Nona Galak & Tuan Posesif

Nona Galak & Tuan Posesif
Bab 87 Season 2 Part 25 Permintaan Savero


__ADS_3

Tepat pukul tujuh malam, Essie bersiap siap. Dia akan menghadiri pesta salah satu temannya. Selain itu dia menepati janjinya pada Chelsea, sahabatnya. Essie memutuskan mengenakan gaun berwarna merah


Usai bersiap gadis itu segera ke luar dari apartemen. Dia melajukan roda empat nya dengan kencang menuju ke hotel, pesta di adakan.


Skip


Hotel


Turun dari mobil, Essie lekas masuk ke dalam Hotel. Dia membalas lambaian tangan Chelsea. Keduanya saling berpelukan sejenak kemudian menghampiri pemilik pesta.


Essie memberikan selamat pada Tara atas ulang tahunnya. dia hanya diam saja saat Tara menggandeng lengan Savero.


"Sekali lagi selamat atas pesta ulang tahun kamu Tar. " ucap Essie dengan tulus.


"Thanks, ikuti terus acara aku ini ya Essie. " ujar Tara dengan senyuman manisnya. Dia mengajak Savero, pesta di mulai. Sorak sorai meramaikan acara. Savero menepis tangan Tara dengan pelan.


Malam ini Tara dan Savero menjadi perbincangan hangat di tengah pesta. Chelsea tampak kesal melihat Tara yang mendekati Savero, kakaknya.


"Tahu gitu, aku enggak usah ajak kak Vero tadi. " sesal Chelsea.Essie mengajak sahabatnya ke sudut ruangan. Keduanya memilih makan daripada marah marah tak jelas.


Savero sendiri segera menyingkir dari kerumunan keluarga Tara. Pria itu mengambil satu gelas wine yang di bawakan oleh pelayan.


gluk


gluk


Dia menaruh gelasnya di atas meja. beberapa saat kemudian, Savero merasakan ada yang aneh dengan tubuhnya.


"Si4l sepertinya ada yang memberikan obat dalam minuman itu. " umpat Savero. Pria itu memilih pergi dari sana menuju ke kamar hotel presidensial suit. Tara yang melihatnya segera mengejar Savero.


Chelsea segera menarik sahabatnya kemudian mengajaknya mengikuti Tara. Gadis itu melepaskan cekalan tangannya, kemudian menampar Tara.


"Sialan kamu Tara, berani beraninya kamu menjebak kakak aku. " umpat Chelsea kesal yang lekas menariknya pergi. Namun sebelum itu dia mendorong Essie ke dalam kamar yang di tempati kakaknya.


Sementara di dalam kamar, Essie tampak terkejut lihat sosok Savero yang berdiri tanpa pakaian atasnya.


"Maaf Tuan, sepertinya saya salah kamar. " ucap Essie. Gadis itu lekas berbalik dan berniat ke luar. Savero mencekal tangannya, lalu menggendong dan membanting nya di atas kasur.

__ADS_1


Keesokan harinya, Savero dan Essie sama sama terkejut dengan apa yang terjadi.


"Jadi kau yang menaruh obat perangsang itu hah? " tuduh Savero. Essie menggeleng, tangisan wanita itu begitu pilu. Wanita itu berniat beranjak dari ranjang.


"Awh. " Brug, Essie terjatuh, kala hendak berdiri. Wanita itu merasakan sakit di area terlarang nya. Savero mengusap wajahnya kasar, berulang kali terdengar suara umpatan ke luar dari bibirnya.


Pria itu segera memakai celananya kemudian menggendong Essie ke kamar mandi. Beberapa saat berlalu usai berpakaian, keduanya lekas ke luar dari hotel.


Essie memilih melajukan roda empatnya sendiri dengan perasaan hancurnya.


Tiba di Apartemen, Essie lekas turun dari mobil dan masuk ke dalam. Tangisnya langsung pecah seketika, dia tak menyangka jika dia akan kehilangan harta berharganya semalam. Dia seharusnya tak perlu hadir dalam pesta Tara.


"Aku telah mengecewakan mommy dan daddy. " gumam Essie dengan nada penyesalan. Wanita itu melangkah menuju ke kamar dengan perlahan.


Essie kini berada di bawah guyuran air shower. wanita itu berusaha menghilangkan jejak yang di tinggalkan Savero semalam.


Siangnya Savero datang ke apartemen Essie. Pria itu mencari keberadaan Essie di manapun. Savero lantas naik ke lantai dua dan masuk ke dalam kamar Essie.


brak


Kedua mata nya membulat sempurna melihat Essie masih berada di bawah shower. Savero lantas mengangkatnya, Essie memberontak meminta di lepaskan.


"Metode skin to skin, aku berharap demamnya segera turun. " gumam Savero.


"Lepaskan aku. " gumam Essie berusaha melepaskan diri.


"Diamlah Essie, saat ini aku membantumu menurunkan demam kamu. " sentak Savero dengan nada datarnya.


Essie terdiam. Dia mengeratkan tangannya pada selimut yang menutupi tubuh polosnya. Wanita itu memilih membalik tubuhnya, menatap lekat pria yang memeluk dirinya.


"Bukan aku yang menaruh minuman itu ke dalam minuman kamu kak. " ujar Essie dengan sungguh sungguh.


Savero hanya diam saja. Essie tentu saja merasa kecewa melihat Savero tak percaya padanya. Wanita itu hendak berbalik memunggungi Savero namun pria itu mencekalnya. Dia menariknya ke dalam pelukannya.


"Emh itu. " Essie menelan salivanya merasakan sesuatu terbangun dan berdiri dengan gagahnya.


cup

__ADS_1


Savero melayangkan ciuman tepat di depan bibir Essie. Pria itu lekas menyibak selimutnya kemudian mengukung tubuh Essie. Percintaan panas itu kembali terulang untuk kedua kalinya di pagi ini.


dua jam kemudian


usai bercint4, Essie bersandar di tubuh kekar Savero. Wanita itu tengah mengatur nafasnya yang tersengal.Savero sendiri merasa candu dengan tubuh Essie, hal itu membuatnya frustrasi.


"Aku harap ini yang terakhir. " gumam Essie. Wanita cantik itu menjauhkan kepalanya. Dia lekas turun sambil menarik selimutnya.


Savero sendiri memakai celana panjangnya kembali. Essie segera pergi ke kamar mandi. Tak lama wanita itu kembali dengan telah mengganti pakaiannya.


Kini giliran Savero yang langsung membersihkan dirinya. Essie sendiri memilih ke luar dan turun ke bawah, pergi ke dapur.


"Ya Tuhan, kenapa aku harus mengulang kesalahan itu. " gumam Essie menyesal. Saat ini dia tengah sibuk membuat makanan.


Grep


sepasang lengan kekar memeluknya dari belakang. Essie terdiam kamu, dia belum terbiasa di peluk pria asing.


"Lepaskan tangan kamu Tuan! " ujar Essie tanpa menoleh.


"Tidak, kau hanya perlu mengiyakan apa yang aku minta! "


"Aku akan bertanggung jawab asalkan kamu mau membantuku melupakan masa laluku! " bisiknya sambil menciumi leher Essie.


Essie langsung meremang. Wanita itu tak punya pilihan lain selain mengangguk sebagai jawabannya. Savero melepaskan pelukannya, pria itu duduk di meja makan. Essie sendiri segera menyelesaikan makanannya. Setelah membaginya di atas piring, dia lekas membawa nasi goreng itu ke meja makan.


Kini keduanya menikmati nasi goreng buatan Essie. Wanita cantik itu hanya diam saja tak mengatakan apapun pada Savero.


Usai makan, Savero menatap serius kearah Essie.


"Dengarkan ini Esther Brighton, dua kali aku tak mengenakan pengaman dan kamu tahu 'kan artinya apa? " ujar Savero yang membuat Essie tertegun.


"Meski tidak saling cinta tapi aku akan tetap bertanggung jawab. Aku tak akan membiarkan kamu lari ke mana pun! "


Essie hanya diam. Savero lekas bangkit dan mendekatinya. Pria itu kembali menciumnya cukup lama kemudian menjauhkan wajahnya.


"Aku pulang dulu. " ucap Savero. Pria itu lantas berbalik dan melenggang pergi begitu saja. Essie bernafas lega setelah Savero pergi dari hadapannya.

__ADS_1


"Mana mungkin kamu bisa mencintai aku, Vero. Kau masih terikat kuat dengan mendiang kekasihmu itu. " gumam Essie miris.


Essie hanya bisa menyalahkan apa yang terjadi dalam hidupnya saat ini. Rasanya ingin dirinya lupakan kejdian satu malam dengan Savero itu.


__ADS_2