
Beberapa bulan kemudian
Bayi yang di kandung Vivian telah lahir dan di beri nama Anyelir Cantika Brighton. Princess kecil itu merupakan anak kandung Erland dan juga Vivian.
Vivian menyerahkan bayinya pada keluarga Brighton, dia menghilang begitu saja dari kediaman Brighton.
"Biar mommy yang gendong Anyelir, Sachi! "
Mommy Zarina mengambil alih cucu perempuannya. Dan ajaibnya Anyelir kecil langsung berhenti menangis. Sepertinya dia tampak nyaman dalam dekapan sang oma.
"Anyelir membutuhkan ibunya, Vivian harus ada di sini. " ujar mommy.
"Mom, tolong hargai keberadaan Sachi saat ini. " tegur Erland.
"Tapi mommy benar Er, Anyelir membutuhkan ibu kandungnya. Mungkin saja sekarang ini hanya pada mommy dia bisa tenang. " ujar mommy Zarina.
Erland membuang nafas berat, dia meminta maaf pada calon istrinya tersebut. Mommy Zarina menggeleng pelan melihat kelakuan anak keduanya itu.
"Mau bagaimana pun, ibu kandung tak akan tergantikan oleh siapapun. Apa kamu bisa melihat hubungan mommy dengan kakak kamu Ravella? "
"Sejahat jahatnya ibu kandung, seorang anak tetap butuh ibu yang melahirkannya, dan mommy tak masalah akan hal itu! "
"Mommy tak ingin cucu mommy mengalami hal sama seperti para aunty nya. " tegasnya lagi.
Semua orang terdiam setelah mendengar ucapan mommy Zarina. Erland seketika bungkam, dia kehilangan kata dan selalu kalah berdebat dengan sang mommy.
__ADS_1
Mommy Zarina membawa cucunya menuju ke kamar. Wanita paruh baya itu menatap sendu kearah cucu cantiknya.
"Sayangnya oma, oma sudah memaafkan mama kamu nak. Oma janji akan membawa mama kamu kembali. " gumam oma Zarina.
Kedua matanya tampak berlinang air mata. Wanita paruh baya itu menyayangkan akan kepergian mantan menantunya. Terdengar suaa helaan nafas berat. Dia memperhatikan sang cucu yang tertidur pulas dam box bayinya.
Dia kembali berdiri lalu memanggil sang pengasuh untuk menjaga Anyelir. Mommy Zarina turun ke bawah dan bergabung bersama lainnya.
"Tante, Om aku minta maaf. Kehadiran aku membuat Vivian
pergi. " sesal Sachi.
"Sudahlah nak, tak perlu minta maaf. Lebih baik kalian pikirkan saja rencana pernikahan kamu dan Erland. " ungkap mommy Zarina.
Sachi sendiri hanya diam saja. Selama ini dia berusaha menggendong si kecil Anyelir dan mendekatkan diri. Namun tampaknya Anyelir tak nyaman bersama dirinya. Dia memang belum terbiasa dengan bayi, namun seiringnya waktu dia pasti bisa merawat Anyelir.
Semua orang tercengang mendengarnya. Erland berusaha membujuk calon istrinya itu namun Sachi sudah kekeh dengan keputusannya.
"Enggak sayang, aku tetap ingin menikah dengan kamu Sachi. Si kecil Anyelir membutuhkan sosok ibu dan kamulah yang pantas menjadi ibunya bukan wanita penipu itu. " ujar Erland.
Sachi sendiri tampak kebingungan. Di sisi lain dia begitu mencintai Erland dengan tulus namun di sisi lain. dia sangat kasihan dengan Anyelir.
"Apa yang di ucapkan Erland benar nak? " sahut Daddy Morgan.
Sachi terdiam, setelah memikirkan matang matang.Dia setuju dengan pernikahan dirinya dan Erland akan tetap di gelar nantinya. Keduanya tampak saling memeluk satu sama lainnya.
__ADS_1
Erland sendiri merasakan lega, dia mengeratkan pelukannya ke tubuh Sachi. Perempuan yang dia pilih untuk dia jadikan istri nanti. Pria itu sangat yakin jika pilihannya saat ini sangatlah tepat.
"Terimakasih telah mau menikah dengan aku baby. " bisik Erland dengan lembut.
"Sama sama sayang. " balas Sachi sambil tersenyum lebar.
Semua orang tampak bahagia dengan kabar rencana pernikahan Erland dan Sachi.Mommy sendiri hanya bisa berharap putranya bisa membahagiakan keluarga kecilnya dan tak mengulang kesalahan kemarin.
Beberapa menit berlalu, Sachi melepaskan pelukannya. Gadis itu pamit ke kamar si kecil yang di izinkan oleh calon mertuanya.
"Hai sayang, tante menyayangi kamu seperti putri tante sendiri. " bisik Sachi dengan lembut. Dia mencoba menggendong Anyelir lagi namun si bayi cantik kembali menangis.
"Maaf nona, sebaiknya Anda jangan mengendong nona kecil. Akan sangat susah di diamkan si kecil Anyelir yang terlalu lama saat menangis. " ujar sang pengasuh dengan sopan dan lembut.
"Maaf! "
Sachi langsung memundurkan langkahnya. Gadis itu berusaha menahan tangisnya saat dirinya kembali gagal. Dia menatap calon putri sambungnya yang tampak menangis, sang pengasuh berusaha menenangkannya.
"Mungkin Anyelir merindukan ibu kandungnya. " ungkapnya dengan senyuman mirisnya. Sachi memilih berlalu pergi menuju ke kamarnya.
Cklek
Sachi telah masuk ke dalam kamar. Dia meraih ponselnya dan mengirim pesan pada Vivian. Namun pesannya sama sekali tak di baca oleh Vivian.
"Rasanya ini sangat menyesakkan untukku. Sebagai ibu sambung, aku tak bisa berbuat apa apa untuk Anyelir. " gumam Sachi.
__ADS_1
"Mbak Vivian, kamu sebenarnya bersembunyi di mana? "