Nona Galak & Tuan Posesif

Nona Galak & Tuan Posesif
Bab 66 season 2 Part 4 Liburan


__ADS_3

Beberapa hari berlalu Terry telah merelakan kepergiannya papanya. Gadis itu tak ingin terlalu berlarut dalam kesedihan. Saat ini dia, Ravella dan lainnya pergi berlibur di sebuah desa yang terkenal akan keindahan air terjun nya, desa Cayes.


Setelah menempuh waktu satu jam lamanya, akhirnya mereka sampai di villa milik daddy Morgan.


"Ngomong ngomong, hutan itu ada hewan buasnya tidak ya? " ceplos Essie.


"Ada, entar harimau itu menghampiri kamu dan nerkam kamu Essie. " sahut Nolan dengan tengil.


"Hei panggil aku kakak. " Essie langsung menjitak kepala adik bungsunya itu. Ravella tergelak mendapati perdebatan keduanya, dia lekas mengajak adik adiknya masuk ke dalam Villa.


Dia pun lekas menunjuk kamar masing masing untuk adiknya. Ravella segera menarik kopernya menuju ke lantai dua.


Skip


Di kamar Ravella


Tak lama dia memilih ke luar dari kamar dan turun ke bawah. Gadis itu memilih jalan jalan ke luar.



kini Ravella duduk dengan kaki menjuntai ke dalam air. Dia menyukai suasana desa yang tampak sejuk dan menenangkan.


"Kak Vella. " pekik Terry. Ravella menoleh, dia tersenyum melihat Terry datang menyusul. Gadis itu lekas duduk di sebelah sang kakak.


"Kenapa enggak ngajak ajak aku


sih. " protes Terry.


"Aku kira kamu tidur makanya enggak ajak kamu dan twins E. " sahutnya santai. Terry kembali bungkam, pandangan gadis itu kini tertuju ke arah depan.


Ravella mengerutkan kening, penasaran dengan apa yang tengah di pikirkan sang adik. Terry mengungkapkan apa yang dia rasakan pada sang kakak. Wanita itu mengusap punggung sang adik.


"Kamu bisa meraih kebahagiaan kamu. Bukankah kamu sudah berjanji pada mendiang uncle Davian? "

__ADS_1


"Kau benar kak, aku harus kuat dan tegar dalam menjalani hidup. " sahutnya sambil tersenyum.


Ehem


Keduanya menoleh ke belakang saat mendengar suara deheman orang. Ravella dan Terry terkejut melihat kehadiran River dan Elton. Keduanya segera bangkit, menghampiri pria pria di hadapan mereka.


"Kenapa kalian ada di sini? " tanya Ravella pada River.


"Tentu saja menyusul kalian nona nona cantik. " jawab River sambil mencolek dagu Ravella. Gadis itu mendengus pelan akan ucapan River barusan.


River sendiri pun lekas menariknya menjauh dan mengajaknya berkeliling. Elton memperhatikan hiiiTerry kemudian mengajaknya duduk di dekat danau.


"Kau sangat jelek jika terus terusan bersedih Terry. " ucap Elton.


"Aku hanya perlu menyesuaikan keadaan, Elton. Semuanya terasa dejavu untukku, dulu aku kehilangan mama dan papa Marco karena mereka kecelakaan. " ungkapnya.


Elton mengenggam tangannya, Terry memperhatikan apa yang di lakukan Elton. Pria itu menciumi telapak tangan calon istrinya. Terry terkejut dengan tindakan Elton barusan.


"Kau yakin, tapi aku memiliki keluarga yang cukup berantakan El. Aku tak ingin keluargamu malu memiliki aib seperti aku? " cecar Terry. Elton justru terus berusaha meyakinkan nya. Terry mengangguk, dia mengulas senyumnya di depan Elton. Pria itu lekas memeluknya, Terry membalas pelukan calon suaminya.


Elton meregangkan pelukannya, membenamkan bibirnya di atas bibir calon istrinya. Terry sempat terkejut namun dia membalas ciuman Elton. Pria itu mengakhiri ciumannya setelah mendapat Terry hampir


kehabisan nafas.


"Kau suka sekali nyosor ya. " omel Terry.


"Hanya kamu yang aku cium


sweety! " sahut Elton sambil tersenyum. Keduanya lekas beranjak dari sana dan kembali ke Villa. Kini mereka berkumpul di ruang tamu, di sana mereka tengah asyik makan.


Para pria hanya diam mendengarkan gadis gadis mereka yang asyik berbincan hangat.


"Ter, gimana kalau kita berenang sekarang? " ajak Ravella pada adiknya.

__ADS_1


"Apa kami boleh ikut? " sahut River dengan usilnya. Ravella langsung


menabok lengan pria nya itu. River terkekeh pelan, pria itu lekas bangkit dan membopong sang kekasih.


Dia mengabaikan sorakan dari para calon adik iparnya. Ravella hanya mampu mendengus pelan. Kini mereka tengah berdoa di tepi kolam renang yang letaknya di belakang. Gadis itu memperhatikan River yang asyik berenang.


"Vella baby, kemarilah kita berenang bersama. " ajak River dengan tatapan nakalnya.


"Berenanglah sendiri. " ketusnya. Pria itu dengan nekat menarik gadisnya hingga kecebur ke kolam renang.



"River Ganeswara. " pekik Ravella kesal. Wanita itu memukuli tubuh kekar dari River yang justru tertawa. Pria itu saat ini hanya memakai celana panjang tanpa atasan.


Terlanjur basah, Ravella memilih membenamkan tubuhnya ke dalam kolam kemudian muncul.


Dia berenang menjauhi pria menyebalkan di dekatnya itu. River tentu saja mengejarnya ke manapun. Pria tampan itu memeluknya dari belakang, membawanya ke sudut kolam.


Cup


"Jangan marah marah Vella baby! " kecupnya tepat di bibir sang gadis.


"Nyosor kayak soang. " cibir Ravella dengan jengkelnya. Ravella mengalungkan kedua tangannya ke leher River. River sendiri tersenyum tipis kala melihat gadisnya merapatkan tubuh mereka.


Gadis itu kembali memperingatinya agar tak macam macam. River justru mengedipkan sebelah matanya ke arah Vella. Ravella mendengus pelan, dia melepaskan pelukannya kemudian naik ke atas, keduanya duduk di tepi kolam.


"Sudah berapa banyak wanita yang kau goda tuan River? " tanya Ravella dengan tatapan penuh curiganya.


"Baru kamu saja Vella baby. " sahut River dengan senyuman menawannya.


"Aku tak percaya. " sahutnya ketus. River tergelak, dia melingkarkan tangannya ke pinggang Vella. Gadis itu hanya diam saja, keduanya kembali mengobrol ringan. Tak lama Vella dan River beranjak dari sana dan masuk ke dalam. Vella pergi ke kamarnya, sementara River mengambil pakaiannya yang ada di dalam mobil lalu membawanya ke Kamar mandi.


__ADS_1


__ADS_2