Nona Galak & Tuan Posesif

Nona Galak & Tuan Posesif
Bab 117 Season 3 Part 21


__ADS_3

Beberapa hari kemudian Erland telah resmi menikahi Vivian di sebuah gereja. Pria itu sengaja tak mengundang keluarga. Dia hanya perlu ketenangan saat ini bersama keluarga kecilnya.


Untuk perusahaan, Erland menyerahkan urusannya pada sang asisten, Zidan. Erland bersama istrinya fokus pada tumbuh kembang putri mereka. Keluarga kecil mereka semakin ramai berkat kehadiran Kenzo di tengah tengah mereka bertiga.


Vivian menemui suaminya di ruangan kerjanya. Wanita itu masuk ke dalam dan berjalan kearah Erland. Dia menyentuh lengan sang suami membuat Erland menoleh kearahnya.


"Ada apa sayang? "


"Kapan kita kembali Er, menemui mommy dan daddy lalu memberitahu mereka mengenai pernikahan kita. " ucap Vivian dengan lembut.


"Apa kau tak nyaman tinggal bersamaku? " raut wajah Erland berubah datar mendengar pertanyaan istrinya.


"Bukan begitu maksudku. " sela Vivian salah tingkah. Wanita itu sangat takut menyinggung perasaan suaminya.


Erland kembali mengatupkan bibirnya rapat. Vivian sendiri merasa serbah salah. Wanita itu memeluk leher suaminya dari belakang. Dia berusaha membujuk suaminya agar tak mendiamkan dirinya.


Erland melepaskan pelukan istrinya. Pria itu menarik nya hingga jatuh di pangkuan. Keduanya kembali berciuman dengan mesra. Pria tampan itu mengakhiri ciuman mereka.


"Kendalikan emosi kamu sayang, mommy dan semua orang sayang dan peduli sama kamu. " ujar Vivian.


Erland menatap istrinya dalam diam. Bibirnya melengkung membentuk senyuman tipis. Dia mendaratkan ciuman di kening Vivian.

__ADS_1


"Aku hanya butuh kamu dan anak anak di dekat aku. " bisik Erland.


Vivian membalas pelukan sang suami. Dia berharap Erland mampu menahan emosinya secara perlahan.


Ehem


"Jadi kalian ada di sini. " Essie dan keluarga kecilnya datang. Vivian lekas turun dari pangkuan sang suami. Wanita itu menyapa kedatangan saudara iparnya. Dia juga menciumi twins B, dua keponakan tampannya.


kini mereka semua duduk di ruang tamu. Vivian asyik menciumi si tampan Bryan yang tengah dia gendong.


"Halo sayang, aunty kangen sama kamu Bryan. " ucap Vivian dengan lembut.


Essie menatap kearah sang kakak sambil tersenyum. Dia sama sekali tak marah atau menyudutkan kakaknya. Wanita itu hanya sedikit memberikan nasehat pada saudara kembarnya.


Vivi menggenggam erat tangan sang suami. Erland menoleh, menatap istrinya yang tersenyum lalu kembali fokus ke depan.


"Essie, aku juga minta maaf atas perbuatanku dulu padamu. Aku tahu kesalahanku waktu itu sangat keterlaluan. " sesal Vivian.


"Aku sudah memaafkan kamu. " balas Essie dengan tulus. Semua orang tampak lega melihat keduanya berbaikan.


Pelayan datang membawakan camilan untuk mereka. Tak lama Riska mendorong roller si kecil Anyelir dan membawanya ke ruang tamu. Tanpa sengaja Brandon menarik tangan Anyelir hingga si cantik menangis.

__ADS_1


"Ya ampun Bryan sayang. " ucap Essie tak enak hati pada kakak iparnya. Wanita itu mengusap pipi anaknya yang dia gendong.


Vivian segera menyerahkan Bryan pada Savero. Dia lekas mengambil alih putrinya dan berusaha menenangkan Anyelir. Setelah beberapa saat Vivian menaruh putrinya kembali dalam rollernya.


"Tak perlu cemas Essie, Anyelir tak apa apa kok. "


"Mungkin saja Brandon ingin mengajak sepupunya bermain. " gumamnya dengan gemas. Erland dan lainnya setuju dengan apa yang di katakan Vivian.


Essie cukup lega,dia kembali menoleh pada putranya yang super jahil. Brandon kecil hanya menunjukkan gigi nya yang putih pada sang mommy.


"Kamu jahil banget sih pada sepupumu hm? " Essie menciumi pipi gembul sang anak.


Brandon tampak tertawa, seakan mengerti ucapan sang ibu. Bryan sendiri hanya diam, tangan lelaki kecil itu memukul saudara kembarnya membuat semua orang memekik.


"Ya ampun Bryan. " keluh Essie yang pusing dengam kelakuan kedua anak kembarnya. Savero berusaha menjauhkan si sulung dari si bungsu.


Vivian sendiri tertawa melihat drama yang di ciptakan kedua keponakan tampannya. Fokusnya teralihkan saar mendengar dering ponsel sang suami.


"Aku ke luar sebentar. " Erland bangkit, dia pergi menjauhi ruang tamu dan berbicara dengan seseorang. Vivian sendiri kembali mengobrol dengan Essie sambil mengawasi anak anak.


Savero sendiri tak banyak bicara. Dia hanya mendengarkan obrolan istri dan iparnya itu. Pria itu mengusap kepala sang anak dengan penuh kelembutan. Beberapa menit berlalu Erland kembali, dia langsung pamit pada istri dan adiknya. Vivian tentu saja membiarkan suaminya pergi.

__ADS_1


__ADS_2