Nona Galak & Tuan Posesif

Nona Galak & Tuan Posesif
Bab 34 Javas Danial Arsalan


__ADS_3

Di sebuah gudang tua, Daddy Kenzo bertemu dengan seseorang yang berkaitan di masa lalu nya.


"Aku, Javas Danial Arsalan. Apa kau ingat dengan nama Arsalan pak


Tua? " ujar Javas dengan nada datar nya.


"Jadi kau putra dari si bedebah James Arsalan? " ujar Tuan Kenzo dengan seringai miringnya.


"Tutup mulutmu brengshake. " sahut Javas dengan emosi.


Pemuda tampan itu membuang topengnya. Dia menatap tajam musuh dari mendiang ayahnya. Tuam Kenzo sendiri tak takut sama sekali dengan bocah tak tahu diri seperti Javas.


Tap


tap


Bug


Javas melayangkan pukulannya yang di balas oleh Tuan Kenzo. Mereka berkelahi, meluapkan amarah masing masing. Charles, tangan kanan kepercayaan Morgan maju dan menggantikan ayah dari bosnya itu.


Bug


"Beraninya kamu sama yang lebih tua brengshake. " geram Charles. Tuan Kenzo menghapus darah di sudut bibirnya. Dia tak menyangka jika anak dari mendiang musuhnya membalas dendam.


brak


Charles mengumpat pelan kala pukulan Javas mengenai wajahnya dengan keras.


"Berhati hatilah Charles, jangan sampai wajahmu babak belur hingga tak ada wanita yang mau


denganmu. " ceplos Tuan Kenzo.


Charles mendengus pelan. Dia tak habis pikir dengan Tuan Kenzo yang begitu konyol di waktu yang tidak tepat.


Tuan Kenzo terkekeh pelan,dia memilih duduk sambil melihat perkelahian Charles dan Javas. Javas kembali berdiri, matanya menatap tajam kearah pria paruh baya yang telah membuat kedua orang tuanya meninggal.


"Kau memang brengshake pak Tua, setelah membuat orang tuaku di penjara hingga tewas, kau hidup bahagia hingga sekarang. " desis Javas dengan mata penuh kebencian.


"Itu pantas untuk orang tuamu Jav. Lalu apakah aku harus diam saja saat ayah kep4r4tmu itu hampir melecehkan istriku? " ujar Tuan Kenzo dengan emosi meledaknya.


Javas kembali terdiam, dia kehilangan kata kata saat mendengar kebenaran mengenai orang tuanya.

__ADS_1


Tuan Kenzo berusaha mengontrol dirinya agar darah tinggi nya tak naik. Dia kembali emosi jika mengingat masa lalu yang berhubungan dengan istrinya.


"Sekali saja kau menyentuh keluargaku, akan ku pasti kan kau mengalami hal sama seperti orang tuamu dulu. " desis Tuan Kenzo.


Pria paruh baya itu lekas pergi dari gudang tua tersebut. Javas mengumpat pelan, menendang apapun yang ada di sana.


"Maaf tuan, sepertinya keluarga Tuan Kenzo telah pindah. " ujar salah satu anak buah Javas.


"Apa?


"Cari mereka terus, pastikan salah satu dari mereka mengalami kecelakaan atau kehilangan nyawanya. " bentak Javas.


Javas pun tak henti hentinya mengumpat. Dia memilih pergi dari sana dan masuk ke mobil. Sopir melajukan roda empatnya dengan kencang.


"Sial pria tua itu pasti sudah membawa keluarganya pindah. " geram Javas. Dia tak akan membiarkan mereka semua tenang sebelum dendamnya terbalaskan.


Di Mansion


Tuan Kenzo segera menghubungi istrinya dan melakukan video call di dalam kamar. Keduanya tampak mengobrol banyak hal. Pria paruh baya itu juga meminta maaf pada sang istri lewat video call.


Setelah selesai Tuan Kenzo menaruh ponselnya di atas meja. Pria paruh baya itu lekas bangkit dan pergi ke kamar mandi.


"Daddy. " pekik Mommy Amel dengan raut khawatirnya.


"Mom astaga kenapa kamu pulang. Bahaya jika kamu kembali ke mansion. " omel Daddy dengan raut kesalnya.


"Aku enggak tenang bila berjauhan dari kamu Daddy. " ungkap nyonya Amel. Dia lekas mengambil obat kemudian segera mengobati luka yang ada di wajah sang suami.


Setelah selesai dia langsung memeluk suami tercintanya. Daddy Kenzo membalas pelukan sang istri, mencium kening wanitanya. Dia juga mengatakan perihal Javas dan identitas pria itu pada sang istri.


Mommy Amel melepaskan pelukannya. Menangkup sisi wajah suami tercintanya. "Mommy mohon Daddy, kamu harus berhati hati dari dia. " ungkap Mommy Amel dengan mata berkaca kaca.


"Aku janji mommy. "


"Jangan cuma janji Daddy, kamu harus tetap hidup hingga kedua cucu kita lahir dan tumbuh dewasa nanti. " ungkapnya penuh harap.


Terdengar suara isakan tangis. Daddy Kenzo kembali memeluk istrinya. Mommy Amel benar benar sangat takut kehilangan suaminya. Setelah beberapa menit berlalu, wanita paruh baya itu mulai tenang.


"Mommy sangat jelek jika menangis seperti ini. " ceplos daddy Kenzo. Mommy Amel melototi sang suami, dia lekas mencubit perut pria tuanya yang nakal itu.


Daddy Kenzo tertawa pelan, dia kembali menciumi istrinya dan turun pada bibir Mommy Amel. Mommy Amel hanya bisa mendengus pelan minat kelakuan sang suami. Mereka kembali berpelukan dengan mesra.

__ADS_1


Keduanya beranjak dari sana pergi ke meja makan. Para pelayan telah menyiapkan makan malam. Tuan Alvan datang dan bergabung bersama keduanya.


"Ternyata musuhku adalah anak dari si bedebah itu Al. " ujar Tuan Kenzo pada besannya.


"Maksudmu anaknya James Arsalan? " tanya Tuan Alvan yang di angguki Tuan Kenzo. Tuan Alkan tentu saja terkejut, dia merupakan saksi dari perjalanan cinta Tuan Kenzo dan Nyonya Amel.


"Sebaiknya kita harus berhati hati. " ungkap Tuan Alvan.


Nyonya Amelia meminta keduanya diam dan makan lebih dahulu. Kini suasana tampak sepi, hanya terdengar suara dentingan sendok.


Seusai makan malam, mereka melanjutkan obrolan ketiganya. Ketiganya beranjak dari sana dan kembali ke ruang tamu.


Nyonya Amelia menghela nafas panjang. Dia khawatir dengan anak dan menantunya. "Dad, lakukan sesuatu agar pemuda itu tak bisa menyentuh Morgan dan Zarina. Terlebih Zarina saat ini tengah hamil besar. " ujar Nyonya Amelia.


"Mommy tenangkan diri kamu. Aku dan Alvan akan menyusun rencana untuk menghentikan dendam


Javas. " ucap Daddy Kenzo dengan sungguh sungguh.


"Iya Dad, kalian harus hati hati. " sahut nyonya Amelia.


"Tentu saja besan. " sahut Tuan Alvan sambil tersenyum.


Selesai bicara mereka beranjak dari sana dan pergi ke kamar masing masing. Pasangan suami istri itu telah berbaring di atas ranjang dan tertidur.


Pagi harinya, Tuan Kenzo dan Tuan Alvan pergi dari mansion. Keduanya meminta para pengawal untuk menjaga dan melindungi nyonya Amelia. Saat ini Nyonya Amel mengobrol dengan putrinya melalui ponselnya.


"Sayang, kamu di sana baik baik saja 'kan sama Morgan? " tanya Mommy Amel.


"Iya mom, kami baik baik saja. Mommy dan Daddy juga harus jaga diri baik baik. " ucap Zarina sambil tersenyum.


"Si kembar gimana? "


"Mereka sangat sehat dalam perut aku mommy. " ungkap Zarina.


Keduanya terus berbicara. Hingga beberapa menit berlalu, mommy Amel mengakhiri sambungannya.


Dia menghela nafas panjang, dia berharap semuanya berjalan semestinya.


huh


"Kenapa kejadian masa lalu harus berkaitan lagi dengan sekarang. " gumam nyonya Amel.

__ADS_1


__ADS_2