Nona Galak & Tuan Posesif

Nona Galak & Tuan Posesif
Bab 102 Season 3 Part 6 Pembicaraan Keluarga


__ADS_3

Hari berikutnya


Berbeda dengan Erland yang kembali tertekan dengan keadaan. Essie, adiknya kini semakin mesra dengan sang suami. Wanita hamil itu begitu manja dan ingin selalu dekat dengan Savero.


"Sayang, ayolah aku ingin melihat kamu memakai topeng. " pinta Essie sambil merengek manja.


"Tidak. " sahut Savero dengan malas. Pria itu sempat memohon pada sang istri namun Essie tak menurutinya.


Savero menghembuskan nafas berat, dia pun memilih mengalah dan memakai topengnya. Essie menertawakan topeng yang di pakai suaminya.


Wanita hamil itu tampak sangat senang menjahili sang suami tercinta. Samar samar dering ponsel mengalihkan perhatiannya. Essie lekas menyambar ponselnya.


"Halo mom? " sapa Essie.


"Nak, bisakah kamu dan suamimu datang ke villa. Ada hal penting yang ingin kami bicarakan dengan kamu. " pinta mommy. "


"Aku dan mas Vero akan ke sana. " balas Essie.


Tut Essie memberitahu sang suami. Savero melepaskan ponselnya, keduanya segera mengganti pakaian di kamar lebih dulu setelah itu baru ke luar.


Skip


Villa keluarga Brighton


Kini Essie dan suaminya duduk berhadapan dengan kedua orang tuanya.

__ADS_1


"Vivian hamil, dia bilang jika Erland adalah ayah dari bayi dalam kandungannya. " ungkap mommy.


Essie tentu saja terkejut mendengar kabar mencengangkan saat ini. Tatapannya beralih kearah sang kakak yang diam saja. Wanita itu sedikit memberikan saran terbaik untuk masalah ini.


"Mommy sudah sepakat ingin Erland menikahi Vivian. " ujar mommy.


"Baiklah jika itu memang keputusan yang terbaik. " balas Essie.


Kini suasana masih terasa tegang. Erland sendiri tak mengatakan apapun, dia beranjak dan pergi begitu saja. Essie menatap sendu kepergian kakaknya.


Wanita itu lekas bangkit, sempat meminta izin suaminya sebentar lalu menyusul sang kakak.


"Kak Erland. " panggil Essie. Erland menoleh, bibirnya melengkung melihat sosok adik kembarnya. Wanita hamil itu mendekat, memeluk tubuh sang kakak tak terlalu erat.


"Aku sudah maafin kakak sejak lama, aku kangen kakak yang sering jahil dan menggoda aku terus terusan. " ceplos Essie.


"Sekali lagi maafin kakak, kita sudah punya kehidupan masing masing dek. Kakak berdoa semoga kamu selalu bahagia bersama Savero. "


"Ingat perhatikan langkah kamu, kamu saat ini sedang gendut eh hamil. " ralatnya sambil tersenyum.


Essie berkacak pinggang, menatap kesal kakaknya. Erland tertawa pelan melihat wajah kesal adiknya. Pria itu mengacak rambut adiknya dengan gemas.


"Kakak pergi dulu dek, kakak mohon hibur mommy oke. " pinta Erland yang di angguki Essie. Wanita itu memperhatikan sang kakak yang masuk ke dalam mobil dan ke luar dari area villa.


Essie membuang nafas berat, dia berbalik dan melangkah pelan memasuki villa. Dia kembali bergabung bersama keluarganya yang lain.

__ADS_1


"Mom, jangan nyudutin kak Erland lagi. Aku tahu kalau kak Erland salah tapi semuanya sudah terjadi. Kita hanya menunggu hasil tes dna ke luar nantinya. " ucap Essie.


"Iya sayang, mommy tak akan lagi menyudutkan kakak kamu. " balas mommy sambil tersenyum.


Essie cukup lega mendengarnya, dia menanyakan kabar perihal Vivian dan calon janin wanita itu. Mommy mengatakan apa adanya tanpa ada yang di tutupi.


Wanita hamil itu menyandarkan tubuhnya pada sofa. Savero sendiri kini tengah berada di ruangan kerja sang mertua. Kedua wanita itu terus mengobrol, mommy meminta pelayan membuatkan desert untuk sang anak.


"Oh ya mom, apa kak Vella tahu soal masalah kak Erland? " tanya Essie namun di tanggapi gelengan oleh mommy.


"Mommy tak ingin kakak kamu kepikiran nak, lagipula dia sibuk dengan si kembar Axel dan Alika. " ujar mommy lagi.


Essie mengangguk paham. Tangannya mengusap perutnya yang membuncit. Dia merasakan pergerakan dari dalam perutnya.


Pelayan datang membawakan pesanan sang majikan setelah itu pamit ke belakang. Essie lekas menikmati desert dengan santai. Mommy mengulas senyumnya melihat putrinya tampak sehat begitu juga dengan kandungannya.


"Banyak makan sayang biar kamu dan calon cucu mommy semakin sehat. "


"Tapi kalau mas Vero berpaling gimana mom, aku takut gendut. " protesnya.


"Jangan bilang kayak gitu sayang, lagipula mommy lihat Vero begitu mencintai kamu dan calon anak kalian. " ungkapnya.


Essie langsung nyengir dan kembali makan. Mommy menggeleng pelan, tak lama terdengar suara helaan nafas. dia masih memikirkan perihal Erland dan Vivian.


"Apa dia bisa menerima kehadiran Vivian, apalagi bagaimana kelakuan wanita itu pada Essie dulu. " batin mommy.

__ADS_1


__ADS_2