
Paginya di Villa Samuel, mereka kini sarapan bersama.Selesai sarapan Morgan tengah menghubungi sang Daddy. Entah apa yang tengah di rencanakan pria itu.
"Mom sampai kapan kita akan bersembunyi seperti ini. Rasanya aku mulai bosan dengan keadaan saat ini. " ungkap Zarina pada sang mommy.
"Sabar sayang, percayalah semua ini akan berakhir. Kamu perlu bersabar untuk sementara. " tegur Mommy Fera pada putrinya.
Zarina hanya mampu menghela nafas panjang. Dia menginginkan suasana yang tentram. Semua orang terdiam setelah mendengar keluhan dari Zarina.
dug
Wanita hamil itu mengusap perutnya, dia merasakan tendangan dari dalam perutnya. Zarina hanya bisa pasrah dengan keadaan saat ini. Memang benar jika dirinya harus bersabar kali ini.
Morgan kembali, dia menghampiri istrinya dan berpamitan pada Zarina. Pria itu menciumi sang istri kemudian menyapa sang buah hati.
"Sayang kamu di sini saja bersama dengan mommy dan lainnya. Aku akan menyusul daddy bersama Samuel. " ungkap Morgan.
Zarina tentu saja menolak begitu juga dengan Monica. Namun suami masing masing berusaha membujuknya hingga pada akhirnya setuju.
"Kalian hati hati." ungkap Zarina yang di angguki Morgan. Kedua pria itu lantas masuk ke dalam mobil dan melesat meninggalkan Villa.
Zarina sendiri menatap taman di belakangnya. Wajahnya tak bisa menyembunyikan kesedihan yang dia rasakan saat ini. Mommy Fera mengusap punggung sang anak. Dia sangat paham dengan apa yang di rasakan putrinya itu.
Wanita paruh baya itu berusaha menghibur Zarina dan Monica. Zarina mengusap air mata nya, dia langsung berdoa pada Tuhan agar melindungi suaminya.
Morgan dan Samuel telah bertemu dengan sang daddy.
Saat ini mereka berkumpul di mansion, membicarakan strategi untuk melawan Javas.
__ADS_1
"Dad, biar aku saja yang jadi umpannya. " ujar Morgan. Mereka tentu saja tak setuju dengan ide Morgan namun Morgan sendiri tetap kekeh.
"Rencana ini sangat ekstrem Morgan, apa kau yakin nak? " tanya Daddy Kenzo memastikan.
"Sangat yakin Daddy. " ujar Morgan dengan tegas.
"Kita akan berbagi menjadi dua kelompok, daddy dan Alvan akan berada di sebelah selatan. Kalian berdua ada di sebelah Utara. " ungkap Daddy Kenzo.
Morgan POV
Maafkan aku Dad, hanya ini yang bisa aku lakukan demi menghentikan perpecahan antara kau dan Javas hanya karena masa lalu. Aku tahu keputusan ini sangatlah beresiko nantinya terutama pada nyawaku. Tak ada yang bisa aku lakukan demi kamu Daddy dan mommy juga semuanya. Zarin sayang, maaf karena mungkin saja nanti aku akan mengingkari janjiku padamu. Selamanya aku akan selalu mencintai kamu dan si kembar.
Morgan POV end.
Pria itu menghela nafas panjang, dia telah memikirkan hal ini sejak lama. Jika sang Daddy tahu, pria paruh baya itu tak akan setuju.
Mommy Amelia menatap kepergian anak dan suaminya dengan raut khawatirnya. dia terus berdoa semoga keduanya baik baik saja dan kembali dengan selamat.
back to back
Villa
Zarina merasakan gelisah semenjak suaminya pergi. Dia merasakan akan ada kejadian buruk namun wanita itu menyangkalnya.
"Kak Zarin, ada apa? " tanya Monica pada kakak iparnya.
"Aku kepikiran Morgan, Mon. " sahutnya dengan gelisah.
__ADS_1
"Aku juga merasakan hal yang sama kak tapi lebih kita berdoa saja semoga mereka berhasil. " ungkap Monica.
"Iya kau benar. " sahutnya. Monica bangkit, mengajak kakak iparnya masuk ke dalam. Wanita itu mengantarkan Zarina hingga ke kamarnya.
Kini Zarina telah berbaring di atas ranjangnya. Dia meraih foto dirinya saat menikah dengan Morgan. Bibirnya melengkung membentuk senyuman.
Teringat bagaimana awal awal pernikahan mereka. Wanita itu menghela nafas panjang, dia menaruh photonya dan lanjut mengusap perut buncitnya.
"Morgan, kamu sudah janji akan kembali dengan selamat. Aku harap kamu menepati janji kamu sayang. " gumam Zarina.
Dug
dug
Si kembar kembali menendang perutnya. Zarina mengusap halus perut buncitnya. "Sayang, apa kalian juga mencemaskan Daddy kalian. " gumam Zarina pelan.
Wanita hamil itu saat ini tak bisa tenang. Fokusnya terus tertuju pada sang suami. Zarina benar benar khawatir dengan Morgan.
Di sisi lain
Morgan dan Samuel langsung mencari keberadaan Javas saat ini. Keduanya berniat menemui Javas di markas pria itu. Rencana mereka memang sangat ekstrem dan berbahaya.
"Morgan, kau yakin dengan rencana ini? " tanya Samuel untuk kedua kalinya.
"Tentu saja yakin, El jika terjadi denganku nanti aku mohon lindungi keluargaku. " ujar Morgan.
"Jangan berbicara sembarangan Morgan, Istrimu pasti akan marah besar nanti. " Kini keduanya berdebat mengenai rencana mereka. Samuel tak suka dengan ucapan Morgan yang seolah akan terjadi sesuatu.
__ADS_1
Keheningan melanda keduanya, mereka larut dalam pikiran masing masing.