Nona Galak & Tuan Posesif

Nona Galak & Tuan Posesif
Bab 110 Season 3 Part 14


__ADS_3

Sepulang dari kantor, Erland benar benar menghindari Sachi dan menolak kehadiran wanita itu. Sachi menyusulnya hingga di depan villa kediaman Brighton.


"Erland sayang tunggu. " Sachi mencekal tangan sang calon suaminya.


Erland menoleh, menepis kasar tangan Sachi. Pria itu menatapnya dengan tatapan datarnya. "Kenapa kamu enggak jujur mengenai masa lalu kamu? " pekik Erland dengan emosi tertahan.


"Maafkan aku Erland, kejadian itu terpaksa aku lakukan. " ungkap Sachi menyesal.


"Uang? "


"Masih banyak pekerjaan lain, tapi kamu justru menjual harga dirimu. Apa kamu memang semurah itu Sachi? " geram Erland.


Plak


Sachi tentu saja tersinggung hingga melayangkan tamparannya ke wajah Erland. Erland tersenyum sinis melihat tindakan Sachi barusan.


"Kau tidak tahu apa yang aku alami selama ini tuan Erland. " desis Sachi dengan nada bergetarnya.


"Sudahlah sebaiknya kamu pergi dari sini, jangan pernah tampakkan wajahmu di hadapanku. " usir Erland.


Pria itu sama sekali tak peduli dengan tangisan Sachi saat ini. Mendengar suara keributan membuat mommy dan daddy ke luar. Kedua paruh baya itu tampak mengerutkan kening melihat anak dan calon menantunya bertengkar. Terlebih dia melihat Sachi menangis sesegukan.


"Ada apa ini? " tanya Mommy.


"Tanya saja pada calon menantu mommy yang tak suci lagi itu. " ketus Erland dengan kasar.

__ADS_1


"Erland. " tegur Daddy dengan tatapan penuh peringatan. Erland sama sekali tak peduli, dia langsung masuk begitu saja. Mommy sendiri lekas mengajak Sachi masuk ke dalam dan membawanya ke ruang tamu.


Kini suasana masih senyap dan sunyi. Mommy Zarina menunggu calon menantunya tenang terlebih dahulu.


"Nak ada apa, kenapa Erland bisa marah besar seperti tadi? " tanya Mommy dengan lembut.


Sachi hanya diam saja. Dia merasa sangat malu jika harus mengatakan perihal masa lalunya. Mommy Zarina membuang nafas berat, dia memberikan waktu untuk Sachi menenangkan dirinya.


"Erland membatalkan pernikahan kami, Tante. " ucap Sachi dengan pelan. Mommy Zarina tentu saja tersentak kaget. Wanita itu kembali bertanya pada calon menantunya namun Sachi memilih bungkam.


"Dia pasti memiliki alasan yang kuat untuk membatalkan rencana pernikahan kalian, Sachi? "


Sachi tetap bungkam. Hal itu membuat orang tua Erland sendiri semakin kebingungan. Mommy membuang nafas berat, dia hanya bisa mencoba menenangkan calon menantunya itu.


Mommy lekas bangkit, dia pergi mengambil minuman di dapur. Tak lama dia kembali, berpapasan dengan sang putra yang berjalan melewatinya.


"Iya. " balas Erland singkat. Keduanya pergi ke ruang tamu dan mengobrol di sana.


"Jadi kau belum bicara mengenai masa lalu kamu yang menjual harga dirimu itu? "


Pria itu mengungkapkan kebenarannya pada kedua orang tuanya. Mommy tentu saja terkejut, dia sempat melirik Sachi sebentar. Sachi sendiri merasa malu dan tak berani mengangkat wajahnya.


"Erland, jika jamu benar benar mencintai Sachi. Kau harusnya menerima dia apa adanya. " ujar mommy dengan bijak.


"Aku enggak bisa, pria yang menghabiskan malam dengannya adalah salah satu klienku. " ujar Erland dengan wajah datarnya.

__ADS_1


"Aku minta maaf pada kalian semua tante, om. Aku tahu masa laluku pasti akan membuat nama baik kalian tercemar. Tapi aku sangat tulus mencintai Erland dan Anyelir. " ungkapnya sungguh sungguh.


Suasana kali ini tampak tegang. Mommy membuang nafas berat, pusing menghadapi permasalahan sang anak. Wanita paruh baya itu sampai memijit kepalanya. Sachi sendiri diam diam menatap sendu kearah calon suaminya.


"Maafkan aku Er, aku mohon berikan aku kesempatan. " pinta Sachi dengan tatapan sendunya. Erland hanya diam saja melihat Sachi memohon padanya.


"Erland, berikan jawabanmu nak. Kau juga tak boleh memikirkan keegoisan kamu. Anyelir membutuhkan sosok seorang ibu. " ujar mommy Zarina.


"Tapi keputusanku tetap sama, aku tak ingin melanjutkan rencana pernikahanku dengan Sachi. " tegas Erland.


"Apa kau berniat mencari keberadaan mantan istri kamu itu. " sela Sachi dengan tatapan sendunya.


"Ini bukan urusan kamu. " sentak Erland. Pria itu bangkit, pergi meninggalkan ruangan tengah. Sachi menatap kepergian Erland dengan tatapan kecewanya.


Wanita itu hanya bisa menangis. Dia hanya mampu merugikan kebodohan Gerald yang membuka rahasianya. Sementara mommy dan daddy hanya menatap Sachi dalam diam.


Mommy mencoba memberikan pengertian pada Sachi agar menerima kenyataan. Erland sudah mengalami rasanya di bohongi dan putranya itu tak ingin masuk ke dalam jurang yang sama.


"Jika kau memang mencintai Erland, relakan dia dan hargai keputusan Erland nak. "


"Tante sangat menyayangkan kenapa kamu tak jujur sejak awal kalian berdekatan. " ungkap mommy Zarina.


Sachi terdiam, dia menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya. Hanya terdengar suara isakan tangis yang ke luar dari bibir wanita itu.


Sementara di kamar Erland menemani sang buah hati. Pria itu menatap si kecil Anyelir yang tampak tenang. Dia mengusap pipi putri kecilnya dengan penuh kasih sayang.

__ADS_1


"Daddy harus apa nak, lagi lagi daddy di bohongi oleh orang yang daddy sayang! " gumam Erland.


Hot daddy itu membuang nafas berat, Dia berusaha mengontrol dirinya agar tetap tenang. Pada akhirnya dirinya hanyalah seorang pria pecundang.


__ADS_2