
Milo mengajak Kara untuk makan jajanan street food, sebelum mengajaknya jalan jalan ke tempat lain.
Senyum tak lepas dari gadis ini, pipinya kemerahan di tengah cuaca dingin, padahal ia sudah terbalut oleh swetter tebal dan syal tapi masih kedinginan.
"Sayang, udah mau malem kayanya, kamu mau ngajak kemana sebenernya ?" tanya Kara.
"Mau kuculik !" jawab Milo asal.
"Ga usah diculik juga barengan terus, " jawab Kara.
Mobil Milo berhenti di dekat sungai Thames, Kara celingukan. Matanya disuguhkan oleh pemandangan luar biasa.
"Sayang, itu.... !!!" tunjuk Kara pada lingkaran besar yang menambah temperamen sungai Thames yang tenang dan melamun. Lingkaran berlampu biru itu adalah kincir ria tertinggi di dunia dari tahun 1999, London Eye.
"London Eye...." jawab Milo.
Kara keluar dari mobil dan berlari mendekat ke arah kincir itu seperti anak kecil yang baru saja melihat sebuah wahana menyenangkan untuk dilihat.
Tenangnya sungai Thames dan kerlipnya lampu London Eye menambah suasana romantis di malam hari,
Milo mengekor di belakang gadis yang harus ia sebut apa dia, Cia kedua atau apa ? ia melompat lompat kegirangan di tengah tenggelamnya swetter yang ia pakai.
Milo mengeluarkan sebuah benda dari pocket swetter jubahnya.
"By, " Kara berbalik, ia kaget melihat Milo yang sudah berlutut di depannya.
Kilauan air sungai Thames yang memantulkan sinar kincir London eye, menambah kesyahduan suasana.
"Kamu ngapain sayang ?" tanya Kara, hawa nafasnya yang hangat menguap di dinginnya malam.
"Will u marry me, " tanya Milo.
Kara mengangkat kedua alisnya, bibir merahnya mengatup.
"Maukan jadi ibu dari anak anakku ?" tambah Milo.
"Sayang..." gumam Kara.
"Please jangan bilang engga, karena aku bakal terus bertanya dan meminta sampai kamu bilang mau, " jawab Milo.
Kara mengangguk, tak bisa berkata kata, di usianya yang masih 18 tahun ini, ia sudah dilamar oleh Milo. Tak terasa ia sudah 2 tahun berpacaran dengan Milo.
Milo melebarkan senyumannya, ia memasangkan cincin di jari Kara, baru saja ingin memeluk Kara, pemuda itu tertahan oleh tangan Kara.
"Tapi.." ucap Kara, Milo menaikkan alisnya sebelah, ia kira cinta itu tak bersyarat.
"Tapi ?!" tiru Milo.
"Tapi aku mau lulus dulu sebagai sarjana, aku juga mau kenal dunia kerja, masa capek capek kuliah di London, ujungnya dasteran di rumah ?!" jawab Kara.
Milo tergelak, "bukannya dulu bilang, pengennya rebahan sama karokean di rumah ?" tanya Milo.
"Cih, itu mah kan perumpamaan, " kilahnya.
"Setuju, " jawab Milo yang kini berhasil memeluk gadisnya bagai teddy bear.
Cincin bermatakan berlian itu, menghiasi jari manis Kara.
"Pulang ?" tanya Milo.
"Nanti dulu, masih pengen disini !" rengeknya.
******************
Mobil Milo sudah terparkir di bassement gedung apartment. Keduanya masuk ke dalam lift,
__ADS_1
"Loe berdua darimana ?" tanya Jihad yang kebetulan ada di dalam lift, ia baru saja pulang dari kampus, jadwalnya begitu padat, melanjutkan semester 5 nya semakin membuatnya sibuk.
"Abis dating dong, emangnya loe..jomblo !" ledek Milo.
"Awas loe, kalo berantem ! gue ga mau bantuin loe berdua !" jawab Jihad, Kara dan Milo tertawa.
Ting.....
Lift terbuka, ketiganya keluar bersamaan dari dalam lift, Jihad menuju apartmentnya. Begitupun Kara dan Milo.
"Ya udah kamu masuk deh, istirahat," ucap Milo mengantarkan Kara ke depan pintu apartmentnya.
"Iya, ya udah kamu juga selamat istirahat.
"Baby, istirahat ya !!" pekik Milo membuka kembali pintu apartmentnya.
"Iya sayang, kamu juga !!!" balas Kara memekik dari ambang pintu.
Jihad yang berada di samping apartment Milo berdecak kesal merasa terganggu.
"Baby, mimpiin aku ya...jangan mimpiin indah !" pekik Milo.
"Kamu juga mimpiin aku jangan mimpiin bagus !" jawab Kara tak kalah memekik.
"Sat ! mereka berdua sengaja banget, mau ganggu !" gumam Jihad yang sudah menghempaskan dirinya di ranjang.
"Oyyyy berisik !!" pekik Jihad. Milo dan Kara terkikik. Senang betul mereka mengganggu jomblo yang satu itu.
"Baby, jomblo marah tuh !" pekik Milo.
"Iya sayang, maklumi aja..cem cemannya di Indonesia !!" jawab Kara, ka Tara ikut tergelak dengan tingkah kekanakan keduanya.
"Oyyy berisik, kamvreet loe berdua, gue capek butuh istirahat !!!" Jihad sudah keluar dan menggedor pintu apartment Kara dan Milo.
"Love you baby, " pekik Milo.
"Love you more sayang, " jawab Kara.
"Sekali lagi loe berdua teriak gue siram air ke kamar masing masing !!" jawab Jihad.
*******************
Kara sedang bersama Tara, kedua perempuan ini sedang asyik memasak di dapur.
"Biasanya kalo di rumah ibu masak tumisan ka, kalo ngga opor ! opornya ibu enak !" ucap Kara, ia melongokkan kepalanya, mencium dan membaui wangi masakan Tara.
"Coba deh Ra, kurang apa ?!" tanya Tara.
"Emhhh,," Kara menyendoknya dengan sendok.
"Kurang gurih dikit kak, " jawab Kara.
"Oke, " jawab Tara menambahkan kaldu.
"Udah enak, kak !" jawab Kara mengambil lagi sejumput masakan Tara.
"Sepaddaaaaa !!!!" pagi pagi Milo sudah meramaikan apartment Kara.
"By, " Milo melongokkan kepalanya ke ambang pintu dapur, rupanya Kara dan Tara sedang memasak. Tepatnya Kara yang mencicipi masakan keduanya.
"Masuk ga salam dulu, " jawab Kara.
"Tadi kan udah, kamu nya aja yang ga denger," jawab Milo menyambar makanan dari sendok yang dipegang Kara.
"Kebetulan by, aku belum sarapan !" ucap Milo.
__ADS_1
"Mari makan sama sama den Milo," ajak Tara.
"Boleh ka !" jawab Milo.
"Cih, kalo ditawarin mah emang maunya ka, tanpa di tawarin juga, dia mah main nyelonong !" Kara menata piring di meja.
"Jihad mana? ga sekalian sarapan ?" tanya Tara.
"Bentar lagi juga...."
Ceklek !
"Tuh kan, apa gue bilang !" tunjuk Milo pada Jihad yang baru masuk dengan stelan casual sehari harinya. Yup hari ini hari libur Nasional di Inggris.
"Kalo ada yang gratis ngapain harus repot repot bikin sarapan, beruntung sekarang ada Tara sama Kara...jadi gue ga usah repot repot bikin makan, " tawa Jihad.
"Huuu !!!!" ledek Milo.
"Kayanya ajaran Ica udah nempel di loe Ji, " jawab Kara.
"Ciieee, ni bocah dah lamar loe Ra?!" tunjuk Jihad pada jari manis Kara.
"Udah lah ! " jawab Milo.
"Kapan diresmiin ?" tanya Jihad.
"Gue masih bocil daddy, masih 18. Nanti aja !" jawab Kara.
"Selulus kuliah, gue mau lamaran resmi."
Ting..tong....
Mereka yang sedang menikmati sarapannya menoleh dan menghentikan aktivitasnya.
"Siapa ?!" tanya Kara. Tara menggidikkan bahunya.
"Coba saya cek, " Tara berdiri dari duduknya dan berjalan menuju pintu.
Hening selama 5 menit, sampai Tara berteriak.
"Caramel !!! ada temenmu datang, Kenzo namanya !!!"
Gleukkk....
Kara menelan makanannya susah
"Mamposss gue !!!" gumam Kara, bukan hanya Kara yang beranjak, tapi Milo dengan raut wajah yang berbeda.
Jihad cengengesan, dan Milo yang memasang tampang curiga, siap melucuti, dan tajam.
"Kamu diem !" tunjuk Milo pada Kara.
"Hati hati Ra, siap siap dikuliti !" goda Jihad.
"Njirrr, dia bukan siapa siapa Ji, cuma temen !" jawab Kara. Jihad yang sedang melahap makanannya, mencoba mengintip apa yang terjadi, sepertinya ini akan seru.
"Gue mau siapin arena gulat dulu !" goda Jihad pada Kara.
.
.
.
.
__ADS_1