dengan senyuman lebarnya.


"Pagi juga sayang. " jawab Sasha sambil tersenyum. Wanita itu melayani suami dan anaknya secara bergantian. Ketiganya sarapan bersama dalam suasana hening.


Terry kecil tampak bahagia memiliki keluarga lengkap. Bocah itu kembali melanjutkan sarapannya hingga selesai.


Usai sarapan Marco pamit pada sang istri. Pria itu berniat mengantarkan putrinya ke sekolah. Sasha mengantar keduanya hingga ke depan. Dia menciumi pipi anak dan suaminya.


"Kalian harus hati hati ya sayang! "


"Iya sayang, kamu jaga diri di rumah dan kalau ada apa apa hubungi aku dengan segera. " sahut Marco yang di angguki Sasha. Marco dan Terry lekas masuk ke mobil.


brum

__ADS_1


Mobil Lamborghini itu melesat kencang meninggalkan penthouse.


__ADS_2