Nona Galak & Tuan Posesif

Nona Galak & Tuan Posesif
Bab 60 Kedatangan Alex


__ADS_3

Esok harinya Marco dan Sasha menitipkan Terry pada Zarina. Setelah itu keduanya berangkat ke bandara. Mereka akan pergi honeymoon hari ini.


Saat ini anak anak berkumpul di ruang tamu. Zarina sibuk mengurus si tampan Nolan yang baru selesai dia beri asi. Kini Bayi tampan itu tengah berada di gendongan mbak Rini, pengasuhnya. Wanita cantik itu menemui anak anak di bawah.


"Anak anak, rencananya mommy ingin mengadakan piknik nanti siang bagaimana? " tanya Zarina pada anak anaknya.


"Mau mommy! " pekik ketiga anak Zarina. Terry sendiri turut berteriak, dia sangat suka dengan piknik. Hot mommy tertawa pelan melihat anak anaknya tampak bahagia.


Zarina memilih pergi ke dapur, dia pun meminta pelayan turut membantunya. Sementara anak anak kembali bermain petak umpet. Essie dan Erland berusaha menghibur Terry agar tak bersedih.


Mengenai sekolah, ketiganya memang sengaja libur setelah mendapatkan izin dari guru mereka.


Siangnya mereka pergi ke danau. Zarina mengajak pengasuh bersama mereka. Dia meminta sang suami mengawasi anak anak.


"Rini, kamu enggak mau nikah lagi? " tanya Zarina pada pengasuh baby Nolan.


"Enggak nyo eh mbak. " jawab Rini dengan canggung.


"Kau juga perlu menemukan kebahagiaan kamu sendiri Rin. " ujar Zarina dengan lembut.


"Tapi saya lebih suka dengan pekerjaan saya sebagai baby sitter si tampan Nolan, mbak. "


Zarina menggeleng mendengar jawaban Rini barusan. Wanita itu tengah menata makanannya di bantu Rini.Setelah selesai keduanya kembali mengobrol sambil menjaga si kecil Nolan yang ada di Stroller.


Tak lama Alex datang, Zarina memanggil anak anak dan suaminya. Dia pun berkenalan dengan sahabat sang suami. Alex sendiri memperhatikan wanita di sebelah Zarina saat ini.


"Kau tidak ingin berkenalan dengan pria tampan sepertiku nona? " ceplos Alex. Morgan tergelak, dia lekas meninju lengan sahabatnya.

__ADS_1


Rini menoleh, menatap kearah pria yang bertanya padanya.


"Saya Arini Tuan, pengasuh baby Nolan! "


"Bisakah kita mengobrol berdua sambil menjaga si kecil Nolan? " pinta Alex. Rini menoleh kearah sang majikan, Zarina memberikan izinnya.


Keduanya lekas bangkit, mendorong stroller Nollan. Zarina mengulas senyumnya menatap kepergian Alex dan Rini.


Morgan mendekat, menarik pinggang sang istri kemudian menciumnya. Anak anak sendiri telah menutup mata sambil menjerit. Pria itu mengakhiri ciumannya, dia terkekeh pelan saat istrinya melotot.


"Daddy, ada anak anak jangan sembarangan cium cium. " omel Zarina pada sang suami. Vella dan kedua adiknya kembali membuka mata. Morgan sendiri tertawa pelan, dia menoleh kearah anak anaknya yang nyengir. Tawa anak anak meramaikan suasana.


Sementara di dekat danau



Rini tampak malu dan minder berada di dekat Alex. Alex tentu saja membuat rileks dan tenang dalam bicara.


oek


oek


"Halo bibi ada di sini okey, maaf kalau bibi sempat mengabaikan kamu boy. " bisik Arini pelan.


"Kau sudah sangat pantas untuk menikah dan menggendong anak sendiri Rini. " celetuk Alex membuat Rini menoleh.


"Saya enggak mau menikah lagi Tuan, pernikahan pertama saya gagal. Mantan suami saya sangat malu memiliki istri miskin seperti saya. " ungkap Arini dengan lirih.

__ADS_1


Alex paham dengan apa yang di rasakan Arini. Dia sepertinya tertarik dengan wanita di sampingnya saat ini. Pria itu sama sekali tak memikirkan soal status Arini.


"Tapi saya tertarik sama kamu Ri, aku ingin menikahi kamu secepatnya dan sama sama berusaha saling melengkapi satu sama lain. "


Arini tentu saja terkejut dengan keputusan Alex. Wanita itu menoleh, mencari kebohongan di wajah Alex namun tak menemukannya.


Alex sendiri sangat serius dengan ucapannya ini. pada akhirnya Arini mengangguk, dia memberikan kesempatan pada Alex. Pria itu reflek memeluk nya dari samping. Fokus keduanya kembali pada si tampan dalam gendongan Arini.


Usai mengobrol, Arini menaruh kembali Nolan dalam stroller nya. Keduanya lekas mendorongnya dan membawanya ke tempat Zarina dan Morgan.


Kini mereka menikmati makanan yang di sediakan. Alex memberitahu hubungannya dengan Arini pada Zarina dan Morgan.


"Aku sangat senang mendengar kabar ini. Di tunggu kartu undangan pernikahan kalian. " ucap Zarina dengan tulus.


"Ternyata kau gesit sekali dude. " sahut Morgan melirik jahil kearah Alex sahabatnya.


"Tentu saja, aku tak mau kena tikung lagi seperti dulu. " sahutnya santai.


Morgan dan Zarina tertawa mendengarnya. Arini sendiri merasa malu, belum terbiasa berbaur dengan para majikannya. Zarina sendiri selama ini telah menganggapnya sebagai adik sendiri.


Zarina melirik kearah Arini, dia pun memberikan nasehatnya pada Arini dengan halus. "Percayalah Ri, cinta akan hadir seiring sejalan nya waktu. Mungkin saja Alex memang jodoh kamu yang di siapkan Tuhan! "


"Tapi Mbak, saya juga takut jika keluarga Tuan Alex tak akan mudah menerima saya. " ungkap Arini lirih.


"Percayalah sama aku Ri, aku pasti akan meyakinkan mama agar merestui hubungan kita. Lagipula mama sejak lama ingin memiliki anak perempuan! "


Arini menoleh, menatap lekat wajah calon suaminya itu. Dia pun mengangguk kemudian mengulum senyuman manisnya. Alex membalasnya tak kalah manis, dia meraih tangan Arini kemudian mengenggamnya dengan erat.

__ADS_1


"Ehem, Lihat sayang Alex dan Arini sangat manis ya. Aku jadi iri, bisakah kita harus jauh lebih romantis. " ucap Zarina pada suaminya.


Gelak tawa mewarnai obrolan mereka. Arini menarik tangannya dan kembali melanjutkan makannya.


__ADS_2