Nona Galak & Tuan Posesif

Nona Galak & Tuan Posesif
Bab 118 Season 3 Part 22


__ADS_3

Erland kembali pada malam harinya. Vivian langsung bangkit, menghampiri suaminya dalam keadaan kacau.


"Ada apa sayang, kenapa penampilan kamu berantakan? " tanya Vivian.


"Sachi berusaha menjebak aku. Kau tahu Theo ikut andil dalam rencana licik wanita itu. " geram Erland.


Vivian tentu saja terkejut. Wanita itu langsung mengusap lembut lengan suaminya. Dia lekas memeluk prianya kemudian mengajaknya ke kamar.


Kini keduanya tengah berendam di dalam jakuzi yang ada di dalam kamar mereka. Vivian menikmati dekapan hangat sang suami. Wanita cantik itu membiarkan sang suami menyentuh lekuk tubuhnya.


Beberapa menit berlalu keduanya ke luar, melakukan percintaan panas di atas ranjang. Vivian hanya ingin sang suami tenang dan bisa mengendalikan emosinya.


Kini kegiatan penuh keringat itu telah usai. Vivian tampak santai bersandar di tubuh kekar prianya. Dia mengenggam tangan sang suami, menciumnya berulang kali.


"Sayang sebaiknya kita istirahat


hm. " ucap Vivian dengan lembut.


Erland mengangguk, mencium istrinua kemudian membawa nya ke dalam pelukan.


Keesokan harinya, mereka sarapan bersama dalam suasana tenang. Kehadiran mommy dan daddy semakin terasa tegang. Daddy Morgan membuang nafas berat, menatap anak dan menantunya secara bergantian.


"Daddy ingin bicara dengan kalian di ruang tamu nanti. Tak ada bantahan dan alasan apapun. " tegasnya.


"Iya Dad! "


Mereka semua melanjutkan sarapannya. Setelah selesai daddy beranjak dari sana di ikuti Erland dan istrinya. Sementara mommy dan Essie tengah membereskan meja makan lebih dulu.


"Erland, jangan suka mempermainkan pernikahan. Cara kamu ini sangatlah salah, kau terlalu egois hingga melakukan hal licik dengan cara membawa kabur


Vivian. " ujar Daddy.


"Iya aku memang egois Dad. Selama ini aku selalu mengelak dari perasaanku terhadap Vivi. " balas Erland dengan sungguh sungguh.

__ADS_1


"Aku minta maaf telah membuat daddy dan mommy malu. "


"Daddy harap, ini pernikahan kalian yang terakhir. Daddy akan segera mengadakan pestanya nanti. "


Vivian turut meminta maaf pada sang mertua. Erland kembali memeluknya dengan posesif, dia begitu takut kehilangan istrinya. Daddy mendengus pelan melihat tingkah putranya. Pria paruh baya itu berdecak pelan melihat kelakuan sang anak.


Daddy Morgan cukup lega melihat sang anak telah mampu menahan emosinya. Diapun berterimakasih pada sang menantu. Erland melepaskan pelukannya, merasa lega setelah berbicara dengan sang daddy.


"Erland, Daddy ingin bicara dengan kamu di ruangan kerjamu. " ujar Daddy.


"Baik Dad. " Erland mencium kening istrinya lalu beranjak mengikuti sang daddy. Vivian menghembuskan nafas panjang. Tak lama Mommy dan Essie datang membawakan camilan untuk mereka.


"Mom, aku berusaha untuk membantu Erland mengontrol emosinya. " ungkap Vivian.


"Apa selama ini dia berbuat kasar padamu nak? " tanya mommy yang di tanggapi gelengan.


Mertua dan menantu itu saling sharing membahas perihal sikap Erland akhir akhir ini. Vivian berusaha meyakinkan sang mertua perihal rencananya. Mommy Zarina mengulas senyum, mempercayakan semuanya pada Vivian.


"Kakak ipar, gmana kalau kita jalan jalan. " tawar Essie.


"Baiklah, tapi izin dulu sama kakak kamu. " sahut Vivian. Essie lekas bangkit, dia menemui saudara kembarnya di ruang kerja. Setelah mendapatkan izin, Essie mengajak Vivian pergi. Dia meminta pengasuh membantu sang mommy menjaga twins B dan Anyelir, keponakannya.


Kini keduanya masuk ke dalam mobil. Essie melajukan roda empatnya dengan kecepatan sedang. Sepanjang perjalanan keduanya tampak mengobrol ringan.


Wanita itu menghentikan mobilnya di depan salon. Keduanya lekas turun dan segera masuk ke dalam.


"Kita ubah penampilan kita biar fresh, biar para suami betah dan tak berpaling. " ungkap Essie.


"Aku setuju dengan pendapat kamu Essie. " balas Vivian sambil tersenyum. Kini keduanya tengah melakukan perawatan rambut sambil membaca majalah.


Beberapa jam kemudian keduanya baru ke luar. Mereka kini dalam perjalanan menuju ke mall. Canda tawa mewarnai obrolan mereka.


Jam satu siang, mereka langsung pulang ke penthouse Erland. Vivian menemui suaminya di kamar sambilembawa barangnya. Wanita itu berputar sebentar, menunjukkan penampilan barunya pada sang suami.

__ADS_1


"Gimana sayang, penampilan aku sekarang? " tanya Vivian.


"Lebih fresh dan kamu semakin


cantik. " ucap Erland dengan tulus. Pria itu turut senang melihat perubahan sang istri. Seperti biasa keduanya akan berpelukan, seakan tak ingin berjauhan barang sebentar.


Vivi tentu saja malu dengan pujian yang di lontarkan suaminya. Wanita itu memberikan ciuman tepat di bibir Erland.


"Sayang, apa Anyelir menangis sewaktu aku pergi? " tanya Vivi.


"Tentu saja tidak. Kenzo begitu menjaga adiknya dengan baik,


baby. " balasnya tersenyum samar.


Vivian lekas ke luar dan pergi ke kamar putrinya. Erland sendiri membiarkannya, dia kembali fokus pada ponsel. Wanita cantik itu mengulum senyumnya melihat putranya tertidur di dekat box sang adik.


Cup dia melayangkan ciuman di kening Kenzo dengan lembut. Setelah itu memeriksa putri kecilnya yang tampak masih membuka mata.


Bla


bla


"Sayang. " Vivian meraih putrinya ke dalam gendongan lalu membawanya duduk di sofa.


"Kakak kamu tidur ya hm, maafin mommy ya karena ninggalin kamu princess. "


"Hoam. " Kenzo mengucek kedua matanya. Anak lelaki itu langsung duduk, mencium pipi sang mommy tercinta.


Vivian mengulas senyumnya. Dia mendengarkan celotehan sang anak yang sangat lucu.


"Kenzo sayang banget sama adik Anye ya? " tanya Vivian.


"Iya Mommy, Anye sangat cantik seperti mommy. " ceplosnya dengan polos. Vivian tertawa pelan mendengar pernyataan putrinya. Dia begitu menyayangi kedua anaknya tanpa membeda bedakan. Kenzo sendiri kembali menatap adik kecilnya sambil tersenyum polos.

__ADS_1


__ADS_2