Nona Galak & Tuan Posesif

Nona Galak & Tuan Posesif
Bab 121 Season 3 Part 25 Jati Diri Sachi


__ADS_3

Kini kediaman Erland tampak ramai. Erland sengaja memanggil anggota keluarganya untuk hadir terutama Sachi.


"Sebenarnya apa yang ingin kamu katakan sayang? " tanya Vivian yang tak bisa menahan rasa penasarannya.


"Ini tentang Sachi. " ujarnya dengan senyuman penuh makna.


Deg


Semua orang tampak tertegun mendengar ucapan Erland barusan. Pria itu menatap lekat keatas mantan kekasihnya.


"Sebenarnya apa tujuanmu selalu mendatangi kediamanku, Sachi Arsalan? " tanya Erland dengan raut datarnya.


Sachi tentu saja terkejut mendengar pernyataan Erland barusan. Wanita itu tampak ketar ketir saat ini di hadapan semua orang.


"Dengarkan ini, Sachi Arunika Arsalan merupakan anak dari Javas Arsalan. Tuan Javas sendiri merupakan musuh yang pernah berniat melenyapkan daddy


Morgan. " ungkap Erland.


Semua orang tampak terkejut terutama mommy Zarina. Wanita paruh baya itu menatap tajam kearah Sachi. Merasa situasi tak aman, Sachi tentu saja tak mengelak lagi.


"Kenapa Uncle begitu jahat pada Papaku? "


"Kau tahu Erland, karena ayahmu, aku harus kehilangan Papi. " desis Sachi dengan tatapan penuh kebencian.

__ADS_1


"Papa kamu tentu saja salah. Dia lebih dulu yang memulai permusuhan dan pada akhirnya harus menjalani hukumannya. " sahut Tuan Morgan dengan tegas. Pria itu menjelaskan kejadian di masa lalu pada keturunan Arsalan.


Sachi tak terima, wanita itu menarik Vivian sambil mengeluarkan benda tajam yang dia bawa. Dia ingin melihat keluarga Brighton mengalami apa yang dia alami dulu.


"Sachi, lepaskan istriku. " pekik Erland dengan emosi.


"Tidak akan Erland, jika aku tak bisa mendapatkan kamu maka Vivian pun juga sama! "


Vivian sendiri tampak panik namun berusaha menenangkan dirinya. Kini suasana tampak ricuh, Para pria tengah berusaha menolong Vivian yang di sandera Sachi.


Brak Erland memukul tangan Sachi hingga benda yang di pegang jatuh ke tanah. Pria itu segera memanggil security untuk menangkapnya.


"Aku tak akan membiarkan kalian bahagia. " teriak Sachi.


"Kau telah di butakan dendam atas kematian papa kamu. " ujar Tuan Morgan.


"Kamu enggak papa kan sayang, ada yang luka enggak? " tanya Erland.


"Aku baik baik saja By. " jawab Vivian. Dia kembali memeluk sang suami. Keduanya mendekati mommy lalu memeluk wanita paruh baya itu.


Erland mengajak mereka semua kembali ke dalam mansion. Kini mereka semua duduk di sofa ruang tamu. Dia menjelaskan apa yang telah dia lakukan selama ini secara diam diam. Vivian menghembuskan nafas lega, wanita itu merasa sangat bangga pada sang suami.


"Setelah ini mommy harap tak akan ada lagi masalah. " ucap mommy Zarina penuh harap pada anak anaknya. Ravella dan Essie membenarkan apa yang di ucapkan oleh mommy.

__ADS_1


Suara tangis si kembar dan Anyelir membuat dua hot mommy itu segera menggendong anak masing masing. Vivian membawanya duduk di sofa sambil mengendong Anyelir.


"Cup cup sayang, mommy tak apa nak. " ucap Vivian dengan lembut. Wanita itu tahu jika sang anak pasti merasakan dirinya dalam bahaya.


Hot mommy itu berusaha menenangkan putri kecilnya. Kenzo berlari kearah orang tuanya. Erland langsung memeluk putranya, mengatakan semuanya baik baik saja.


Mommy Zarina sendiri masih tak menyangka jika Sachi merupakan putri dari Javas, musuh Morgan suaminya. Dia pun kembali memperhatikan anak dan menantunya.


"Daddy, tadi aku mendengar suara keributan namun mbak Riska enggak bolehin aku ke luar. " ucap Kenzo.


"Memangnya ada apa Daddy? " tanyanya dengan polos.


"Tadi ada penjahat datang nak, tapi penjahat itu sudah di usir. " jawab Erland.


Kenzo menoleh pada sang mama yang di angguki Vivian. Anak lelaki itu percaya dengan apa yang di katakan Erland. Vivian bernafas lega melihat putranya tak lagi bertanya. Dia kembali menatap putrinya yang berada dalam dekapannya saat ini. Anyelir kecil tampaknya mulai tenang dan terlelap kembali.


"Vivi sini, Anyelir biar mommy bawa ke kamar. " pinta mommy Zarina.


Vivian lekas menyerahkan putrinya pada sang oma. Mommy Zarina lekas bangkit, mengajak Kenzo juga bersamanya.


Huh


Wanita cantik itu kembali bersandar di tubuh kekar prianya. Erland menggenggam tangan sang istri. Dia paham jika istrinya masih terkejut atas kejadian tadi.

__ADS_1


"Setelah ini tak akan lagi penganggu yang akan menganggu rumah tangga kita. " gumam Erland penuh keyakinan.


"I hope so. " balas Vivian penuh harap. Dia hanya ingin ketenangan tanpa ada keributan dan pertengkaran lagi.


__ADS_2