
Kebahagiaan yang di rasakan Zarina dan Morgan telah sampai terdengar oleh Fafa dan suaminya. Pasangan suami istri itu tengah liburan bersama .
"Sayang lebih baik kita segera memberikan adik untuk Cakra. " ujar Chris pada istrinya.
Fafa membelo jengah melihat suaminya kembali membujuknya untuk siap hamil lagi. Wanita itu berdecak pelan, mencubit pelan hidung sang suami tercinta.
Dia mencium pipi sang suami dengan gemas. Fafa tetap dengan keputusannya untuk menunda kehamilan hingga Cakra berusia lima atau enam tahun nanti. Chris menghela nafas panjang, dia pun memilih pasrah akan keputusan istrinya.
"Okey aku tak akan lagi membujuk kamu sayang, maaf kalau aku
egois! " ujar Chris.
Fafa lekas bangun kemudian duduk di sebelah sang suami. Wanita itu lantas memeluk erat tubuh Christian dari samping. Dia tak marah dengan apa yang di ucapkan suami nya. Fafa memberi pengertian pada sang suami dengan lembut.
Cup
Christian menoleh, membawa sang istri ke dalam pelukannya. Pria itu bersyukur memiliki istri yang begitu pengertian.
"Kamu iri ya setelah mendengar kabar jika Zarina hamil? " tanya Fafa pada sang suami.
__ADS_1
"Hehe. " sahut Chris sambil nyengir. Fafa mendengus pelan, menciumi wajah suami tercintanya. Tawa renyah terdengar, keduanya asyik membahas hal random.
"Mommy. " pekik Cakra dengan keras. Fafa melepaskan pelukan nya, dia lantas merentangkan tangan dan memeluk sang anak.
"Kenapa mommy dan daddy asyik sendili sih. " protes Cakra dengan bibir cemberut.
"Enggak sayang, mommy dan daddy tadi cuma mencari udara segar di sini. " sahut Fafa sambil tersenyum. Dia menggelengkan kepalanya melihat putra kecilnya cemburuan.
Chris sendiri berdecak pelan, mengacak rambut sang anak dengan jahilnya. Cakra menoleh, melototi sang daddy. Bocah itu justru menepis tangan sang daddy dengan wajah kesalnya.
"Daddy, berhenti menjahili putra
kita. " omel Fafa. Chris sendiri meraup tubuh putranya lalu mereka bangun dan menyelusuri pantai. Keluarga kecil itu tampaknya sangat bahagia menikmati liburan mereka saat ini.
Sore harinya mereka lekas kembali ke Resort. Fafa membantu sang anak mengganti pakaiannya setelah itu baru dirinya. Usai ketiganya berganti pakaian, mereka lekas pergi ke Resto dan makan di sana.
"Makan yang banyak sayang, biar cepat besar! " ucap Fafa sambil tersenyum.
"Iya Mommy, kalau aku cudah besal nanti aku bisa usil daddy agal daddy enggak nempeyin mommy. " sahutnya.
Fafa tergelak kencang mendengar ucapan putranya. Chris sendiri hanya menatap malas wajah datar sang anak. Keduanya layaknya tom dan jerry yang tengah berebut perhatian Fafa.
__ADS_1
"Ayo lanjutin makannya dulu setelah itu baru bicara lagi. " tegur Fafa.
Beberapa menit berlalu ketiganya telah selesai makan. Fafa mengusap bibir mungil sang anak yang belepotan. Wanita cantik itu menatap sayang pangeran kecilnya.
"Sayang sudah kenyang belum? " tanya Fafa.
"Cudah mommy, Cakla kan sudah biyang kalau Cakla gak mau endut. " ujar Cakla sebal. Fafa hanya menggeleng mendengar pernyataan putranya barusan.
Christian tergelak mendengar ucapan sang anak. Fafa yang ada di sebelahnya lekas mencubit nya. Dia tak mau putra tampannya kembali merajuk seperti sebelumnya.
Mereka bertiga beranjak dari sana. Chris menggendong sang anak dan membawanya menuju ke resort. Keduanya menemani sang anak bermain di ruang tengah sambil menonton televisi.
Langit berubah menjadi gelap, Fafa membawa sang anak menuju ke kamar. Wanita itu menemani Cakra hingga tidur setelah itu kembali menemui sang suami.
"Oh ya sayang, memangnya berapa lama kita liburannya? " tanya Fafa yang membuka obrolan lebih dulu. Chris menaruh ponselnya, mengenggam tangan sang istri.
"Hanya dua minggu setelah itu pulang sayang, enggak papa 'kan? " tanya Chris yang di angguki istrinya.
Fafa sangat paham jika suaminya sangatlah sibuk. Dia tak ingin membuat suaminya mengabaikan pekerjaan hanya demi dirinya. Chris mencium kening istrinya dengan lembut.
"Gak usah mikir aneh aneh sayang. Lagipula kamu dan Cakra adalah prioritas pertama aku yang harus aku utamakan lebih dulu! "
__ADS_1
"Terkadang aku merasa egois mas, aku hanya tak ingin kamu selalu menuruti keinginan aku. Kamu pun pastilah sangat sibuk. " sahutnya.
"Sst gak usah bicara aneh aneh sayang! " Fafa kembali bungkam. Wanita itu lekas memeluk suami tercintanya. Chris membalas pelukan sang istri lalu mengajaknya menuju ke kamar mereka.