Nona Galak & Tuan Posesif

Nona Galak & Tuan Posesif
Bab 48


__ADS_3

Beberapa hari kemudian


Hot mommy itu menghabiskan waktu dengan putri sambungnya. Zarina mencoba bersabar dan memberikan pengertian pada Ravella.


"Kelak kalau kamu sudah dewasa, kau akan mengerti sayang. Tante harap kamu mau menyayangi kedua adikmu dengan tulus. " ucap Zarina sambil tersenyum.


Vella sendiri hanya diam saja namun dia mendengarkan ucapan sang ibu sambung. Seiring sejalan nya waktu, lambat laun Vella pasti bisa merasakan ketulusan yang di berikan Zarina padanya.


Zarina sendiri kembali melihat lihat majalahnya. Sesekali dia melirik kearah putrinya yang tampak melamun. Terdengar suara helaan nafas panjang, berusaha mengontrol dirinya agar tetap tenang.


"Ayo tante temani kamu belanja ke mall. " tawar Zarina yang di angguki Vella. Hot mommy itu lekas bangkit, mengambil tasnya. Setelah itu mereka ke luar dari villa dan masuk ke mobil.


Brum


Mobil mewah itu melaju dengan kencang meninggalkan Villa Morgan.


Skip


Mall


Kedua perempuan beda usia itu asyik memilih pakaian untuk Vella. Zarina memberikan beberapa pilihan pada sang anak. Vella sendiri mencoba beberapa di ruangan ganti lalu menunjukkan nya pada Zarina.


"Tante, bagaimana dengan yang

__ADS_1


ini? " tanya Vella.


"Kamu cukup manis dengan gaun itu sayang. " ungkap Zarina sambil tersenyum.


Mereka kembali memilih yang lain. Setelah dua jam di sana, Zarina lekas melakukan pembayaran di kasir. Usai belanja mereka lekas ke luar dan melanjutkan perjalanan mereka berdua.


Ibu dan anak itu kini pergi ke taman bermain. Zarina membiarkan putri sambungnya bermain dengan anak anak seusianya. Di sana mereka hanya sebentar kemudian pergi ke restauran untuk makan siang bersama.


Zarina sengaja meluangkan waktunya dengan Vella. Si kembar saat ini di ajak liburan oleh oma dan opa.


Sore harinya mereka baru pulang ke Villa. Vella lekas pergi ke kamarnya begitu juga dengan Zarina. hot mommy itu menemui sang suami di kamar.


"Gimana sayang, apa kamu berhasil meluluhkan Vella?" tanya Morgan.


"Setidaknya Vella mau berbicara dan mendengarkan nasehat aku


"Ya itu sebuah kemajuan yang bagus. " pungkas Morgan. Zarina menciumnya sebentar lalu melesat ke kamar mandi.


Morgan sendiri kembali bermain dengan ponselnya. Tak lama Zarina ke luar dan memakai pakaian. Wanita cantik itu lekas mendekati sang suami. Dia berbaring di sebelah Morgan, Morgan sendiri menaruh ponselnya.


Zarina menjadikan lengan sang suami menjadi bantalan kepalanya. Keduanya asyik membicarakan mengenai Ravella. Morgan menciumi kening dan bibir istrinya dengan lembut.


Mereka berdua lekas bangun, ke luar dari kamar. Morgan dan istrinya pergi ke ruang tengah. Tak lama Ravella datang menyusul mereka berdua.

__ADS_1


"Daddy, aku mau minta maaf sama daddy dan tante. " ujarnya dengan canggung.


"Panggil saja dengan tante jika kamu belum siap memanggilku mommy sayang. " sahut Zarina dengan lembut.


Ravella terdiam, memperhatikan raut bahagia yang di tunjukkan ibu sambungnya. Bocah Remaja itu bisa merasakan ketulusan kasih sayang dari Ravella.


"Kenapa tante eh mommy mau sama daddy? " tanya Vella tiba tiba.


Morgan membulatkan mata mendengar pertanyaan putri sulung nya. Zarina mengulas senyumnya, menatap lembut sang anak.


"Mommy sangat mencintai Daddy kamu sayang hingga hadirlah Erland dan Essie. " jawabnya sambil tersenyum.


"Twins E juga bilang kalau mereka sayang sama kamu dan ingin main sama kamu. " jelas Zarina mengungkapkan kebenaran.


Vella sendiri merasa bersalah pada kedua adiknya yang telah dia jauhi. Zarina mendekat, mengusap kepala putri sambungnya dengan halus. Dia paham dengan apa yang di rasakan Vella saat ini.


Zarina memberikan nasehatnya agar mudah di cerna sang anak. Dia berharap putrinya itu mau menerima kenyataan dan tak lagi berburuk sangka.


"Its oke sayang semuanya perlu waktu. " pungkasnya dengan bijak.


Morgan mengulum senyumnya, memperhatikan interaksi istri dan anaknya. Pria itu merasa bersyukur memiliki istri sebaik Zarina. Zarina sendiri menarik Vella ke dalam dekapan hangatnya.


"kami semua sangat sayang sama kamu Vella. Jangan pernah berpikir jika kami semua tak peduli sama kamu nak. " bisik Zarina dengan lembut.

__ADS_1


Vella membalas pelukan sang mommy dengan erat. Zarina menciumi pucuk kepala Vella dengan penuh kasih sayang. Morgan turut menyusul, lekas memeluk dia perempuan kesayangannya selain twins E.


Mereka layaknya keluarga kecil yang bahagia saat ini.


__ADS_2