
Sorenya Marco pulang dari kantor, pria itu lekas menghampiri istrinya. Dia langsung melempar foto ke meja membuat Sasha terkejut.
"Sayang, ada apa? " tanya Sasha tak mengerti.
Wanita itu meraih foto yang di lemparkan suaminya. Sasha membulatkan mata, dia lekas menarik suaminya untuk duduk di sebelahnya. Sasha menjelaskan pada sang suami agar tak terjadi kesalah pahaman.
"Aku tak sengaja bertemu dengan Calvin! "
"Kamu dapat dari mana foto itu sayang? " tanya Sasha penasaran.
"Ada yang mengirimnya padaku. " jawab Marco dengan nada datarnya.
"Lalu di mana Terry? "
Marco terdiam. Sasha langsung bangkit, ke luar dari mansion begitu saja. Dia mencari keberadaan sang anak. Beberapa menit berlalu, Sasha bisa bernafas lega setelah tahu putrinya bermain di taman di temani mbak Tara.
Wanita cantik itu mendekati sang anak, memeluknya dengan erat. Sasha berusaha menghilangkan ketakutan dalam dirinya. Hot mama itu melepaskan pelukannya, menciumi wajah sang anak.
"Sayang kok ke luar enggak bilang sama mama? " tanya Sasha.
"Terry bosen ma kalau di dalam kamar aja atau di ruang tengah. " ucap bocah itu.
__ADS_1
"Lain kali bilang dulu sama mama ya, kalau mau pergi ke taman kota ajak mbak Tara dan pak sopir. " ujar Sasha yang di angguki Terry.
Sasha langsung bangkit, dia membiarkan putrinya kembali bermain ayunan di taman belakang. Wanita itu berbalik meninggalkan taman, memilih kembali ke dalam. Dia tak menemukan sosok suaminya di ruang tamu.
Hah
Sasha menjatuhkan dirinya di atas sofa. Dia sangat penasaran dengan siapa yang memotret dirinya dan Calvin. Wanita itu lekas bangkit, menyusul suaminya di kamar.
Grep Sasha menyusul prianya di dalam kamar mandi. Tubuh mereka sama sama polos, Sasha membalik tubuh sang suami. Dia kembali menjelaskan kejadian yang sebenarnya.
"Masih cemburu? " tanya Sasha melihat suaminya diam saja. Wanita itu melepaskan pelukannya dan hendak ke luar. Marco menahannya, mengukungnya di dekat tembok.
Keduanya melakukan percintaan panas di sana. Tak lama mereka ke luar dan melanjutkan di atas ranjang.
huh
Sasha mengatur nafasnya yang memburu usai melayani suami tercintanya. Wanita itu kini berada dalam dekapan prianya. Marco sendiri mengenggam tangan sang istri lalu menciumi nya berulang kali.
"I love you baby, aku takut kehilangan kamu. " ucap Marco lirih.
"Me too. Aku hanya milik kamu sayang, don't worry ok. " sahutnya. Keduanya kembali berciuman dengan mesra. Sasha mengusap wajah tampan sang suami. Dia mendaratkan ciuman di kening dan bibir Marco.
__ADS_1
Marco meminta maaf pada sang istri atas sikap nya tadi. Hampir terjadi kesalah pahaman di antara keduanya. Sasha paham jika suaminya begitu cemburu. Wanita cantik itu kembali memeluk sang suami.
Mereka kembali melakukan penyatuan hingga dua jam ke depan. Tepat pukul enam sore mereka baru ke luar dari kamar. Sasha pergi ke dapur, Marco sendiri menghampiri putri kecilnya di ruang tengah.
Tepat pukul tujuh malam mereka bertiga makan malam bersama. Marco dan Sasha hanya diam mendengarkan celotehan Terry. Kehadiran Terry membuat suasana tampak ramai.
"Sayang, besok kamu ikut tante Zarina dan Om Morgan ya. " ucap Sasha pada sang anak.
"Memangnya mama mau ke mana? " tanya Terry.
Sasha memberikan pengertian pada sang anak. Terry sendiri jarang memberontak atas perintah sang mama. Gadis manis itu mengangguk sebentar setelah itu melanjutkan makannya.
Usai makan malam selesai, Mbak Tara datang dan mengajak si kecil ke kamar duluan. Sasha sendiri beres beres meja makan setelah itu menyusul sang suami ke kamar mereka.
Skip
Di kamar
"Sayang, kau yakin tak ingin mengajak Terry bersama kita? " tanya Marco pada istrinya.
"Yakin, lagipula jika putri kita ikut. Aku pasti lebih memperhatikannya dari pada kamu sayang. " ledek Sasha pada sang suami.
__ADS_1
Marco berdecak pelan, pria itu langsung menggelitiki pinggang sang istri. Tawa renyah terdengar dari bibir Sasha. Dia meminta sang suami berhenti, keduanya lekas berbaring dan segera beristirahat.
Marco mencium istrinya lebih dulu setelah itu baru memejamkan kedua matanya.