
Hari berikutnya, keluarga kecil Morgan memutuskan pulang ke Villa setelah menginap di kediaman oma dan opa. Zarina hanya tak ingin kedua anaknya bertengkar dengan Ravella.
"Kak Erland,kenapa kak Vella seperti tak menyukai kita? " tanya Essie dengan polosnya.
"Kakak juga tidak tahu! "
Hati Zarina mencelos sakit, karena Vella di cuci otaknya oleh Agista hingga membuat gadis itu membenci Twins E. Hot mommy itu memilih tak menanggapi pertanyaan putrinya.
Hingga tiba di Villa, mereka lekas turun. Erland mengajak adiknya bermain di Gazebo. Morgan menghampiri istrinya, langsung memeluk Zarina erat.
"Kita akan sama sama menasehati Vella, dia hanya salah paham. " gumam Morgan dengan bijak.
"Kalau membenci aku, aku tak masalah sayang. Tapi si kembar turut di musuhi olehnya, aku tentu saja tak terima. " sahut Zarina dengan kecewa.
Mereka lekas masuk ke dalam, Morgan lantas pergi ke kamar untuk mengganti pakaiannya. Setelah itu dia lantas turun ke bawah dan pamit pada sang istri.
"Aku ke kantor dulu sayang. " ucap Morgan yang di sambut anggukan oleh istrinya. Pria tampan itu pergi dari sana, Zarina sendiri menyandarkan tubuhnya di sofa.
Wanita cantik itu lekas bangkit, menemui anak anaknya di Gazebo. Di sana dia memberitahu si kembar untuk tak marah pada Ravella.
"Mommy, kami justru senang memiliki saudara lain, tentunya kak Vella adalah kakak kami. " ungkap Erland. Zarina mengangguk, dia tersenyum melihat kedua anaknya mau mengerti.
Zarina POV
maafin mommy ya sayang, mommy belum bisa mengatakan kebenaran mengenai kakak kalian Ravella. Aku sangat yakin suatu hari nanti kalian pasti akan paham. Mommy tak mau kalian bertengkar dengan Ravella. Cukup ini menjadi urusan mommy dan daddy.
Zarina POV end.
__ADS_1
Wanita itu mengusap kepala twins secara bergantian. Essie tidur di pangkuan sang mommy. Erland mendengus pelan melihat tingkah manja adiknya.
"Mom, aku enggak mau punya
adik laki laki! " ucap Essie.
"Kenapa sayang? "
"Kak Erland aja jahil dan dingin kayak kulkas apalagi kalau aku punya adik laki laki nanti. " ceplos Essie yang membuat Zarina tertawa.
Erland hanya diam, bocah tampan itu berdecak pelan menatap saudara kembarnya itu. Dia pun langsung menggelitiki adiknya. Essie tertawa, dia berusaha menjauhkan tangan sang kakak.
Keduanya langsung saling kejar kejaran. Zarina hanya mampu tertawa dengan kelakuan kedua anaknya. Essie berhenti, dia tampak lelah mengejar sang kakak. Erland menghampiri adiknya, mengajaknya kembali duduk.
Siangnya Pelayan pun datang mengantarkan camilan untuk mereka. Twins E langsung mengambil minuman masing masing. Essie sendiri menyukai sesuatu yang berbau strawberry.
"Hallo Twins boy, gimana kabar kalian sayang? " sapa Zarina pada kedua ponakan tampannya.
"Kami baik aunty. " sahut Dash dengan senyuman manisnya.
Setelah menyapa sang bibi, Dante dan Dash langsung menghampiri kedua sepupunya itu. Monica duduk berhadapan dengan sang kakak ipar.
Obrolan keduanya tampak ringan, Zarina mengungkapkan apa yang dia pikirkan tentang Ravella pada Monica. Monica sangat paham dan bisa memaklumi apa yang di rasakan sang kakak ipar.
Sementara anak anak asyik bermain bola. Essie mengerucutkan bibirnya, dia merasa di abaikan kakak dan sepupunya itu. Gadis cilik itu hanya bisa menonton sambil meminum susu strawberry nya.
"Kak Erland nyebelin, mentang mentang aku perempuan sendiri. " gerutu Essie.
__ADS_1
"Kalau sudah ada Dante dan Dash, aku di lupain. " dumelnya dengan mimik muka lucu. Essie memilih memakan camilan lain dengan raut kusut nya.
Ketiga anak laki laki itu tertawa melihat wajah masam Essie. Ketiganya sengaja menjahili si cantik Essie. Merasa bosan Essie kembali bergabung bersama mommy dan aunty nya. Zarina menoleh kearah putrinya dengan kening berkerut.
"Kenapa sayang kok cemberut? " tanya Zarina.
"Kak Erland sibuk dengan Dante dan Dash. " ucap Essie dengan cemberut. Zarina dan Monica tertawa kecil, keduanya berusaha menghibur Essie.
"Ya sudah ngobrol sama mommy dan aunty aja oke. " bujuk Zarina pada putrinya.
"Iya Mommy! "
Monica menyerahkan sesuatu untuk keponakan cantiknya. Essie tentu saja sangat suka dengan kotak musik yang di berikan sang aunty padanya.
"Suka dengan kotak musik nya Essie? " tanya Monica lembut.
"Sangat suka aunty, terimakasih hadiahnya. " sahut Essie dengan senyuman lebarnya.
"Sama sama princess. " sahut Monica.
Semua orang memang memanjakan Essie termasuk opa dan omanya. Mengingat Essie cucu perempuan satu satunya di keluarga Brighton. Zarina mengulum senyumnya, melihat wajah ceria sang anak. Bocah cantik itu menaruh kotak musik nya di meja, lalu menghampiri sang aunty.
Cup
"Sekali lagi terimakasih aunty Mon Mon. " ceplos Essie. Monica membeliakkan matanya, dia pun menciumi gemas pipi sang keponakan. Zarina tertawa mendengar panggilan putrinya untuk Monica.
Tawa renyah mewarnai suasana siang itu di teras samping Gazebo. Para anak lelaki datang bergabung, turut menikmati camilannya. Pelayan datang membawakan tambahan camilan untuk anak anak.
__ADS_1