Nona Galak & Tuan Posesif

Nona Galak & Tuan Posesif
Bab 106 Season 3 Part 10


__ADS_3

Keesokan harinya, Ravella dan keluarga kecilnya datang berkunjung. Kini hanya menyisakan mommy dan sang pengasuh. Sementara para pria telah pergi ke kantor.


Wanita itu mendorong kereta bayinya hingga ke ruang tengah. Twins A tampak pintar dan juga semakin gembul. Tak lama mommy turun dan membawa cucu cantiknya.


"Mom, biarkan aku gendong


Anyelir. " ujar Ravella. Mommy menyerahkan si kecil pada putri pertamanya.


"Aunty tak akan membiarkan kamu mengalami apa yang aunty rasakan sayang. Kami semuanya sayang sama kamu Anyelir. " gumam Ravella sambil mencium pipi sang keponakan.


Keduanya lekas duduk di sofa. Ravella mengusap sayang sang keponakan. "Oh ya mom, bagaimana rencana pernikahan Erland dan Sachi? " tanya Ravella.


"Tetap berjalan nak, lambat laun Sachi pasti bisa merawat dan membesarkan Anyelir. " ungkap Mommy Zarina.


"Iya Mom! "


Beberapa saat berlalu mbak Nila datang mengambil alih si kecil Anyelir. Setelah itu membawanya menuju ke kamar. Mommy memperhatikan kedua cucu sulungnya yang tampak gembul.


"Mom, aku titip Axel dan Alika di sini ya, nanti di bantu mbak Bella kok. " Bella, adalah nama pengasuh baru dari Si kembar Axel dan Alika, yang di ajak Ravella.


"Memangnya kamu mau ke mana sayang? " tanya Mommy.


"Mau menemui Saskia! "


Skip


Di Perusahaan

__ADS_1


Erland saat ini tengah memimpin rapat. Pria itu begitu serius dengan wajah datarnya. Hingga dua jam berlalu, dia mengakhiri rapatnya. Erland beranjak dari kursinya lalu ke luar di ikuti Zidan.


"Bagaimana Zidan, apa kau sudah mengetahui jejak mantan istriku Itu "" tanya Erland setiba mereka di ruangan kerja Erland.


"Saya tak menemukan jejaknya tuan. Sepertinya nyonya Vivian memang sengaja menghilang. " ungkapnya.


Erland kembali terdiam. Pria itu membuang nafas berat, memilih tak ambil pusing. Saat ini hanya Anyelir dan Sachi yang dia pikirkan. Hot daddy itu tak trauma dengan pernikahan pertamanya yang telah gagal dan kandas.Dia melanjutkan pekerjannya yang tersisa.


Tepat pukul tiga sore Erland pulang ke villa. Pria itu lebih dulu ke kamar untuk bersih bersih. Tak lama dia turun dengan pakaian kasualnya.


"Apa Anyelir masih menangis


mom? " tanya Erland sambil menggendong putri kecilnya.


"Tidak sayang, hanya saja tadi mommy menerima paket berisi asi yang di kirimkan Vivian. " ungkap mommy yang membuat Erland terkejut.


Wanita paruh baya itu kembali mengambil alih cucunya kemudian menyerahkan selembar surat pada Erland. Erland lekas membuka surat itu dengan rasa penasarannya.


"Kau boleh saja marah dan membenci Vivian. Tapi Vivian 'lah yang melahirkan Anyelir hingga ke dunia, jangan lupakan itu. " sindir mommy.


Wanita paruh baya itu kembali menimang sang cucu. Dia pun memperhatikan wajah Anyelir yang tampak tenang dan terlelap dalam gendongannya.


Erland kembali di buat bungkam. Dia lekas bangkit dan mengambil alih putrinya. Pria itu membawa Anyelir ke kamar dan menaruhnya di box bayi.


"Daddy akan memberikan figur seorang ibu pada kamu princess. Mami Sachi adalah gadis yang baik dan pantas menjadi ibumu. " ungkap Erland.


Hot daddy itu kembali membuang nafas panjang. Dia hanya berharap kelak sang anak memahami alasan dirinya menjauhkan Anyelir dari ibu kandungnya. Erland beranjak, dia pun memilih beranjak ke Balkon.

__ADS_1


Di sana dia tengah menenangkan dirinya. Pria itu tampak tak karuan setelah mengetahui sang mantan mengirimkan asi untuk Anyelir. Erland masih menyalahkan dan sangat membenci sosok Vivian, mantan istri pertamanya.


"Seharusnya kau tak perlu hadir dalam kehidupan aku Vi! "


Pandangan pria itu tampak lurus ke depan. Suara tangisan Anyelir membuat Erland menoleh, dia lekas mendekati putrinya. Pria itu langsung menggendong sang anak, segera menenangkan Anyelir.


"Kenapa sayang, daddy ada di sini Anye. " ucap Erland dengan lembut. Mommy datang, wanita paruh baya itu menanyakan perihal cucunya yang menangis.


"Entahlah mom, dia menangis. " ujar Erland bingung.


"Ya sudah kamu ambilkan asi di kulkas. " ujar Mommy yang di angguki Erland. Pria itu langsung ke luar dan turun ke bawah. Beberapa saat berlalu, dia kembali dan menyerahkan sebotol asi.


Mommy lekas duduk, dia mulai memberikan botol asinya pada sang cucu tercinta. Setelah selesai dia menyerahkan botol asi Anyelir pada Erland.


"Mungkin Anyelir memang haus? " tebak Mommy Zarina sambil memperhatikan cucunya.


Erland merasa lega, pria itu sempat panik dan khawatir dengan putrinya. Setelah sang cucu kembali tidur, dia lekas menaruhnya kembali ke box bayi. Keduanya segera ke luar membiarkan Nila, pengasuh Anyelir yang menjaga.


Kini mereka berbicara di taman samping. Mommy Zarina mengusap bahu sang anak. Daddy datang dan memanggil sang putra. Erland lekas bangkit, menyusul daddy nya.


Nolan sendiri menghampiri mommy nya. Dia duduk di sebelah sang mommy tercinta.


"Gimana nak, apa kamu menemukan petunjuk keberadaan mantan kakak iparmu? " tanya mommy.


"Belum ada mom. " jawab Nolan. Mommy tertunduk lesu, dia gagal menemukan keberadaan Vivian. Nolan sendiri berusaha menenangkan sang mommy


"Aku sangat kasihan dengan si kecil Anyelir, nak! "

__ADS_1


Nolan menghela nafas panjang. Dia merasakan apa yang di rasakan sang ibu. Keduanya kembali mengobrol ringan, mengenai persiapan pernikahan Erland dan Sachi.


Tepat pukul tujuh malam, mereka berkumpul di meja makan. Kini mereka makan malam bersama, suasana tampak ramai. Kehadiran Sachi benar benar meramaikan suasana saat ini. Gadis itu tak lagi canggung, dia telah menganggap keluarga Erland sebagai keluarganya sendiri.


__ADS_2