Nona Galak & Tuan Posesif

Nona Galak & Tuan Posesif
Bab 36 Kehilangan Morgan?


__ADS_3

Saat ini Morgan tengah berkelahi dengan Javas. Dia merasa geram dengan lelaki yang menganggu keluarga besarnya.


Davian datang, pria itu turut menyerang Morgan. Dia pun melampiaskan dendamnya pada sang rival itu.


Morgan terjatuh dan tak sadarkan diri dengan keadaan parah. Davian langsung memanggil anak buahnya untuk mengangkat Morgan. Pria itu lekas masuk ke dalam mobil dan pergi dari Gedung tua tersebut. Sementara Samuel terkapar di sana dengan tak berdaya.


Daddy Kenzo datang bersama bala bantuannya. Dia membulatkan mata melihat Samuel terkapar. Pria paruh baya itu lekas membawanya ke rumah sakit. Tak lupa dia mengerahkan para pengawal untuk mencari keberadaan Morgan. Selain itu dia juga memanggil polisi untuk menghukum Javas yang tertusuk.


Skip


Rumah sakit


Daddy Kenzo dan Daddy Alvan berada di rumah sakit. Mereka menunggu dokter yang tengah mengoperasi keadaan Samuel yang lumayan parah.


"Aku gagal melindungi Morgan, Al. " gumam Daddy Kenzo pada sang besan.


"Kita akan sama sama mencari Morgan, bukankah saat ini Charles tengah mencari Morgan. " sahut Tuan Alvan pada sang besan.


Beberapa jam kemudian dokter ke luar dari ruangan UGD. Keduanya lekas menanyakan keadaan Samuel. Dokter menjelaskan keadaan Samuel yang stabil.


Setelah itu dokter pamit pergi. bertepatan dengan suster yang ke luar dan mendorong brankar pasien menuju ke ruangan lain.


Dua paruh baya itu langsung menghampiri Samuel yang ada di ruangan VIP. Keduanya memilih menunggu di sofa, sampai Samuel sadar nanti.


Beberapa saat berlalu Samuel telah sadarkan diri. Tuan Kenzo langsung menghampiri sang menantu.


"El, bagaimana keadaan kamu sekarang? "


"Aku hanya perlu memulihkan siri Dad, oh ya mana Morgan. Morgan di bawa pergi seorang pria. " Samuel langsung menjelaskan ciri ciri Davian.


Tuan Kenzo dan Tuan Alvan saling melirik satu sama lain. Pria paruh baya itu mengeluarkan ponselnya, lalu menunjukkan sebuah foto pada Samuel.

__ADS_1


"Apa pria ini? "


"Iya Om. " sahut Samuel dengan lemah.


"Dia Davian, mantan kekasih dari Zarina. " ungkap Tuan Alvan.


Suasana mendadak senyap. Terdengar suara umpatan dari bibir Tuan Kenzo. Tuan Alvan sendiri berusaha menenangkan sang besan.


"Maaf Dad, aku gagal melindungi dan membantu Morgan. " sesal Samuel.


Tuan Kenzo mengangguk, dia meminta sang besan menjaga Samuel. Lalu ke luar dari ruangan menantunya. Pria paruh baya itu mencoba menghubungi Charles namun nomor ponsel pria itu tak bisa di hubungi.


"Ya Tuhan apa yang terjadi. " gumam nya dengan raut panik.


Sementara sore itu di Villa


Prang


"Kakak enggak kena pecahan gelas 'kan? " cecar Monica.


"Kak Zarin ada apa? "


"Enggak kok, firasatku mengatakan telah terjadi sesuatu pada Morgan. " gumam Zarina dengan mata berkaca kaca.


Monica langsung memeluk iparnya itu. Dia bisa merasakan apa yang di rasakan Zarina saat ini. Wanita hamil itu menangis dalam pelukan adik iparnya.


Wanita itu melepaskan pelukannya, menghapus air mata sang kakak ipar. "Bentar ya kak, aku mau coba hubungi Daddy Kenzo! "


Monica lekas menghubungi nomor sang daddy. Beberapa kali dia mencobanya namun selalu di akhiri kegagalan. Terdengar helaan nafas berat ke luar dari bibir Monica.


"Mungkin kita perlu bersabar saat ini Monica. " gumam Zarina.

__ADS_1


Tepat pukul tujuh malam Daddy Kenzo dayang ke Villa bersama mommy Amel. Zarina lekas bangun, segera menghampiri sang mertua.


"Dad, di mana suamiku? "


Mendengar pertanyaan sang menantu membuat Mommy Amel kembali menangis. Zarina yang melihatnya mengerutkan kening tak mengerti.


"Katakan di mana Morgan mom? " tanya Zarina sedikit mendesak.


"Morgan di bawa pergi oleh penjahat itu nak. " gumam Daddy Kenzo.


Zarina menggeleng tak percaya, wanita hamil itu meminta sang mertua menjelaskan padanya. Namun Daddy Kenzo hanya diam dengan raut sendu nya.


"Morgan. " Air mata Zarina jatuh membasahi kedua pipi. Wanita itu masih tak terima dengan apa yang di sampaikan mertuanya mengenai Morgan.


"Mom, Dad temukan suamiku. Temukan Morgan, aku enggak mau kehilangan dia hiks. " pekik Zarina dengan tersedu sedu.


Wanita itu menangis histeris. Tubuhnya lemah, Zarina hambir kehilangan keseimbangannya. Mommy Amel menjerit dan menahannya di bantu Daddy Kenzo. Mereka langsung membopong Zarina menuju ke kamar wanita hamil itu.


Monica turut menangis mendengar kabar mengenai kakaknya. Mommy Amel menangis melihat sang menantu tak sadarkan diri. Hatinya sama hancurnya seperti yang di rasakan Zarina saat ini.


Beberapa menit kemudian Zarina sadar. Dia kembali menangisi sangat suami. Mommy Amel mengusap kepala sang menantu dengan lembut.


"Morgan jahat mom, dia mengingkari janjinya padaku. Kenapa dia tak memikirkan aku dan calon baby twins dalam perutku. " racau Zarina sambil menangis.


Mommy menangis tergugu mendengarnya racauan menantunya. Wanita paruh baya itu lekas memeluk Zarina sambil mengusap perut besar menantunya.


Daddy Kenzo sendiri memilih ke luar, tak kuasa mendengar tangisan pilu ini.


Setelah beberapa saat mommy, memilih berbaring di sebelah Zarina. Dia meminta sang anak untuk beristirahat malam ini. Mommy juga menasehati Zarina agar tetap tenang, dia sangat yakin Morgan pasti akan segera di temukan.


"Ayo istirahat sayang. " ucap mommy.

__ADS_1


"Iya mommy! "


__ADS_2