Nona Galak & Tuan Posesif

Nona Galak & Tuan Posesif
Bab 40 Saling Memaafkan


__ADS_3

Malamnya mereka pergi ke mansion Grayson. Zarina menggandeng anak anaknya dan mengajaknya masuk ke dalam. Pesta ulang tahun Cakra di mulai, suasana tampak ramai. Zarina memberikan kadonya pada si tampan Cakra.



Ibu anak dua itu mengenakan dress berwarna merah senada dengan pakaian keluarga kecilnya. Zarina membiarkan anak anaknya bermain dengan yang lainnya.


Kini dia mengobrol dengan sang sahabat dan para sepupu yang hadir termasuk Ezekiel dan istrinya. Ezekiel tentu saja terkejut melihat sepupunya berubah, Morgan langsung menjelaskannya.


"Semuanya tetap sama meski wajah Morgan berubah. " ungkap Ezekiel dengan bijak.


"Oh ya aku permisi dulu, kalian lanjutkan saja obrolan kalian. " Zarina lekas pergi ke toilet. Morgan langsung mengejar sang istri. Sementara yang lainnya hanya saling melirik satu sama lain.


Setelah dari toilet, Zarina memilih pergi ke ke luar sebentar. Wanita itu berdiri membelakangi Morgan yang datang menyusulnya.


Grep


sepasang lengan kekar memeluk Zarina dari belakang. Morgan pun membalik tubuh istrinya, mengeluarkan cincin lalu menyematkan ke jari manis istrinya.


"Semarah marahnya kamu, aku mohon jangan lepaskan cincin pernikahan kita Rin. " pinta Morgan.


"Selama kita berpisah, aku tak pernah mendekati wanita manapun sayang. " ungkap Morgan dengan serius.


Hiks


Zarina menangis sambil memukuli dada sang suami. Morgan lekas memeluknya, keduanya berpelukan melepas rindu. Wanita cantik itu membenamkan wajahnya di dada bidang Morgan.


Dia menjauhkan wajahnya, Morgan langsung menciumnya yang di balas oleh Zarina. Morgan mengakhiri ciumannya, dia menghapus air mata sang istri.


Bibirnya melengkung membentuk senyuman samar. Tentu saja dia bahagia sang istri telah menerimanya kembali. Keduanya lekas kembali ke dalam dan berkumpul bersama lainnya.


"Thanks ya Fa, kamu sudah mau ngingetin aku. " balas Zarina sambil tersenyum.


"Nah gitu dong baikan. " ceplos Fafa dengan senyuman manisnya. Dia turut senang melihat sang sahabat telah memaafkan Morgan.


Zarina hanya tersenyum malu malu begitu juga dengan Morgan. Kini mereka semua menikmati hidangan yang tersedia. Sementara anak anak tengah menikmati kue.

__ADS_1


Larut malam keluarga kecil Morgan pamit pulang begitu juga dengan keluarga kecil Ezekiel. Fafa dan suaminya yang menggendong Cakra lekas naik ke lantai atas untuk mengganti pakaian mereka.


"Mommy, Cakla mau tidul baleng mommy dan daddy. " pinta Cakra.


"Okey sayang. " Ketiganya lekas mengganti pakaian lebih dulu setelah itu naik ke atas ranjang. Christian mendengus pelan, putranya menganggu kemesraan dirinya dan sang istri.


"Mommy bacakan dongeng untuk kamu. " ucap Fafa sambil tersenyum


Cakra mengangguk pelan, Chris sendiri memperhatikan dua orang tersayangnya itu.


Beberapa menit berlalu Cakra telah tertidur, Fafa menaruh bukunya di atas meja. Wanita itu mencium kening putranya dengan penuh kasih sayang.


"Mas, mainan Cakra sudah banyak dan kini bertambah dari kado kado Zarina dan lainnya. Terlebih oma dan opa juga memberinya kado 'kan? " ungkap Fafa pada suaminya.


"Biarkan saja sayang, kita tak perlu beli lagi setelah ini. " sahut Chris dengan santai. Keduanya lekas berbaring, Chris memeluk istrinya dari belakang.


Sementara di Villa Morgan


Deru nafas memburu terdengar. Tampak suami-istri tengah melebur menjadi satu. Morgan terus menghujam istrinya kian dalam, liar dan panas. Zarina sendiri hanya mampu menyebutkan nama suaminya kala kenikmatan itu kian terasa.


"Love you too sayang. " Morgan kian menghujam wanitanya. Dia semakin bergairah melihat wajah sayu sang istri.


Zarina memeluk tubuh sang suami kala keduanya mencapai pelepasan. Morgan menyingkir dari tubuh wanitanya, menarik selimut menutupi tubuh mereka. Keduanya tengah mengatur nafas masing masing yang tersengal.


Pria itu menyusut ke bawah, memainkan buah persik istrinya yang cukup sintal dan besar. Zarina menekan kepala suaminya untuk tetap berada di bawah dagunya.


Tak hanya di sana Morgan juga bermain di area lain, area rawan banjir. Zarina benar benar di manjakan dengan sentuhan sang suami. Pria itu kembali berbaring, membawa sang istri ke dalam pelukannya.


"Rasamu masih sama sayang. " bisik Morgan sambil menciumnya sebentar.


"Selama ini aku memang melakukan perawatan hubby! "


"Untungnya aku belum terlambat. Aku tak akan rela jika kamu menikah dengan pria lain. " gerutu Morgan. Zarina tertawa kecil mendengar ucapan suaminya barusan.


Wanita cantik itu kembali menciumnya dengan tatapan nakal. Morgan menggeram rendah, dia sangat menyukai sikap agresif wanitanya. Dia mengusap wajah tampan prianya, Zarina bersyukur atas kembalinya sang suami.

__ADS_1


Keduanya kembali meraup kenikmatan setelah Morgan menyibak selimutnya. Kali ini giliran Zarina yang mencoba memuaskan sang suami tercinta. Untungnya kamar mereka kedap suara hingga tak menodai telinga si kembar.


Usai bercinta keduanya langsung terlelap tanpa membersihkan diri terlebih dulu.


Paginya pasangan itu baru selesai melakukan olahraga pagi di ranjang dan kamar mandi. Mereka kini selesai berpakaian dan beres beres.


"Kita keluar yuk sayang, temui anak anak. " ajak Zarina pada sang suami.


Morgan mengangguk. Pria itu memeluk istrinya dan membawanya ke luar. Dia memeluk pinggang sang istri menuruni tangga menuju ke meja makan.


"Pagi Mommy, Pagi daddy. " sapa kedua bocah itu.


"Pagi juga sayang. " Zarina lekas melayani anak anak lalu sang suami. Kini mereka bertiga sarapan bersama dalam raut bahagia.


"Mommy dan daddy sudah baikan? " tanya Erland.


"Sudah sayang. " jawab Zarina. Erland dan Essie tampak bahagia mendengar pengakuan mommy mereka. Zarina mengulum senyumnya, mereka melanjutkan sarapan hingga selesai.


Usai sarapan, mereka beranjak dari sana. Zarina memutuskan ikut mengantarkan anak anak ke sekolah bersama suaminya. Mereka telah masuk ke mobil, Morgan melajukan roda empatnya dengan kecepatan sedang.


Sepanjang perjalanan Twins E banyak bicara hingga membuat suasana menjadi ramai. Beberapa menit berlalu, mereka turun dari mobil. Twins E masuk ke dalam sekolah setelah berpamitan pada kedua orang tuanya.


Zarina dan Morgan masuk ke mobil dan meninggalkan area sekolah Twins E. Wajah keduanya tampak cerah hari ini. Mereka berdua terus mengobrol, Morgan memilih mengajak istrinya jalan jalan.


"Apa kau happy sayang? " tanya Morgan.


"Tentu saja happy, kembalinya kamu adalah anugrah dan aku bersyukur atas itu. " ungkapnya.


"Oh ya apa selama ini kau dekat dengan laki laki lain? " tanya Morgan penasaran.


Zarina terdiam. Morgan menepikkan mobilnya, lalu menoleh kesamping. Wanita itu mengangguk pelan membuat sang suami terlihat mengumpat.


"Siapa mereka, biar aku tonjok. " geram Morgan.


"Lupakan saja hubby, lagipula selama ini aku tak pernah menanggapi godaan dari pria pria itu. " sahutnya. Morgan bernafas lega mendengar pengakuan istrinya.

__ADS_1


Dia kembali menyalakan mobil dan lanjut jalan. Morgan memutar musik, membuat suasana kian romantis. Zarina menggeleng pelan melihat tingkah suaminya yang seperti abege.


__ADS_2