Nona Galak & Tuan Posesif

Nona Galak & Tuan Posesif
Bab 23 Kemarahan Morgan


__ADS_3

"Kami memang belum mengadakan pesta pernikahan, yang pasti Zarina Brighton adalah istri saya. " ujar Morgan dengan raut datarnya.


"Berani beraninya kalian menggunjingkan istri saya dengan begitu keji. Apa kalian memang sudah bosan hidup? " kelakar Morgan.


"Maafin kami tuan. " ujar salah satu gadis yang telah menghina Zarina tadi. Raut wajah para gadis gadis itu tampak pucat dan ketakutan.


"Eungh. "


Morgan beralih menatap istrinya yang telah sadarkan diri. Wanita hamil itu membenamkan wajahnya di dada sang suami. Pria tampan itu menggertakkan giginya, berusaha menahan dirinya agar tak lepas kendali.


"Kita pulang Boo. " bisik Zarina


pelan.


Morgan langsung menggendong sang istri ala bridal style. Sebelum ke luar, pria itu memberikan ancaman mematikan. Fafa langsung menyusul Morgan, gadis itu membawakan tas sang sahabat lalu menyerahkan mya pada Morgan. Dia langsung masuk ke dalam mobilnya, ikut meninggalkan area kampus.


Sepanjang perjalanan tak ada obrolan apapun. Morgan fokus mengemudikan mobilnya dengan tatapan datar.


Villa


Morgan turun dari mobilnya, pria itu menggendong sang istri lalu membawanya masuk. Dia juga mengabaikan sapaan dari sang mertua. Keduanya masuk ke dalam kamar mereka, Morgan menurunkan istrinya di atas ranjang.


Grep


"Maafkan aku Boo. " gumam Zarina dengan mata berkaca kaca.


Morgan menepis pelan tangan sang istri. Pria itu hendak berbalik namun Zarina lekas turun dari ranjang lalu memeluknya dari belakang. Terdengar suara isakan tangis, Morgan tentu saja tak tega dan berbalik ke belakang.


Hot daddy itu membawa istrinya ke dalam pelukannya. Dia tentu saja mengerti apa yang tengah di rasakan wanitanya saat ini. Dia meregangkan pelukannya, segera menghapus air mata sang istri.


"Aku tak marah sama kamu baby. " gumam Morgan.


Morgan membawa nya duduk di sofa. Pria itu menariknya bersandar di dada bidangnya. Zarina sendiri memejamkan mata sejenak, menikmati elusan tangan sang suami di perutnya.


Beberapa saat kemudian mereka sama sama tenang saat ini. Zarina menoleh, mencium sang suami dengan penuh kelembutan. Morgan tentu saja membalasnya kemudian mengakhiri ciumannya.


"Aku hanya tak terima saat tahu mereka semua merendahkan kamu dan calon anak kita. " geram Morgan.


Zarina hanya bisa terisak pelan, Morgan segera menghapus air matanya. Wanita hamil itu meletakkan tangan suaminya di atas perutnya. Pria itu membenamkan kepalanya di leher sang istri.

__ADS_1


tok


tok


Morgan melepaskan pelukannya, pria itu lekas bangkit dan membuka pintunya. Ternyata sang mommy mengantarkan minuman, pria itu langsung menerimanya dan membawanya ke dalam.


"Ada apa ini, kenapa tadi kamu menggendong Zarina, Gan? " tanya Mommy Fera pada sang menantu.


"Mahasiswi lain menuduh istriku hamil di luar nikah mom. " ungkap Morgan.


Mommy Fera tentu saja terkejut, wanita paruh baya itu memeriksa keadaan sang anak. Zarina mengatakan dirinya baik baik saja, wanita hamil itu lekas meminum teh buatan sang mommy.


"Aku akan membuat perhitungan dengan mereka nanti. " geram Morgan. Zarina menyentuh lengan sang suami, dia tak setuju namun di abaikan Morgan.


"Sayang masalah ini biar jadi urusan suami kamu, sebaiknya kamu istirahat saja. " tegur mommy Fera pada putrinya.


Zarina terdiam, Morgan lekas menggendongnya lalu merebahkan ke atas ranjang. Pria itu mencium kening dan bibir wanitanya. Mommy Fera memilih ke luar, membiarkan sang menantu menemani Zarina.


Keheningan melanda pasangan suami istri tersebut. Wanita cantik itu menatap suaminya dalam diam. Morgan menghela nafas panjang, meraih tangan sang istri lalu menggenggamnya.


"Sebaiknya kamu tidur sayang, jangan pikirkan apapun. " ucap Morgan dengan halus.


Kini Morgan berbicara dengan kedua mertuanya sebentar. Setelah itu pamit dan ke luar. Hot daddy itu melajukan roda empatnya setelah menghubungi sang asisten.


Ternyata pria itu kembali ke Kampus di mana istrinya belajar. Morgan di temani asistennya langsung menemui pemilik kampus dan melaporkan kejadian mengenai istrinya tadi siang.


"Tolong tenang dulu Tuan Morgan, kita bisa bicarakan masalah ini dengan kepala dingin. " ujar tuan Rendra.


Tak lama Julian datang bersama mahasiswi yang menggunjingkan Zarina. Mereka tampak menunduk kala mendapati sorot tajam dari Morgan.


"Percuma kuliah tinggi tinggi jika attitude sangat buruk. Memangnya kalian sudah lebih baik dari istri saya hingga berani menghina Zarina. " ketus Morgan dengan tatapan tajamnya.


"Sebelum mencaci orang lain sebaiknya kalian berkaca 'lah lebih dulu. " geram Morgan dengan emosi meledak ledak.


"Sekali lagi kejadian seperti ini terjadi pada istri saya lagi, saya pastikan kampus ini akan saya blacklist. "


Duarr


Semua orang terkejut dan tampak takut dengan ancaman Morgan barusan. Selain itu dia juga meminta sang pemilik kampus untuk memberikan hukuman pada mahasiswi yang mencaci maki istrinya.

__ADS_1


Setelah urusannya selesai Morgan bergegas pergi dari sana di susul asistennya. Julian segera menyusulnya, dia menghalangi kepergian Morgan.


"Kau, kau yang menggendong istriku hingga ke uks. Berani beraninya kamu! " bentak Morgan dengan kilatan penuh kemarahan di kedua matanya.


"Saya minta maaf tuan, saya hanya berniat membantu nona Zarina. " sahut Julian dengan tenang. Pria itu meminta maaf pada Morgan serta memberikan nasehat padanya.


"Sebaiknya kau diam saja!


"Kau hanya dosen baru di sini Tuan


Julian. jangan ikut campur urusan


aku! "hardik Morgan.


Morgan menghembuskan nafas berat, dia lekas mendorong Julian dan kembali ke mobilnya. Lamborghini hitam itu melesat kencang meninggalkan area Kampus.


Julian mengusap wajahnya kasar, dia kembali ke ruangan rektor. Morgan sendiri sepanjang perjalanan terus menerus mengumpat.


Morgan kembali pada sore harinya, dia segera turun dari mobil dan masuk ke dalam Villa. Dia menyapa putri kecilnya Ravella serta kedua mertuanya. Hot daddy itu memilih naik ke lantai dua menuju ke kamarnya.


Cklek


Zarina baru selesai mandi dan berpakaian. Wanita hamil itu menoleh, mendapati suaminya telah kembali. Morgan mengulas senyumnya menciumnya sebentar kemudian pergi ke kamar mandi.


Beberapa saat Morgan ke luar dan langsung berpakaian. Pria itu menghampiri istrinya yang saat ini telah di balkon.


"Berjanjilah kalau ada apa apa bicaralah sama aku sayang. " gumam Morgan dengan lirih.


"Apa terjadi sesuatu? " tanya Zarina yang di tanggapi gelengan oleh Morgan.


"Baiklah boo, apa kau butuh pelukan sayang? " tawar Zarina sambil merentangkan tangannya. Morgan tersenyum kecil, memeluk tubuh istrinya. Zarina mengusap kepala suaminya dengan lembut.


Pria itu menghirup aroma mawar dari tubuh istrinya yang menjadi candunya. Suasana kembali hening, keduanya larut dalam pikiran masing masing.


Zarina sendiri mendaratkan ciuman di kepala suaminya. Dia sangat bahagia bisa menikah dan memiliki suami seperti Morgan.


"I love you hubby. " bisik Zarina.


Pernyataan cinta dari istrinya bagaikan mantra untuk Morgan. Amarah dalam diri pria itu seketika lenyap, berganti dengan rasa hangat dalam dada.

__ADS_1


"Love you too! "


__ADS_2