
Kara kembali menjatuhkan tubuhnya ke ranjang, sampai ia terpantul pantul, ia kembali meringkuk seperti keong.
"Uhhh ranjang sayang !! aku datang !!" ujarnya.
"Dih, mau kemana lagi nih anak !" ujar Ayu, menarik narik kaki Kara. Begitupun Ica yang memilih bermalas malas ria, ia membaringkan badannya samping Kara, ia lelah, bukan karena senamnya, tapi perutnya ngilu karena tertawa, udara dingin mendukung untuk kembali menarik selimut.
"Ih nih anak 2, " Ayu juga menarik narik kaki Ica.
"Loe berdua mau ditinggal ??!" tanya Ayu.
"Mau kemana sih?" tanya Kara malas.
"Tadi kata Jihad, mau liat kebun teh, sambil jalan jalan !"
"Males ahh, musim liburan gini pasti penuh !" jawab Kara. Beda halnya dengan Ica yang sudah semangat, matanya kembali segar mendengar kata jalan jalan apalagi gratis.
"Ra, buruan !!" Ica melompat dari ranjang dengan secepat kilat bersiap siap.
"Huuu ! denger kata gratisan aja, ijo banget tuh mata !" ledek Ayu melengkungkan bibirnya.
"Masalahnya kalo Kara ga ikut, batal ! yang punya acara kan kanjeng mas sayangnya Kara !" kembali Ayu menambahkan. Tentu saja Ica tak membiarkan acara the perfect holiday nya gagal hanya karena Kara yang maunya bermalas malasan. Heran saja, Kara sebegitu cintanya dengan kegiatan rebahan, apakah rebahan bisa membuatnya sepintar ini.
"Ra, mau gue gusur ke kamar mandi atau mau gue mandiin sekalian??!" tanya Ica mengancam, seraya menarik kaki mulus Kara.
"Ca, ih..!!" Kara merangkak untuk mempertahankan posisinya, namun Ica tak kalah kuat menariknya. Kara meraih bantal dan ia pukulkan sekuatnya pada Ica, tak mau kalah Ica pun membalasnya dengan guling. Hingga akhirnya, keduanya malah jadi perang bantal.
"Gue capek Ca, masih ngantuk !!" pekik Kara.
"Tidur mulu mata loe nanti bus*uk !!"
"Ca diem ahh, " tolak Kara.
Keduanya saling membalas pukulan satu sama lain, dengan Ica yang terus saja mengganggu Kara, Ica bahkan lebih parah, ia memaksa Kara membuka pakaiannya dan menarik Kara agar masuk ke kamar mandi.
"Oyy elah !! udah kaya anak anak kucing lagi rebutan susu emaknya !!" sarkas Ayu tak bisa melerai keduanya.
"Tolongin gue Yu, gue mau di p3rk0s4 Ica !!" teriak Kara tergelak.
"Cih amit, gue mau mandiin anak kucing !!" jawab Ica. Teman temannya sudah siap di lobby, duduk santai di sofa lobby.
"Loe yang oon, anak kucing mandinya dijilatin emaknya !" jawab Kara teeus mengelak dan memukul.
"Sini gue jilat loe kaya lolipop !" jawab Ica mengejar Kara dengan menubruk Ayu yang berada di tengah.
"Astaga !!! ini mereka lupa apa gimana ?!" tanya Amel.
"Loe liat deh Mel, kali aja mereka malah tidur lagi !" pinta Vanya.
"Ya udah bentar !" Amel berjalan menuju kamar ketiga gadis absurd ini.
***********
"Busettt ! yang disusul sama yang nyusul sama sama kelelep !" keluh Arial, Jihad tak tinggal diam, sudah ia duga..pasti Ica dan Kara berulah, melihat Jihad menyusul, Milo ikut menyusul.
Pintu kamar mereka terbuka,
"Astaga !!! gue pelintir leher loe berdua satu satu !!! properti hotel rusak !!" ucap titisan nyi Blorong ini menggelegar seperti petir di hari cerah, sedangkan Milo sudah tertawa, "by, ya Allah !! kamu terciduk !!" ucapnya melihat posisi keduanya yang riskan.
"Astogee !!! ditungguin dari tadi malah pada adegan bahaya di kamar !!" gelengan kepala Arial. Kara yang terbaring dengan Ica yang berdiri di atasnya, sungguh posisi terkamvreet dalam sejarah perhotelan, dan dilihat olrh Milo, Jihad, juga Arial yang menyusul. Jihad menjiwir kuping Ica, yang rambutnya sudah berantakan, begitu pun Kara, sama berantakannya.
"Punya sugar baby kaya loe berdua, auto meninggal gue besok !" keluh Jihad.
"Aaa...aa...Ji ! sakit peakk !!" keluh Ica, Milo ikut masuk membangunkan Kara, jangan sampai posisi gadis ini membuatnya memaksa ayahnya membawa Kara ke KUA. Malah Ayu yang melerai pun ikut menjadi bulan bulanan, Amel tak hentinya tertawa.
"Njirr !! loe berdua yang berantem, gue yang babak belur !" omel Ayu.
"Si Amel juga malah ketawa mulu !" dumel Ayu lagi.
"Ica tuh yank, masa bajuku ditarik tarik !" jawab Kara mengadu.
"Abisnya susah banget bangunin loe suruh mandi nih anak kucing, gue mandiin juga sekalian !" jawab Ica kembali melemparkan bantak yang malah kena Milo.
"Upps, sorry kak !!" Ica menutup mulutnya.
Milo mengusap wajah Milo yang kena imbasnya.
"Udah dibilangin anak kucing tuh mandinya dijilatin emaknya !" Kara melempar balik bantal malah kena Jihad.
"Haaa ! sorry daddy !" Arial dan Amel tertawa.
"Stop !!" lerai Milo.
"Kamu mandi by, sebelum nanti aku yang jilatin kamu !" ucap Milo yang ikut ruwet seperti Jihad, Kara mendadak manyun.
"Dan loe, siap siap ! beresin nih kamar, kasian house keeper harus capek gara gara ulah loe berdua !" ucap Jihad pada Ica.
"By, kita kan mau jalan jalan, " ucap Milo.
"Nah kan, tuh ! cewek loe ka Milo, susah banget bergerak, kaya ke*bo mau lahiran !" adu Ica.
__ADS_1
"Iya ahh, bawel !! gue mandi dulu ! "
"Loe emang dah mandi Ca? gue yakin cuma cap 2 jari doang ?!" tebak Kara.
"Yang penting gue ga bau ! masih wangi !"
"Dih jorok !!" jawab Kara.
"Tapi gue bedakan !"
"Gue ga mau ajak yang ga mandi !" jawab Milo, Kara saling menatap dengan Ica, pandangan Kara dan Ica pada handuk dengan secepat kilat keduanya menyambar handuk, Kara lebih gesit ia menyambar kedua handuk lalu melempar handuk Ica ke arah Jihad.
"Ra, elah ! berdua oyy, barengan !" Ica segera meraih handuknya lalu berlari menyusul Kara, di pintu kamar mandi pun keduanya masuh saja berdebat, berebut masuk.
"Ca, gue kejepit weh !!" Kara beradu kuat dengan Ica.
"Gue dulu Ra, loe mandinya cepet !" jawab Ica.
"Gue duluan yang masuk, Ca !! karena gue cepet !!" tak mau kalah.
"Amsyong gue !" gumam Ayu, Amel kembali tertawa melihat tingkah keduanya.
Jihad meloloskan nafas berat, kamar mandi hotel sudah seperti MC*K umun saja dibuat keduanya.
"Oy..oy..!! ini hotel bukan MC*K umum, kamar mandi banyak !" pekik Jihad.
"By, kamar mandi di kamarku aja !" usul Milo.
"Tuh, loe kamar mandi di kamar ka Milo aja, Ra, biar cepet !" tunjuk Ica. Kara akhirnya mengalah.
"Ck, ah..!!" Kara lalu membawa pakaian gantinya dan handuknya. Dengan rambut yang berantakan layaknya seorang pel4kor abis kena labrak istri sah, Kara keluar bersama Milo.
"By, kamu lucu kaya abis kena labrak karena selingkuh sama laki orang !" Milo menertawakan gadis yang cemberut di sampingnya.
"Iya, aku abis dilabrak sama istri orang !" ketus Kara, Milo mencubit gemas pipi Kara.
"Ini yakin aman kan? kamu ga akan masuk kan?!" tanya Kara mengangkat sebelah alisnya.
"Kalo masuk, jadi scandal..besok kita dinikahin, aku masuk deh kalo gitu !" jawab Milo, dihadiahi pukulan tangan Kara.
"Kalo di nikahin langsung, kalo diarak dulu ??!" tanya Kara balik.
"Tapi ujung ujungnya dinikahin kan ?! yuu !!" jawab Milo malah semangat.
"Cihh, baru kali ini cowok bangga minta diarak karena ketauan ga bener !" ketus Kara.
"Udah kaya singa betina, galak. Aumm !!" Milo menggoda Kara, sepaket dengan rambut singa Kara.
"Ga apa apa, biar lebih jelas liat cantiknya kamu !" kekeh Milo.
"Dah, kamu cukup di luar aja ! awas !! ga boleh masuk !" ancam Kara mengacungkan telunjuknya di deoan wajah Milo, pemuda itu malah mengecup telunjuk Kara,
"Iya baby, aku ga sebr3nks3k itu ! sana mandi gih !" ucap Milo mengacak rambut Kara. Kara masuk ke dalam kamar Milo, lalu menutupnya. Ia mengedarkan pandangannya, Milo terbilang rapi untuk ukuran seorang cowok, tak ada baju yang berserakan ataupun menggantung disana. Ia lalu masuk ke dalam kamar mandi, satu yang Kara tau pasti, Milo orangnya tak bisa perfeksionis dalam hal barang pribadi, ia tak bisa sembarangan, sudah ada sabun dan peralatan hotel saja, ia tetap membawa alat alat dan sabun mandi pribadinya. Kara meraih botol sabun dan shampoo milik Milo, membauinya. Kara memejamkan matanya, wangi rambut dan tubuh pacarnya. Bau sabun mahal memang beda, baru dibuka aja, wanginya bisa nyampe satu ruangan. Apalah ia yang hanya pakai sampo sachet seribu dapet 2 sachet.
**************
Mobil mereka memasuki daerah wisata outbond perkebunan teh, lalu mereka turun.
"Gilakk!! bagus banget, seru deh kayanya !" kagum Vanya.
"Ji, beli tiket dulu deh !" ucap Milo. Jihad mengangguk dan menghitung jumlah nyawa yang ikut.
Amel dan Vanya sudah berjalan duluan, melihat lihat tempat ini.
"Hahahaha, akhirnya gue bisa holiday tanpa bocil bocil rese !" ucap Ica. Milo selalu menggandeng Kara, seperti anak kecil yang takut hilang.
"Rial, loe berani coba naik itu ?!" tanya Erwan.
"Jangan sebut Rial kalo cuma wahana outbond gini ga mampu !" ia menyenggol hidungnya sendiri.
"Oke gue tantang loe semua, main semua wahana yang ada disini !" Kean mengulurkan tangannya.
"Oke !! yang lain gimana?" tanya Rial.
"Gue, oke !" jawab Milo.
"Yang kalah ngapain?" tanya Ica.
"Gimana kalo konser bakat ntar di hotel ?!" usul Ayu.
"Boleh !" jawab Raka.
"Kalo yang laki kalah, hukuman ditambah jajanin di kantin seminggu !" tambah Kean.
"Deal !" jawab Milo.
"Sue njirr !! jawab Erwan.
"Bos mini market jangan so miskin !" jawab Kean.
__ADS_1
"Asikk, gue mau kalo gitu !!" Ica tertawa.
"Pasti mau lah ! loe paling boros jajannya, bisa irit uang saku loe !" sarkas Jihad.
"Ga usah sirik, orang kaya iya aja ! ga kasian apa sama gue yang kaum rengginang sisa lebaran??!" ujar Ica.
"Hahahah, udah alot nyempilnya di kaleng kue lagi !" jawab Ayu.
"Deal !" jawab Erwan. Hanya tinggal menunggu jawaban Kara.
"Apa?!" tanya Kara.
"Main gak, ku cip*ok juga nih ?!" tanya Milo.
" Iya, " jawab Kara.
"Ra, bisa ikut gue sebentar !" pinta Juwita.
"Kalian duluan aja," Kara mengekor Juwita. Milo mengikuti keduanya.
"Ngikut mulu Mil, bini loe ga akan gue culik !" omel Juwita, melihat keposesifan Milo yang diambang batas normal.
"Udah kaya cctv 24 jam deh loe Mil, " decak Juwita, diangguki setuju oleh Kara.
"Mesti dijagain, takut tiba tiba dia aneh !" jawab Milo,
"Kamu yang aneh !" sarkas Kara.
"Ra, selamat ulang tahun ya !" Juwita menyerahkan paper bag berisi kotak berhiaskan kertas kado dan pita.
"Makasih ka, " Kara menerimanya.
"Semoga semua yang loe impikan tercapai, dan hubungan loe sama sepupu gue yang absurd gue ini langgeng,"
"Aamiin, makasih ka !"
"Sue loe ! absurd, " dumel Milo tak terima. Juwita terkekeh, "absurd, gue baru tau loe seposesif ini kalo sama pacar ! syukur deh, Kara betah sama loe, pemaksa !" ujar Juwita.
"Semoga loe bahagia selalu, " lanjut Juwita, pandangannya menunduk, ada rasa sendu dan ketir yang lolos dari hatinya. Kara melihatnya, gadis itu meraih tangan Juwita.
"Ka Juwi baik baik aja kan?!" tanya Kara hati hati. Ada beberapa butir air mata yang lolos dari matanya.
"Ta.." Milo hendak menyentuh Juwita, tapi Kara menahannya dan menggelang,
"Biar aku aja !" gumamnya, Milo mengangguk, Kara memberikan paper bag nya pada Milo. Milo undur diri dan bergabung dengan temannya yang lain, dimana yang lain sudah mencoba beberapa wahana yang ada disini, menjalankan tantangan yang mereka buat.
"Ka, jangan nangis lagi ! air mata kaka terlalu berharga kalo cuma buat nangisin cowok br3ngks3k kaya dia !" ucap Kara memeluk Juwita, yang malah semakin sesenggukan.
"Kenapa gue bo*do banget sih Ra, bisa kemakan sama rayuan gombal Rayhan, kenapa gue naif, kalo Rayhan cuma mau ngancurin Milo lewat gue !" ucapnya bersungut sungut seraya air mata yang terus mengalir.
"Kaka bukan bo*doh, tapi kaka terlalu baik, sampe sampe ga punya fikiran jelek sama orang." Keduanya duduk di bangku.
"Baik sama bo*doh beda tipis Ra, " jawabnya.
"Gue udah kotor Ra, gue juga sampe harus di gandeng psikiater, semua dah tau !" isaknya.
"Gue yakin, nanti kelak ada seseorang yang baik yang bakalan terima kaka apa adanya, " jawab Kara.
"Gue kadang suka ngiri sama loe, kalo lagi bareng Milo. Loe beruntung dapetin Milo, walaupun dia berandalan tapi dia ga br3ngks3k, dan Milo juga beruntung dapetin loe, yang tulus."
"Apa segini doang nih seorang Juwita Aditama ?" tanya Kara, Juwita mengangkat alisnya.
"Gue pikir ka Juwi, setangguh Milo?!" tanya Kara.
"Dia kehilangan ibu loh kak, udah gitu papahnya nikah sama perempuan yang sudah membunuh ibunya sendiri, bahkan ia juga survive saat Ivan, Gladys, dan yang lain mencoba buat runtuhin dan hancurkan dia ?" tanya Kara.
"Apa hanya karena mencintai orang yang salah, lantas kaka menghakimi diri kaka sebagai orang paling bod*oh? apa hanya kesalahan satu malam lantas membuat kaka menjudge diri sendiri sebagai orang paling kotor di dunia?" tanya Kara.
"Jangan pernah berfikir hanya kaka lah orang paling buruk di dunia, kaka masih punya segalanya. Ada keluarga, ada Milo, ada teman !" jawab Kara tanpa membiarkan Juwita menjawab.
Juwita terkekeh, "di dunia ini tak ada yang benar benar tulus, Ra!" jawabnya.
"Kalo gitu kaka meragukan hubunganku sama Milo, kaka meragukan pembelaan Milo sama kaka, meragukan bantuan ka Raka, Kean, dan yang lain."
"Lihatlah ka, dunia masih sangat luas ! dunia bukan hanya sekedar tentang Rayhan, stop pikirkan Rayhan sepaket dengan semua yang berhubungan dengan masalah kalian yang sudsh berlalu. Kenangan buruk tuh kaya buah bu*suk, harus dipotong dan dibuang jauh jauh bagian yang bu*suknya !"
Obrolan mereka membuat Juwita menarik senyumannya,
"Aaaaaa !!!!" pekik Ica, yang meluncur melewati perkebunan teh, diatas wahana flying fox. Ica saja sudah naik, Kara tak boleh kalah start.
"Gabung sama yang lain yu !! seru deh kayanya !! lupain semua yang sudah berlalu, lihat ! kaka masih dikelilingi orang orang yang baik," ajak Kara menarik tangan Juwita.
"Loe ga takut, Ra?!" tanya Juwita. Kara menggeleng, "engga...kayanya !" nyengir Kara.
"Oke, gue ikutan kalo gitu !" jawab Juwita.
"Nah gitu dong !" keduanya berlari, bergabung dengan yang lainnya.
.
__ADS_1
.
.