
"Aku hamil anak kita Er. " ujar Vivian sambil terisak.
"Enggak, mana mungkin itu anakku Vivian. " geram Erland dengan tatapan datarnya.
"Tapi ini beneran anak kamu, waktu itu kamu mabuk dan kita melakukannya. " ungkap Vivian.
Erland tak percaya begitu saja dengan Vivian. Pria itu meminta tes dna yang di angguki Vivian sendiri. Mommy dan Daddy menatap kearah wanita hamil itu dengan tatapan penuh kebencian.
Dokter datang, Erland langsung meminta melakukan tes dna dengan bayi dalam kandungan Vivian. Pria itu dengan wajah datar membantu Vivian dan membawa ke ruangan dokter.mommy dan daddy memilih menunggu di luar.
Tepat pukul tiga sore, mereka langsung pulang. Sementara Vivian masih di rumah sakit, di jaga beberapa polisi dan dokter yang berjaga.
Skip
Villa Brighton
Mommy tampak kecewa dengan apa yang terjadi. Ternyata sang anak telah tidur dengan Vivian. Wanita paruh baya itu memijit kepalanya yang terasa pusing.
"Jika benar itu datang daging kamu nak, kamu harus bertanggung jawab dan menikahi Vivian. " ujar Mommy Zarina.
"Tidak mom, aku tidak mau menikahi wanita penipu itu. " balas Erland dengam nada tingginya.
Plak
mommy melayangkan tamparannya. Wanita itu menatap sang anak dengan tatapan kecewa. Erland sendiri bungkam melihat tatapan kecewa dari wanita yang melahirkan dirinya.
__ADS_1
"Kita tunggu sampai test dna ke luar setelah itu kau harus menikah dengan Vivian. " tegas Mommy Zarina.
"Mom. " sahut daddy.
"Daddy tak usah bela dia. " jawab Mommy dengan lirikan tajamnya. daddy Morgan kembali diam, dia tak berani membantah ucapan sang istri.
Mommy Zarina berlalu pergi setelah memberikan teguran untuk sang anak. Erland menghempaskan tubuhnya di atas sofa. Dia benar benar tak ingin bertanggung jawab. Erland merasa tak pernah berbuat lebih terhadap Vivian.
Samar samar terdengar suara dering ponsel mengalihkan perhatiannya. Pria itu merogoh ke dalam saku lalu mengeluarkan ponselnya.
"Halo Chi? "
"Tuan ke mana saja kok gak
pulang? " tanya Sachi.
Brak
bug
bug
Erland meninju tembok di sampingnya. Pria itu tentu saja marah dengan pengakuan Vivian.
"Si4lan. " umpat Erland. Dia benar benar menyesali apa yang terjadi di antara dirinya dan Vivian. Tubuhnya langsung luruh ke atas lantai. Dia melepaskan jas lalu melemparnya sembarangan. Tak lupa membuka beberapa kancing kemejanya.
__ADS_1
Pria itu lekas bangun, berjalan gontai menuju ke kamar mandi. Dia pun membiarkan air membasahi tubuhnya. Ucapan sang mommy dan Vivian terus berputar dalam otaknya.
"Aku berharap anak itu bukan anakku. " desis Erland dengan tatapan penuh kebencian.
Erland membuang nafas nya berat. Pria itu sibuk berendam, berusaha menenangkan dirinya saat ini. Lagi lagi dia membuat kesalahan hingga membuat mommy dan daddy kembali menelan pil pahit.
Beberapa menit berlalu dia ke luar, segera mengenakan pakaiannya kemudian pergi ke balkon. Dia berdiam diri di sana, perasaannya campur aduk saat ini.
"Jangan jangan Vivian sengaja melakukan hal ini untuk kembali menjebakku? "
"Lihat saja, aku akan membuatnya menderita jika dia berani membohongi aku lagi. " desis Erland.
Erland begitu membenci Vivian. Dia merasa wanita licik seperti Vivian tak pantas untuk bahagia. Kini pria tampan itu tengah merancang sebuah rencana untuk Vivian.
"Dasar wanita pembawa si4l. " umpat Erland. Dia kembali ke dalam kamarnya, lalu mengambil ponsel lalu menghubungi seseorang.
"Zidan, siapkan berkas pernikahan antara aku dan Vivian. Jangan lupa buatkan juga surat perjanjiannya. " ujar Erland dengan nada datarnya.
"Kau jangan banyak bertanya
Zidan! " tegas Erland.
Tut Erland memutuskan sambungan begitu saja. Dia enggan menjawab pertanyaan yang tak penting menurutnya. Lagi lagi terdengar suara hembusan nafas berat. Erland memilih menghempaskan tubuhnya ke ranjang setelah melempar asal ponselnya.
Erland menatap langit langit kamarnya. Banyak hal yang kini bersarang dalam benaknya, membuat beban pikirannya bertambah.
__ADS_1
"Seharusnya aku tak perlu kembali ke negara ini. " sesal Erland.
Tak banyak yang dia lakukan saat ini. Dia hanya perlu memberikan penderitaan dan neraka untuk Vivian setelah mereka menikah.