Nona Galak & Tuan Posesif

Nona Galak & Tuan Posesif
Bab 16 Kepanikan Morgan


__ADS_3

Sore harinya tepat pukul empat, dering ponsel Zarina berbunyi. Gadis itu langsung meraihnya dengan cepat.


"Halo Morgan, kamu ke mana


saja? " cecar Zarina dengan nada ketusnya.


"Maafkan aku baby, ada hal penting yang membuatku pergi tanpa pamit dari kamu. " ujar Morgan.


"Kenapa kamu enggak bilang, apa rahasia kamu itu begitu besar hingga tak mau jujur sama aku Gan? " ujar Zarina jengkel.


"Jika kamu tak serius denganku, lebih baik batalkan saja rencana pernikahan kita. "


Tut


Sambungan di matikan begitu saja oleh Zarina. Gadis itu menaruh kembali ponselnya dan memilih membanting tubuhnya di atas ranjang.


Di belahan negara lain, terdengar suara umpatan dari Morgan. Pria itu mengusap wajahnya kasar, berusaha menghubungi kekasih hatinya namun nomor Zarina tak bisa di hubungi.


"Sial, Dia mematikan ponselnya. " gumam Morgan.


Pria itu tampak frustrasi kala melihat dokter datang. Dia lantas bangkit dan berjalan menghampiri dokter.


"Bagaimana keadaannya? " tanya Morgan.


"Sangat buruk tuan, hanya menunggu keajaiban saja dari


Tuan. " ungkap Dokter dengan serius. Morgan tentu saja terkejut, tangannya terkepal kuat. Dia meminta dokter untuk terus berusaha menyembuhkan Ravella.


Dokter langsung pergi, Morgan sendiri masuk ke dalam ruangan Ravella. Pria itu menghampiri bocah manis yang terbaring lemah di atas ranjangnya.


"Maafin daddy, princess. Daddy dulu tak bisa memperjuangkan kamu. " gumam Morgan dengan nada penyesalan.


Tak ada yang bisa dia lakukan, hanya menunggu keajaiban dari Tuhan. Morgan selalu berdoa semoga putri kecilnya segera sembuh dan bisa bermain seperti anak anak pada umumnya.


"Eung. "


Ravella kecil membuka matanya. Gadis manis itu tampak berkaca kaca melihat sosok daddy yang dia rindukan.


"Daddy. "


"Iya sayang ini daddy, kamu jangan gerak dulu oke. " ujar Morgan dengan lembut.

__ADS_1


Hot daddy itu meminta maaf pada sang anak. Ravella kecil tersenyum polos menatap sang daddy.


"Daddy jangan tinggalin Vella lagi. " gumam Ravella dengan nada lemahnya.


"Tidak akan sayang. " ungkap Morgan. Dia juga langsung memberitahu hubungannya dengan Zarina. Pria itu mengatakan sosok kekasihnya itu pada putri kecilnya.


Ravella meminta Morgan untuk mengajak Zarina ke sini. Gadis itu ingin bertemu dengan calon mommy barunya.Morgan tentu saja akan menuruti keinginan princess kecilnya itu.


"Istirahat lagi ya, daddy akan menjaga kamu. " bisik Morgan pada putrinya. Ravella mengangguk, gadis kecil itu memejamkan kedua matanya lagi.


Morgan memilih ke luar, dia langsung menghubungi Charles dan memberikan tugas padanya.


Tepat pukul tujuh malam, Charles kembali dan kali ini tak sendirian. Morgan langsung menghampiri Zarina kemudian mendekapnya dengan erat. Zarina tentu saja langsung mendorongnya begitu saja.


"Kau mau bilang apa, kenapa kamu membawaku ke negara ini tiba


tiba? " cecar Zarina dengan wajah datarnya.


"Ayo kita duduk dulu. " gumam Morgan mengajak kekasihnya duduk di ruang tunggu. Pria tampan itu langsung menjelaskan mengenai Ravella dan penyakit putrinya itu.


Zarina tentu saja terkejut mendengar pengakuan kekasihnya barusan. Dia merasa bersalah telah berpikiran buruk mengenai Morgan.


"Lalu bagaimana keadaan Vella sekarang? " tanya Zarina dengan lembut.


Zarina terdiam, dia langsung memeluk sang kekasih dengan erat. Dia mengusap punggung Morgan dengan lembut sekaligus meminta maaf. Diapun melepaskan pelukannya, lalu mengajak Morgan masuk ke dalam.


Gadis itu langsung menghampiri calon putri sambungnya. Dia mengusap lembut kepala Ravella dengan penuh kasih sayang.


Ravella membuka kedua matanya, bibirnya melengkung membentuk senyuman. "Mommy cantik


datang? " ucap Ravella yang berusaha bangun. Zarina dengan sigap membantunya bersandar di head board.


"Mommy? " Zarina menatapnya dengan kening berkerut.


"Iya bukankah tak lama lagi mommy cantik menikah dengan daddy. " ucap Ravella dengan polosnya.


"Iya sayang, kenalin nama tante Zarina dan kamu Ravella 'kan? " tanya Zarina yang di anggguki Ravella.


Gadis itu langsung menarik kursi kemudian duduk di sebelah calon putri sambungnya. Dia pun memberikan perhatian yang di tanggapi sikap manis Ravella.


Zarina mengambil buku dongeng kemudian membacakan cerita untuk Ravella. Sementara Morgan mengulas senyumnya melihat interaksi Zarina dan Ravella.

__ADS_1


Satu jam berlalu Ravella telah tertidur. Zarina lekas bangkit, mencium kening gadis cilik itu kemudian duduk di sofa bersama Morgan.


"Kenapa kamu enggak bilang mengenai Ravella, Morgan? " tanya Zarina dengan nada menuntutnya.


"Maaf. Aku belum siap bercerita, selama ini Ravella di sembunyikan oleh Agista, mantan istriku. " ungkap Morgan.


Pria itu mengatakan apa yang telah terjadi selama ini di antara dirinya dengan Agista pada Zarina. Zarina mengusap wajahnya, dia begitu terkejut dengan rahasia yang di sembunyikan calon suaminya.


Dia sampai kehilangan kata kata, tak bisa membayangkan kesulitan apa yang di alami Morgan. Zarina menatap lurus kearah Morgan kemudian menggenggam tangan sang kekasih.


"Maafkan aku sayang, aku justru mencurigai dan menuduh kamu selingkuh. " ungkap Zarina dengan tatapan menyesalnya.


"Aku enggak menyalahkan kamu baby, wajar bila kamu berpikiran seperti itu. " ungkap Morgan. Keduanya kembali berpelukan sambil memikirkan cara agar Ravella cepat sembuh.


Mereka lekas bangkit, ke luar dari ruangan Ravella. Morgan meminta Charles untuk menjaga di depan ruangan Ravella. Lalu dia dan sang kekasih pergi dari sana. Mereka makan malam di luar sambil mengontrol diri mereka. Larut malam mereka pulang ke villa untuk istirahat.


Hari berikutnya.


Keesokan harinya, Seusai sarapan Morgan dan Zarina pergi ke kantor catatan pernikahan. Di sana keduanya telah mencatatkan nama mereka dan mengurus berkas pernikahan. Setelah selesai keduanya langsung pergi ke rumah sakit.


Sebelumnya Zarina sempat membeli buah buahan dan mainan untuk Ravella. Tiba di rumah sakit, mereka segera turun dari mobil dan bergegas ke ruangan Ravella.


"Sayang mommy cantik bawakan buah dan boneka untuk kamu. " ucap Zarina dengan senyuman lebarnya.


"Benarkah, mommy cantik siniin bonekanya. " ucap Ravella dengan antusias. Zarina langsung menyerahkan boneka beruang berwarna merah muda itu pada putri sambungnya.


Ravella langsung memeluk bonekanya. Zarina sendiri mengupas buahnya kemudian memotongnya. Sebelumnya dia telah mencuci buah tersebut untuk berjaga jaga. Setelah selesai dia langsung menyuapinya Ravella.


Morgan turut duduk di sebelahnya, memperhatikan interaksi istri dan anaknya. Pria itu mengulum senyumnya, dia tampak bahagia melihat keluarga kecilnya.


"Sayang ada kabar bahagia untuk kamu Vella! "


"Kabar apa daddy? " tanya Ravella dengan polos.


"Mommy cantik sudah menikah dengan Daddy tadi, namun belum menyiapkan pernikahan megah. " ungkap Morgan. Ravella tentu saja sangat bahagia mendengar pengakuan sang daddy.


"Untuk itu kamu harus semangat ya sayang, percayalah kamu pasti sembuh. " ucap Zarina dengan tulus setelah selesai menyuapinya putrinya itu.


"Iya Mommy, aku pasti sembuh. " balas Ravella.


Bocah cantik itu kembali memeluk bonekanya dengan erat. Zarina hanya menggeleng pelan melihat kelakuan lucu Ravella. Sekuat tenaga dia berusaha tak menangis di depan putri sambungnya itu.

__ADS_1


Gadis itu memeluk suaminya yang berada di samping. Morgan sangat paham dengan apa yang di rasakan istrinya saat ini. Mereka telah berjanji akan menemani Ravella hingga sembuh.


__ADS_2