Nona Galak & Tuan Posesif

Nona Galak & Tuan Posesif
Bab 26 Pernikahan MorZa & SaMon


__ADS_3

Tepat satu bulan, pernikahan antara Samuel dan Monica di adakan di kediaman Brighton bersamaan dengan pesta Morgan & Zarina.


Kedua pasangan itu sama sama mengucapkan janji suci. Kini mereka saling menyematkan cincin ke pasangan masing masing. Suara riuh menambah kemeriahan pesta pagi ini.


Tiga keluarga tampak bahagia dengan pesta pernikahan dua pasangan suami istri tersebut. Morgan mencium kening istrinya, merengkuh tubuh wanitanya dengan posesif.


"Kau lelah sayang? " tanya Morgan.


"Huum! "


Morgan langsung meminta istrinya duduk di sebuah sofa. Mereka berempat menyalami para tamu yang memberikan selamat padanya.


Beberapa jam kemudian dia dan Samuel lekas mengobrol dengan para klien yang hadir termasuk tuan Haidar. Sementara para wanita asyik mengobrol sambil duduk menemani Zarina dan Monica.


"Zarin sayang, apa kamu masih mual mual nak? " tanya mommy Amelia pada sang menantu.


"Sudah tidak mom. " balasnya sambil tersenyum.


"Syukurlah kalau begitu. " sahut mommy Amelia sambil tersenyum. Mommy dan mommy Hera menemui para teman teman arisan mereka.


Zarina dan Monica kembali mengobrol. Gadis itu membisikkan sesuatu ke telinga sang kakak ipar. Zarina tentu saja tertawa mendengar pertanyaan polos Monica.


"Di awal memang sakit namun lambat laun kau pasti menyukainya Monica. " ujar Zarina.


"Semoga malam pertama kamu dengan Sam sukses. " ceplosnya yang membuat pipi sang adik ipar merona. Zarina kembali tergelak, dia mengusap perutnya yang masih rata.


Pesta terus berlanjut hingga malam harinya. Dua pasangan itu telah mengganti pakaian mereka. Kini mereka tengah asyik berdansa, menjadi sorotan para tamu yang tengah membicarakan keempatnya.


Hari ini menjadi hari yang paling membahagiakan bagi pasangan MorZa dan SaMon.


Larut malam Morgan pamit pada semuanya dan membawa sang istri ke kamar. Hal yang sama di lakukan Sam dan Monica yang turut meninggalkan pesta yang usai.


Cklek


Morgan dan Istrinya telah masuk ke dalam kamar. Keduanya lantas segera mengganti pakaian mereka. Setelah selesai keduanya segera naik ke atas ranjang.


"Sayang, kamu mau anak cowok apa cewek? " tanya Zarina pada sang suami.


"Apapun itu asalkan kamu dan calon baby kita sehat. " ungkap Morgan dengan santai.


Zarina mengulum senyumnya, dia tak menyangka Morgan mampu meluluhkan hatinya yang keras. Dia mengakui telah jatuh cinta dengan suami tercintanya ini.

__ADS_1


Wanita itu dengan sengaja mencium bibir suaminya dengan lembut kemudian menjauhkan wajahnya. Morgan pun tersenyum tipis, merentangkan tangannya, membiarkan sang istri tidur di lengannya.


"Sudah ngantuk sayang? " tanya Morgan yang di tanggapi celengan oleh Zarina.


"Gimana kalau kita buka kado? " tawar Zarina.


"No, lebih baik kita segera tidur. Aku enggak mau kamu kelelahan. " ungkap Morgan.


Zarina tentu saja menurut, dia membenamkan kepalanya di dada sang suami. Mereka pun tidur sambil berpelukan.


Di kamar sebelah malam ini menjadi malam panjang untuk Samuel dan Monica. Keduanya sepertinya telah sukses melakukan penyatuan dalam kamar mereka.


Deru nafas memburu membasahi tubuh keduanya yang tampak berkeringat. Monica sangat senang dan tak menyesal menyerahkan kesuciannya pada orang yang tepat dan berhak.


Samuel kembali mencium bibir wanitanya dengan mesra. "Thanks you sayang, aku sangat senang menjadi pria pertamamu. " gumam Samuel.


"Sama sama hubby, ayo tidur. " Monica tertidur lebih dulu. Samuel menaikkan selimutnya kemudian memeluk sang istri dan menyusulnya ke alam mimpi.


Keesokkan harinya, kini mereka berkumpul di meja makan. Suasana tampak hening, hanya terdengar suara sendok yang beradu satu sama lainnya.


"Mom, Dad semuanya kami akan segera pindah ke penthouseku." ungkap Samuel membuka obrolan.


Samuel dan Monica lantas pergi dari sana di susul mommy dan daddy. Morgan dan Zarina memilih pergi ke ruang tamu, bersantai di sana. Pelayan segera membereskan meja makan.


Morgan mengelus perut istrinya dengan penuh kasih sayang.


"Hubby kau tak pergi ke kantor? " tanya Zarina pada sang suami.


"Tidak, hari ini dan besok. Waktu khusus untuk kamu sayangku! "


Zarina tersenyum senang mendengarnya. Wanita itu meminta sang suami untuk mengajaknya berkeliling nanti. Morgan tentu saja mengizinkan dengan syarat tak boleh kelelahan.


Keduanya lekas bangkit, mereka segera ke luar, segera masuk ke mobil. Morgan melajukan roda empatnya dengan kecepatan sedang.


Tiba di Mall


Mereka langsung turun dan masuk ke dalam. Morgan mengambil trolly, lalu mendorongnya dan membiarkan istrinya memilih apapun yang di butuhkan.


Zarina mengambil buah, camilan susu ibu hamil dan makanan ringan lainnya, memasukkannya ke dalam troli. Setelah selesai Morgan langsung membawanya ke kasir. Tanpa sengaja mereka bertemu dengan Sasha dan Calvin.


"Sasha, kau bersama siapa? " tanya Zarina.

__ADS_1


Wanita itu memperhatikan penampilan rivalnya dan fokusnha tertuju pada susu ibu hamil yang di beli Sasha. Dia hendak bertanya namun Sasha dan Calvin pergi begitu saja.


"Enggak sopan. " gerutu Morgan.


"Sudahlah sayang, mungkin mereka sibuk makanya buru buru. " ujar Zarina. Selesai bayar, mereka lekas ke luar dan masuk ke mobil.


Keduanya pergi meninggalkan area mall. Sepanjang perjalanan, Zarina masih kepikiran dengan Sasha yang membeli susu ibu hamil. Terdnegar suara helaan nafas panjang, dia mengusap perutnya dengan lembut.


Morgan sendiri fokus ke depan, pandangannya terlihat datar.


Kini mereka telah kembali ke Villa. Keduanya lekas turun, Morgan mengeluarkan barang belanjaannya lalu mengajak istrinya masuk. Pria tampan itu memanggil pelayan dan menyerahkan belanjaannya.


Keduanya memilih duduk di sofa. Mengenai Ravella, gadis manis itu telah pergi berlibur dengan oma dan opanya.


"Sini biar aku pijat kaki kamu


sayang. " ucap Morgan sambil tersenyum.


Hot daddy itu menarik lembut kaki sang istri lalu memijatnya. Zarina mengulum senyumnya, memperhatikan suami tercintanya.


Dia memilih bersandar di pinggiran sofa. Perhatiannya tertuju pada cincin yang tersemat di jari manisnya.


"Nyonya Morgan Brighton. " gumam Zarina tersenyum tipis.


Zarina masih tak menyangka jika dirinya akan menjadi istri dari Morgan dan kini tengah mengandung buah hati mereka. Morgan melirik Zarina, dia tersenyum tipis melihat istrinya melamun.


"Hey kenapa melamun sayang? " tanya Morgan.


"Enggak papa boo, hanya saja rasanya seperti mimpi bisa menikah dengan kamu tuan Morgan. " ceplos Zarina. Wanita itu menurunkan kakinya, dia merapatkan tubuhnya pada sang suami.


"Hehe aku juga nona galakku. Aku ingat bagaimana kamu dingin dan ketusnya padaku. " ungkap Morgan.


"Ish itu hanya pertahananku boo. Lagipula bertemu pria asing yang berbuat mesvm tentu saja aku waspada. " sahutnya enteng.


Morgan tergelak kencang mendengar pernyataan istrinya barusan. Dia sangat gemas dengan Zarina, pria itu kembali menciumnya berulang kali. Zarina sendiri berdecak pelan, mencubit hidung mancung prianya.


"Aku harap anak kita kelak tak memiliki sikap mesvm kamu. " sahutnya.


"Itu turunan sayangku! "


"Ish dasar! "

__ADS_1


__ADS_2