
Langit berubah menjadi gelap, kini Ravella dan lainnya tengah makan malam bersama di Villa. Obrolan absurd tercipta membuat tawa renyah terdengar.
Usai makan malam, Essie dan lainnya langsung pamit ke kamar. Vella dan Terry membereskan meja makan, membawa piring kotornya ke dapur.
Beberapa menit berlalu, Salah satu dari mereka pergi ke ruang tamu. Terry memilih duduk di sebelah sang kekasih. Hanya ada Terry dan Elton di sana.
Elton memeluknya dari belakang. Terry sendiri merasakan geli saat kekasihnya menciumi lehernya. Gadis itu langsung menoleh, menghalangi bibir prianya yang hendak mencium dirinya.
"Tahan dirimu Elton! " tegas Terry.
Elton langsung bangkit, dia menggendong kekasihnya lalu membawanya menuju ke kamar Terry. Pria itu juga tak lupa mengunci pintunya dari dalam.
Keduanya berciuman dengan panas membara. Terry sendiri pada akhirnya kalah dengan gairah dirinya yang begitu besar. dan malam itu menjadi malam panjang untuk mereka berdua. Terry bisa merasakan sekujur tubuhnya terasa sangat sakit.
Keesokan harinya, Terry membuka kedua matanya. Dia menunduk dan mendapati tubuhnya hanya tertutup selimut. Lalu wanita itu menoleh ke samping, menatap dalam wajah tampan prianya.
"Sayang, kau sudah bangun. " ujar Elton dengan suara seraknya. Elton lekas duduk dengan tetap, memeluk wanitanya dari belakang.
Terry mengeratkan selimut yang membungkus tubuhnya. Dia hanya diam saat merasakan kecupan basah di bahu polosnya saat ini.
"Maaf kalau aku merenggut nya sayang, kita kembali ke kota nanti lalu menikah di sana. " tegas Elton.
"El aku takut, apa yang di alami Mama dulu terjadi padaku! " gumam Terry dengan raut wajah khawatirnya.
__ADS_1
"Aku pastikan tak akan terjadi seperti itu sayang. " Elton membalik tubuh wanitanya. Pria tampan itu menyibak selimutnya, kemudian bangkit, membawa wanitanya ke kamar mandi.
Satu jam lebih keduanya baru selesai mandi dan berpakaian. Mereka segera ke luar dari kamar setelah usai beres beres. Elton pun menggandeng nya turun ke bawah dan pergi ke meja makan.
Ravella memperhatikan cara jalan sang sepupu yang tampak berbeda. Wanita itu lekas melirik tajam kearah Elton. Elton menanggapinya dengan senyuman penuh arti.
"Jangan macam macam pada Terry, El! "
"Apa yang terjadi di antara kami, aku akan bertanggung jawab Vella. Hari ini kami akan pulang dan menyiapkan pestanya segera. " ungkap Elton dengan serius.
Mereka kembali melanjutkan sarapannya dengan tenang. Usai sarapan Elton dan Terry pamit pada semua orang. Wanita itu langsung memeluk Ravella lebih dulu.
"Semoga kamu selalu bahagia dengan Elton. " bisik Ravella seraya melepaskan pelukannya. Terry mengangguk, dia kembali menggandeng Elton dan beranjak ke luar.
"Jadi Terry dan kak Elton sudah begituan? " ceplos Essie.
"Essie, jangan bahas hal itu. Biarkan mereka mengurus hal pribadi mereka, lagipula aku jadi tenang jika Elton memang serius dengan Terry. " ujar Ravella.
Essie mengunci rapat bibirnya setelah mendapat teguran dari kakak sulungnya. Ravella kembali berbicara dan menasehati adik adik nya. Wanita itu tak ingin ketiga adiknya melakukan kesalahan besar yang merugikan banyak pihak.
"Aku semakin tergila gila padamu Vella baby. " sahut River dengan senyuman menggodanya.
"Bukankah kau sudah gila Tuan? " sarkas Ravella. Erland dan Nolan langsung tertawa mendengar ucapan kakak mereka. Essie sendiri tampak heboh sesekali menyenggol lengan sang kakak.
__ADS_1
River hanya mendengus pelan, dia tak menyangka akan terpesona dengan wanita galak seperti Ravella Brighton.
"Memangnya kita berapa hari di sini kak? " tanya Essie pada kakak sulungnya.
"Mungkin saja besok kita pulang. " jawabnya sambil tersenyum tipis. Essie mengangguk, gadis itu kembali sibuk dengan gadgetnya.
Keduanya berada di taman samping Villa. River kini duduk berdampingan dengan sang kekasih hati. Pria tampan itu mengenggam tangan Ravella dengan erat.
"Besok malam temani aku ya dalam pesta anniversary orang tuaku, Vella baby? "
"Kau yakin ingin mengajakku River? " Vella justru berbalik bertanya. Pertanyaannya itu di tanggapi dengan anggukan oleh River sendiri.
Vella kembali diam, dia merasa gugup jika bertemu dengan keluarga River besok. Namun River berusaha meyakinkan calon istrinya itu dengan baik baik.
"Baiklah, besok malam kau jemput dan minta izin pada daddy secara langsung! "
"Siap Vella baby! "
Vella terkekeh melihat tingkah konyol yang di perlihatkan River padanya. Kali ini wanita itu banyak tertawa bersama River. Merasa gemas dia sering mencubiti lengan kekar milik River.
River mengulas senyumnya, dia sangat suka tawa ceria yang di perlihatkan gadis pujaannya itu. Dia akan berjuang keras mengejar cinta Ravella Brighton.
"Cantik! "
__ADS_1