Nona Galak & Tuan Posesif

Nona Galak & Tuan Posesif
Bab 75 Season 2 Part 13 Kedekatan Calon Mertua & Calon menantu


__ADS_3

Sorenya sepulang kerja, River mengajak sang kekasih menemui sang mami di sebuah Restauran ternama. Pria itu mengenalkan Ravella pada sang mami.


"Ternyata kamu sangat cantik nak, pantas saja River tergila gila


padamu. " ungkap Mami Salsa pada calon menantunya.


"Tante bisa saja, em tante Salsa datang sendiri ke sini? " tanya Ravella dengan hati hati.


Mami Salsa mengangguk di sertai senyuman tipis. Wanita itu mengungkapkan apa yang terjadi dalam rumah tangganya. Ravella menyentuh tangan calon mertuanya.


"Aku yakin tante bisa melalui ini semuanya, aku merasa River memiliki nasib yang sama seperti aku Tante! "


Ravella memberitahu sedikit tentang keluarganya. Dia juga mengungkapkan bagaimana besar rasa sayangnya pada sang mommy tercinta, mommy Zarina. Mami Salsa menyentuh tangannya, memberikan seulas senyumnya pada sang calon menantu.


"Kau anak yang sangat baik nak, dari sekarang panggil saja mami


sayang. " puji Mami Salsa. Ravella mengangguk, tak lama pelayan datang mengantarkan pesanan mereka.


Mereka makan siang bersama di restauran. River tampak tersenyum samar melihat kedekatan sang kekasih dengan maminya.


Beberapa menit berlalu, mereka selesai makan. Obrolan mereka pun kembali berlanjut. Tawa renyah terdengar dari bibir wanita beda usia itu. Ravella merasa nyaman mengobrol dengan calon mertuanya.


Setelah selesai River memanggil pelayan kemudian menyerahkan selembar uang. Ketiganya langsung ke luar dari restauran. River langsung melajukan roda empat nya mengantarkan sang mami dan calon istrinya menuju ke mall.


Skip


Pukul empat sore Ravella telah kembali ke Villa Brighton. Gadis itu masuk ke dalam sambil menenteng beberapa belanjaannya. Ravella menyapa orang tua dan adik adiknya terlebih dahulu kemudian pergi ke kamarnya.

__ADS_1


Di Kamar, Ravella menaruh barang barangnya di atas meja beserta tasnya. Wanita itu pergi ke kamar mandi. Setelah menuangkan pewangi, dia lekas berendam dalam jakuzzi.


Tiga puluh menit berlalu Ravella ke luar mengenakan handuk mandi. Dia lekas mengambil kaos oblong dan celana panjangnya. Merasa lelah, dia lekas merebahkan tubuhnya di atas sofa.


Sementara di ruang tamu, Essie tampak kesal melihat adik dan kakaknya terus menerus mengolok nya.


"Kak Erland, antara aku dan Cakra itu tak ada hubungan apapun. " rengek Essie dengan bibir cemberut nya.


"Eh iyalah, bukankah si tengil itu terus saja menggoda kamu Essie? " ledek kakak kembarnya.


"Enggak usah ngomong aneh aneh deh kak, malas aku. " ujar Essie dengan sewot. gadis remaja itu beranjak dari sana dan pergi ke taman belakang.


Erland tentu saja terdiam melihat kepergian adik perempuannya. Mommy Zarina lekas menegur sang anak untuk jangan meledek Essie terus menerus.


"Essie nya aja yang sensian


"Diamlah Nolan, kamu jangan ikut ikutan seperti Erland, kakak kamu. Apa kalian berdua tak lelah terus menerus meledek Essie? " cecar mommy Zarina dengan tegas.


Keheningan melanda mereka berempat di ruang tamu. Nolan dan Erland tak lagi berbicara setelah sang mommy angkat suara kali ini. Daddy Morgan sendiri menghela nafas panjang, memilih diam dan tak ikut campur.


Mommy Zarina menatap kedua putranya secara bergantian. Wanita itu menghela nafas panjang, kembali menasehati kedua jagoannya itu.


"Dengarkan mommy, jika sampai Essie ngambek dan memilih tinggal bersama opa, apa kalian mau? " pancing mommy Zarina.


"Enggak mommy. " jawab Erland dan Nolan secara bersamaan.


"Maafin kami mommy. " sahut kedua pemuda itu.

__ADS_1


"Minta maaf sama Essie, kalau mommy sampai tahu kalian kembali berbuat usil pada adik kalian. Mommy akan menghukum kalian dengan tegas. "


Setelah itu Mommy Zarina kembali membuka majalahnya. Dia telah selesai menasehati kedua anaknya yang bandel. Nolan dan Erland saling melempar lirikan satu sama lain.


Langit sore berubah menjadi gelap. Kini mereka berkumpul di meja makan. Essie hanya diam dan fokus pada makanannya. Ravella memperhatikan adik kesayangannya itu dengan kening berkerut.


"Essie, kamu kenapa diam saja sejak tadi? " tanya Ravella pada sang adik.


"I am fine kak. " jawab Essie sambil tersenyum tipis. Ravella lekas melirik kearah kedua orang tuanya. Mommy dan daddy hanya diam saja tak menjawab pertanyaan Ravella.


Mereka semua makan malam dalam suasana hening. Usai makan malam Essie lekas beranjak dan pamit pada orang tuanya. Gadis itu sepertinya marah pada Erland dan Nolan.


Ravella yang tak tahu hanya bisa menatap kepergian sang adik dalam


kebingungan nya. Dia tak bisa berbuat apapun karena tak tahu inti masalahnya.


Usai beres beres meja makan, mereka semua pergi ke kamar masing masing.


Ravella kini tengah asyik chat dengan kekasih hatinya. Wanita itu tampak tengah berbunga bunga mendapat pesan romantis dari River.


"Good Night Prince! "


"Night too Princess! " balas River.


Ravella menaruh ponselnya kemudian segera berbaring dan istirahat.


__ADS_1


__ADS_2