Pacar Adopsi

Pacar Adopsi
Resep mujarab


__ADS_3

Kejadian tadi jangan sampai merusak mood Kara. Jika tidak, bukan hanya nasib Ica, tapi teman teman sekelasnya juga diambang jurang remedial.


Ica sudah habis di jitak Kara.


"Ampun Ra, lagian otak gue ga connect, masih nyangkut di buku PKN, jangan keterusan napa Ra, ntar lagi keselnya. Gue mau bikin dulu contekan !" ujar Ica polos. Bukan lagi tertawa, bahkan Ayu dan Jihad malah mengompori Kara.


"Ini hari pertama Ica, masa iya loe udah nyontek aja !"


"Auu, si Ica !"


Kara duduk di bangku miliknya, ia sampai melupakan Milo saking emosinya. Milo yang masih mengekor menaruh susu strawberry kemasan dan sebatang coklat di atas mejanya. Kara mendongak, ia menghela nafasnya. Seharusnya disaat Milo susah begini, Kara ada untuk memberi dukungan untuknya.


"Maaf ya, aku malah sibuk emosi sama Vio, " ucap Kara. Milo menggeleng, "engga apa apa, justru aku yang minta maaf selalu datengin masalah buat kamu," Milo duduk di samping Kara.


"Jangan sampai hafalan semalam luntur dari otak kamu, jadi setelah lulus nanti, kamu cuma perlu nungguin aku sambil luluran, mau dangdutan juga boleh ! " kekeh Milo menjiplak kata kata Kara barusan, dan Kara tertawa. Jika sedang emosi, Kara akan nyerocos sekenanya, tanpa ia mengingat dan memilah milah kamus kosa kata nya.


"Jadi inget kalo kita sering debat dulu, itu yang selalu bikin aku inget kamu ," lanjut Milo.


"Mulutku ga ada remnya ya?" tanya Kara.


"Mulut kamu suka bikin aku darting, makin dibals makin nantangin," keduanya bukan menghafal tapi malah saling bernostalgia. Jangan sampai nanti isian soalnya jadi umpatan satu sama lain.


"Nanti pulang sekolah, aku ikut nemenin, ketemu om Braja ya ?!" tanya Kara.


"Boleh, ya udah aku ke kelas dulu ! kalo kata Ica aku belum nulis contekan juga karena aku lupa bakar buku terus abunya kuminum bareng kopi, tadi pagi !" jawab Milo, dihadiahi cubitan di pinggangnya.


"Benerin mood kamu, minum tuh susu sama makan coklatnya. Nanti siang mau ketemu calon mertua !" ucap Milo, mencubit pipi Kara gemas.


Milo hendak berjalan keluar dari kelas Kara, ia melewati Ica yang sibuk membuat contekan di pa*ha, tembok dan bangku.


"Ca, loe salah ! bukan disitu harusnya !" ujar Milo. Kara mengangkat kedua alisnya.


"Dimana ka?" tanya Ica. Dalam hal begini Milo adalah jagonya.


"Sini gue bantu ! daripada loe corat coretin pa*ha loe, terus loe umbar aset loe kemana mana !" tawa Milo.


Milo mengambil beberapa kertas kecil kecil berisikan jawaban soal, lalu menyelipkannya di beberapa tempat di bangku Ica. Ia memberikan satu pada Ica untuk diselipkan di sepatunya. Satu di sela sela kolong bangku dan beberapa tempat lainnya yang nyempil.


"Hahahahaha !" Jihad mengalungkan tangannya di bahu Kara.


"Cowok loe Ra, guru private Ica !" Milo yang melihat segera kembali menghampiri Kara dan melepaakan tangan Jihad.


"Dia bukan sugar baby loe Ji, keep your hand !"


"Katanya pamit ke kelas ?!"


Melihat Ica yang berada di bangku paling pinggir sedang melakukan sesuatu menarik, membuat Milo mengurungkan niatnya.


"Heyowww ! ka Milo thanks, loe panutan gue !" ujar Ica.


"Laporin aja Ra, susah susah amat !" jawab Jihad.


"Sat !!!! gue colok mata loe Ji ! temen ga ada akhlak, setidaknya, kalo ga mau kasih contekan, ga usah ember !" sarkas Ica.


"Gue ogah punya bini kaya loe, otaknya isinya cuma pisang goreng ! gimana anak anak gue mau pinter ! emaknya aja emak minion..banana !!!" ledek Jihad.


"Njirrr, kamvreett ! sini loe Ji, gini gini gue pernah dapet rangking waktu sd !" Ica mengambil sapu dan ingin memukul Jihad.


"Kamu juga gitu?" tanya Kara, Milo mengangguk.


"Udah santai aku mah by, kaya di pantai !" jawabnya. Mata Kara menajam, "nanti siang aku jadi guru les kamu !" Milo tersenyum.


"Yes !!!" ucapnya.


"Dih, "


"Kena kan kamu by, bisa seharian sama kamu akhirnya !" kekeh Milo.


"Tapi bayar ya ! ga gratis loh !" jawab Milo.


"Sip, kubayar nanti gampang ! " jawab Milo. Kara lantas mendorong Milo keluar kelas.


"Ya udah sana, masuk ke kelas ! aku perlu siapin mental punya murid kaya kamu !" ucap Kara.


Vio menangis di kamar mandi,


"Apes banget sih gue !!! bukannya si cupu yang malu malah gue !!!" ia menyisir rambutnya yang basah oleh air siraman yang Milo beri.


Tap..tap...


"Mau sampe kapan sih loe be*go ?!" Nina melipat kedua tangannya. Ia berada di belakang Vio.


"Sebelum loe bertindak, harusnya tuh loe penuh perhitungan. Loe jangan anggap remeh Caramel, dia ga akan mudah ditindas ! kalo loe memang mau singkirin Caramel yang udah kaya kuman. Ikutin cara gue !" ucapnya.


Mata Vio memicing pada Nina, "apa??!"


.


.

__ADS_1


Ica tertawa tawa, ia dengan sangat mudah mengisi soal soal dengan cara Milo.


"Emang mujarab nih resep ka Milo ! nomer 15 sampe 20 dimana ya gue lupa! ahhh !! disini, " gumam Ica.


"Sutt ! Ra..liat noh murid baru cowok loe !" bisik Ayu yang menunjuk Ica. Kara menggelengkan kepalanya, melihat Ica sibuk dengan dunianya.


"Perlu gue ruqyah tau gak?! dua duanya !" kesal Kara.


"Siram aja pake aer kobokan terasi !" timpal Jihad.


EKHEM !!!!


"Kara, Ayu, Jihad sedang apa kalian. Ini bukan waktunya diskusi !" Kara, Ayu dan Jihad menegakkan duduknya.


"Engga pak, maaf !"


"Iya ih ribut mulu, kalian bertiga saling contek ya ??!" tuduh Ica menggodanya.


"Engga pak !"


"Enggak pak !" ucap ketiganya bersamaan.


"Dih enak aja, loe yang nyontek !"


"Wah anak toa masjid minta diketekin !" gumam Jihad.


"Maling teriak maling si Ica !" gumam Kara.


"Enaknya diapain guys ?" Ayu memicingkan matanya.


************


Ica menyerahkan kertas ujiannya berbarengan dengan Kara,


"Dih, anak tuyul udah !" ucap Jihad. Ica malah memeletkan lidahnya.


"Gue bisa disamain sama Kara sekarang, ya kan Ra?!" Kara memutar bola matanya.


"Serah loe deh Ca !" keduanya keluar. Tak lama Jihad dan Ayu keluar.


"Asem nih petasan korek ! maling teriak maling !" ucap Jihad, keempatnya menuju kantin.


"Lagian loe bertiga curang ! loe bertiga duduknya deketan lah gue?? makanya gue cari aman !" ucap Ica bangga.


"Bukan kita yang mau, nama kita aja deretan, Alfian Jihad, Ayu Rahayu, Caramel Violin," jawab Kara.


"Sejauh jauhnya juga ga dari sini ke Amerika !" timpal Ayu.


Ica tergelak, "muka loe bertiga lucu waktu ditegur pak Tio !"


"Kamvrett emang loe !" decak Kara.


"Seumur umur gue baru kali ini ditegur guru pas lagi ujian tau ngga ??! kaget gue !" omel Kara.


"Shock teraphy baby !!!" ujar Ica.


"11 12 sama di deketin ka Milo dulu ngga?" Ica menaik turunkan alisnya.


"Apa sih loe ?!"


"Ihhh Kara mah gitu ! cerita dong Ra, perasaan tau tau dulu kalian jadian aja !" pinta Ica.


"Ogah !!!" sarkas Kara.


"Kenapa ? loe pengen?" tanya Kara.


"Pengen lah, masa umuran gue yang mau sweet 17, belum pernah gue..ngerasain ditembak cowok ??!!" Ica malah jadi curhat.


"Siapa juga, yang mau nembak cewek bar bar bin petasan cabe kaya loe !" ujar Jihad, Kara mengulum bibirnya.


"Bisa diem ga ?! emaknya bawang merah? " jawab Ica.


"Lagian gue ga minta ditembak loe juga !"


"Kasian banget temen gue !!!" ujar Kara, ia lantas mengambil bunga kertas yang ada di depan kantin.


Kara dan Ica memang gadis gadis absurd .


"Cie, Ica mau ditembak Kara, " ujar Ayu.


"Sakit nih orang !" gumam Jihad.


"Neng Ica, " ucap Kara.


"Iya bang, " Ayu sudah tergelak dengan kedua temannya ini.


"Ikut abang dangdutan yu !!" keduanya tergelak.


"Neng Ica, abang ga punya apa apa di dunia ini, abang cuma punya ini doang !" Kara memberikan tangan kosongnya.

__ADS_1


"Apa itu bang ??" tanya Ica. Lalu Kara menautkan kedua jarinya menjadi love dalam korean style.


"Ihh abang so sweet, lope lope setambak bandeng abang !!" Ica menepuk nepuk bahu Kara.


"Njirrr iuhhh, loe berdua kurang waras !! gue anterin loe berdua ke RSJ !" ujar Jihad tertawa.


"Aduh gue ga kuat pengen ke toilet !" Ayu sudah tak kuat menahan tawa.


Kara memberikan bunga kertas untuk Ica.


"Ini apa bang?" tanya Ica.


"Ini duit, ya bunga lah Ca !!" jawab Kara.


"Udah ahhh, sakit gue lama lama !!" ujar Kara.


"Sue loe berdua !"


"Emang dulu ka Milo nembak loe gitu, Ra?!" tanya Ica.


Kara menggeleng, " engga !!" jika mengingat dulu Milo beberapa kali menyatakan perasaanya pada Kara, gadis itu jadi bersemu.


Mereka memasuki kantin, Milo melambai.


"Ka Milo, dulu nembak Kara gimana sih?" tanya Ica tiba tiba, membuat semua jadi canggung.


"Apa sih Ca !" sarkas Kara malu.


"Gue mah udah sering Ca, nembak...sering juga ditolak ma ni anak !" omel Milo menyodorkan jus jeruk kesukaan Kara.


"Ada apakah gerangan Ca?" tanya Arial.


"Engga, ko gue mupeng sih !" Ica merengek.


"Loe mau di tembak ??!" tanya Kara.


"Kan tadi udah sama Kara, Ca !!" Ayu kembali tertawa.


"Hah?? apaan Yu?!" tanya Milo bengong.


"Dasar duo absurd !" ucap Jihad.


"Tembak aja Ji !" ucap Raka.


"Dih ogah, sama mulut lambe !" tolak Ica.


"Ca, die or be mine?? dorrrr !!! fiuhhh !!" Kara menodongkan tangannya pada Ica seolah olah menembak Ica.


"Ahhhhh !! abang !!! neng mauuuu !!!" jawab Ica. Ayu kembali tertawa melihat tingkah konyol keduanya. Termasuk teman teman Milo.


"Seru kali ya Ra, cowok cowok posesif posesif maksa gitu !!"


"Baby, kamu suka sama Ica? terus aku gimana? " rengek Milo.


"Nambah lagi satu orang gilakk !" gumam Kean.


"Tenang mas sayang, ada honey ko disini !" ujar Arial.


"Loe berempat bikin grup lenong sono !" ujar Jihad.


"Ada ko Ca, gue ngalamin malahan !" jawab Kara, telinga Kara malah ditiup Milo.


"Engga gitu by, "


"Iya, kamu kan maksa gitu !"


"Engga, aku ga maksa !"


"Apa namanya kalo ga terima kamu, tapi makan siang jadi utang, terus kamu lipat gandakan ?!!" tanya Kara. Yang lain hanya jadi penonton kisah pernyataan cinta yang jauh dari kata sweet.


"Itu bukan maksa by, "


"Kamu bilang, terima atau kamu harus bayar makanan di cafe seharga rumah kamu ?!" jawab Kara, Milo tertawa melihat pipi menggembung itu.


"Busettt Mil, cinta ditolak uang bertindak, ck ck ck !" decak Erwan.


"Anti mainstream, Wan. Tapi kan setelahnya gue sweet banget kaya coklat !" jawab Milo, menaik turunkan alisnya pada Kara, seraya mencubit pipi Kara gemas.


"Ka Milo, thanks ya ! resep loe mujarab !" ucap Ica.


"Resep apa Ca?" tanya Raka.


.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2