
Mereka semua telah pulang ke villa. Saat ini Zarina berada di dalam kamar Terry. Hot mommy itu memperhatikan raut sang keponakan cantiknya.
"Aunty, Mama dan papa kapan pulangnya? " tanya Terry sambil memeluk boneka nya.
"Kira kira dua minggu lagi sayang. Jangan sedih ya, 'kan aunty, uncle, dan lainnya menemani kamu. " bujuk Zarina dengan lembut.
Terry kini tidur di pangkuan Zarina. Zarina mengusap kepala keponakannya dengan penuh kasih sayang. Dia sangat paham dengan perasaan Terry saat ini. Zarina berusaha menghibur sang keponakan cantiknya.
"Mommy." panggil Ravella. Zarina menoleh, tersenyum melihat kehadiran putri sulungnya. Ravella lekas duduk di pinggir, memperhatikan Terry dengan lekat.
Ravella menyerahkan sebuah kalung pada Terry. Terry lekas bangun, gadis cilik itu membiarkan sang kakak memakaikan kalungnya.Dia tampak sangat suka dengan hadiah yang di berikan Ravella padanya.
"Aku suka dengan kalung yang kak Vella belikan. " ceplos Terry.
"Syukurlah kalau kamu suka Terry. " ujar Vella sambil tersenyum. Keduanya langsung berpelukan satu sama lainnya. Zarina tersenyum lebar melihat kedekatan keduanya.
Vella sendiri mengeluarkan ponselnya lalu memutar film kartun, dia mengajak Terry menonton bersama. Zarina sendiri memilih bangkit, dia pun ke luar dari kamar Terry. Wanita itu memastikan si kecil Nolan lebih dulu baru setelah itu meminta Rini menjaga si kecil.
Zarina menuruni tangga, menemui sang suami di ruang tengah. Wanita itu langsung menyandarkan kepalanya di bahu sang suami. Morgan menoleh, mengenggam tangan sang istri.
__ADS_1
"Sayang ada apa? " tanya Morgan pada istrinya.
"Aku kangen sama mommy Fera dan daddy Alvan. " ungkap Zarina lirih.
cup
Morgan mencium kening sang istri penuh kasih sayang. Dia sangat paham dengan apa yang di rasakan istrinya.
"Mereka pasti akan segera pulang sayang! "
"Kau yakin Hubby? " tanya Zarina yang di angguki Morgan. Bibirnya kembali melengkung membentuk senyuman samar. Dia kembali memeluk sang suami.
"Untuk hobby atau skill aku tak akan memaksa anak anak kelak mengikuti keinginanku sayang. Biarkan mereka mengembangkan skill masing masing di bidangnya. " ungkap Zarina sambil tersenyum.
"Aku kagum dan semakin tergila gila sama kamu sayang. " sahut Morgan dengan senyuman menggoda.
Kedua pipi Zarina merona, dia mencubit gemas pipi sang suami. Wanita itu tentu saja malu dan salah tingkah dengan ucapan Morgan. Morgan sendiri tertawa pelan melihat reaksi yang di tunjukkan istrinya.
Erland datang menghampiri kedua orang tuanya. Bocah tampan itu duduk berhadapan dengan mommy dan daddy.
__ADS_1
"Mom, aku ingin tanya sesuatu! " ucap Erland ragu ragu.
"Tanyakan saja sayang. " sahut Zarina dengan lembut.
"Di sekolah ada salah satu murid yang membully murid lain dengan sebutan anak haram. " Erland menjelaskan kejadiannya pada kedua orang tuanya.
Zarina menghela nafas panjang, dia pun memberikan pengertian dan nasehat untuk sang anak. Zarina tak ingin anak anaknya menindas orang lain.
"Mommy harap kamu tidak ikut ikutan membully nya. " tegur Zarina yang di angguki Erland. Hot mommy itu juga menjelaskan apa saja dampak dari bully an terhadap para korban pada sang anak.
Erland mengangguk setelah mendengar penjelasan dari sang mommy. Dia akan selalu mengingat apa yang di katakan mommy pada dirinya. Zarina sendiri cukup lega melihat sang anak memahami ucapan dirinya.
Sore harinya oma dan opa datang. Kedua paruh baya itu memberikan kejutan untuk para cucunya. Zarina beranjak dan menghampiri orang tuanya yang pulang secara tiba tiba.
"Mommy, Daddy. " Zarina memeluk kedua orang tuanya secara bergantian. Dia mengajak mereka duduk di sofa dan mengobrol di sana. Zarina meminta Erland memanggil adik adiknya.
Kebahagiaan kini tengah di rasakan Zarina. Rini datang mengantarkan si kecil pada sang majikan. Zarina mengambil alih Nolan dan mengenalkan si tampan pada oma dan opanya yang lain.
"Mom, Dad ini anak bungsu ku bernama Nolan Adler Brighton. " ungkap Zarina. Mommy Fera langsung mengambil alih cucunya kemudian menciuminya berulang kali. Tak lama Vella dan lainnya datang, bergabung bersama oma dan opanya.
__ADS_1
Saat ini suasana tampak ramai. Zarina begitu bahagia melihat keluarganya berkumpul seperti saat ini. Selain itu dia juga bisa bernafas lega, ketakutannya tak terjadi sama sekali.