
Jihad memeluk ketiga gadis di depannya yang saling berpelukan. Membuat Milo di landa api cemburu.
"Loe meluk Ica sama Ayu boleh Ji, tapi Kara..biar gue aja yang wakilin !" ucap Milo menarik Kara dan memeluknya.
"Loe jangan kaya gini lagi Yu, cerita sama kita kita !" rengek Ica.
"Iya, " jawab Ayu.
"Ga usah mewek, ga pantes loe mewek ! jatohnya malah ngakak jenab!!" jawab Jihad.
"Loe ga perlu kaya gitu Yu, kalo loe mau kerja gue bantu !" ucap Milo.
"Ga usah di tempat kaya ginian juga, bahaya buat cewek muda kaya loe !" tambahnya.
"Yeee, gue sampe lupa ada ka Milo !" ucap Ica berseru kegirangan.
"Loe bisa nyambil di cafe punya papah !" ucap Milo.
"Atau di tempat Kean juga bisa kan, Raka juga ada, iya ngga Ka ?!" tambah Milo, Raka dan Kean mengangguk.
"Gue aja ka gue aja !!" seru Ica.
"Apaan loe, loe mau jadi apaan?? bisa apa?? paling paling bisanya ngabisin makanan doang ! oh !!! atau suruh mandiin reptil punya loe aja Mil !" usul Jihad.
"Idih najis !" jawab Ica.
"Momong gorila gue aja Ca, mau ga?" tanya Arial.
"Nih dia aja nih, jodohin aja sama goriila loe ka Rial !!" tunjuk Ica pada Jihad.
"Ra, makasih ya !" Ayu memegang tangan Kara.
"Ngomong ngomong tangan loe sakit ga ??" tanya Ayu, menanyakan tangan Kara karena seingatnya gadis itu menonjok rahang Reno.
"Oh iya karena diingetin, ko tangan gue sakit ya ?" Kara merasakan linu di tangannya.
"Kenapa? dia nyakitin kamu ?" tanya Milo panik meneliti badan Kara.
"Engga yank, " jawab Kara.
"Emang loe diapain Ra??" tanya Ica dan Jihad heboh.
"Loe ga di ***** grepein kan ?" tanya Ica. Kara mengusap kasar wajah Ica, "sembarangan !"
"Justru Reno yang tumbang !" jawab Ayu.
"Hah??! ko bisa ?!" tanya Ica dan Milo.
"Iyalah wong tangannya di piting sama Kara terus rahangnya ditonjok sampe jatoh !" jawab Ayu.
"Busettt ! galak amat !" jawab Jihad.
Raka dan Kean saling pandang, "haha kayanya lawan yang cocok buat Milo !" ucap Raka.
"Abis nonjok orang ko gue laper sih, makan yu !" ajak Kara.
"Yu !" seru Ica cepat.
"Huuu, makan aja loe cepet Ca !"
"Yu gue traktir !!" jawab Ayu.
"Engga engga, biar gue aja !" jawab Jihad.
"Biar gue aja !" jawab Kara.
"Kalian bertiga semangat banget sih, udah gini aja kalian bertiga bayarin makan gue aja, " ujar Ica.
"Lebih adil bayar sendiri sendiri aja !" jawab Jihad.
"Lah,gue ??!" tanya Ica.
"Loe mah kalo ga punya duit minum air putih aja !" jawab Jihad.
"Yu, " panggil Kara.
"Iya Ra,"
"Jangan kerja beginian lagi, jangan pernah masuk ke tempat beginian lagi, atau nanti loe yang gue piting !" ancam Kara, berjalan duluan.
"Dih seremnya pacar loe ka !" ucap Ayu pada Milo.
__ADS_1
" Hey, mau kemana nona ??! urusan kamu sama Ayu dah selesai kan? jangan pura pura lupa !" Milo menahan tangan Kara.
"Apa??!" tanya Kara membeo.
"A..pa, lagi ! oke mau kamu ceramahin seharian full juga aku siap deh !!" ucap Milo menirukan ucapan Kara tadi. Dan yang lain tertawa diatas penderitaan Kara.
"Iyakah?? kapan aku bilang ??!" tanya Kara. Milo berdecih,
"Apa mesti kucium dulu biar inget !!" Milo memajukan dan memperpendek jaraknya.
"Kayanya efek lapar yank, mungkin nanti setelah makan aku inget !" seru Kara cepat.
"Oke, guys cabut ke cafe, katanya nona pelupa ini mesti makan dulu, biar inget !!" dengan tidak melepaskan tangan Kara.
"Naik !" pinta Milo mengarah ke motor nya.
"Yu, bareng gue aja ! " ajak Kean. Ayu mengangguk.
"Gue mau sama ka Raka !!" Ica melenggang ke arah motor Raka.
"Ga usah, loe sini bareng gue aja, ntar loe gumoh malu maluin !!" sarkas Jihad.
"Njirrr !! kamvreeet si bunda !" balas Ica.
"Gue bukan bocah yang suka mabok darat !" pekik Ica.
Milo menarik tangan Kara agar melingkar di perutnya. "Pegangan !" titahnya. Hingga wajah Kara mendekat dan hampir menempel dengan Milo.
"Iya, " jawab Kara gugup.
Mereka sampai di cafe milik Kean.
"Yu, kalo loe mau loe boleh kerja disini sepulang loe sekolah !" ucap Kean. Ayu berbinar, "makasih ka Kean ! makasih banyak !"
"Malam mas Kean !" sapa salah satu pelayan.
"Malam, "
"Wah !! ini cafe loe ka Kean?" tanya Ica mengedarkan pandangannya.
"Ck, ga usah kampungan gitu kenapa Ca, malu gue ! dikira orang gue bawa si iteung dari pedalaman !" ledek Jihad.
"Ck, bo*do amat !!" sarkas Ica, tingkah mereka memang selalu mengundang gelak tawa.
"Iya Ra, sambil salamin satu satu karyawan sama pengunjungnya, misi a misi teh !!" tambah Ica, membuat Ayu tertawa akan tingkah teman temannya, memang mereka teman yang berharga, di masa sulit dan terpuruk seperti ini, mereka selalu ada membantu dan menghibur. Setidaknya celotehan dan candaan mereka membuat Ayu melupakan sejenak beban yang ada di pundaknya.
"Loe berdua gue masukkin ke tong juga nih! anak anak ! ga usah bikin daddy malu dong !" jawab Jihad.
"Kamvreet loe pada ! sakit perut gue !! pingin kencing !" jawab Erwan.
"Kresekin aja daddy mukanya !" jawab Ica, sontak ditoyor pemuda berparas rupawan namun bersifat sedikit alay ini.
Meja panjang untuk keluarga mereka ambil, karena jumlah mereka ber 9.
"Ka Raka, jadi hari senin itu gue mesti ke sekolah jam berapa ?!" tanya Kara di tengah tengah acara makan malam.
Milo melirik Raka, "mau ngapain?"
" Olimpiade," jawab Kara. Tapi sepertinya Milo belum tau akan hal itu,
"Ko cepet banget?? aku kira masih lama," jawab Milo.
"Jadwalnya senin besok Mil, gue baru dikasih tau kemaren dari bu Mira !" jawabnya.
"Ko gue ga dikasih tau ! berapa lama?" jawab Milo dengan alis menukik.
" Ekhem, siap siap deh Ka, perang perang deh..." goda Arial.
"Cuma gue, Firman,peserta yaitu Caramel sama Titis, trus bu Mira ! 4 hari !" jawab Raka.
"Hah??! ga bisa ! gue ikut Ka, " jawab Milo menyimpan sendoknya.
"Lah kan apa gue bilang !" gumam Erwan.
"Ga bisa Mil, lagian cuma ketos sama wakil, peserta dan guru pembimbing !" jawab Raka santai.
"Yank, apaan sih kita bukan mau piknik juga !" jawab Kara.
"Oke, kalo gitu ga apa apa gue bisa..." belum meneruskan ucapannya, Kara memotong ucapan Milo.
"Ga usah berfikiran buat nyusul !" ucap Kara.
__ADS_1
"Suka suka aku dong, " jawab Milo tak mau kalah.
"Ya udah kalo gitu kamu aja yang ikut olimpiade, aku batal !" jawab Kara.
"Ini kenapa gue jadi kaya lagi nontonin drama sinetron gini sih !" bisik Ica pada Jihad dan Ayu.
"Ga usah berantem disini ! gue sediain ring tinju aja nanti !" lerai Kean.
"Ga usah ring tinju Ke, ranjang pengantin aja !" jawab Milo tanpa melepas pandangannya dari gadis di sampingnya yang sedang cemberut.
"Kenapa? biar bisa bebas?? biar bisa masuk club malam disana??!" tanya Milo.
"Dih suudzon ! otaknya di cuci pak, biar ga nuduh nuduh orang !" sarkas Kara.
"Emang iya kan?!" tanya Milo. Kara malas dengan sikap Milo yang satu ini,
"Iya !! " Kara malah semakin memancing kekesalan Milo, sepertinya gadis ini suka memacu adrenalinnya.
"Wah, salah nih gue malah kejebak di antara pertengkaran rumah tangga !" ucap Erwan di kekehi yang lain.
"Aku kesana biar bisa cari selingkuhan, terus sekalian mau liburan bareng !!" jawab Kara berkacak pinggang.
"Emmhh, si Kara malah mancing buaya di air tenang !" jawab Jihad.
Milo menarik tangan Kara, dan membawanya ke parkiran.
"Naik !!" titahnya.
"Engga mau !!" Kara melipat kedua tangannya di dada , membuang muka. Tak kehilangan akal, Milo menggendong badan Kara menaikannya keatas motor.
"Eeh..!" Kara refleks memegang jaket Milo. Milo melajukan motornya kencang, membelah jalanan ibu kota, membuat Kara ketakutan.
"Armillo !! berenti ngga !!!" Kara sudah mengeratkan tangannya di perut Milo, memeluk pemuda itu. Tapi Milo malah menyunggingkan senyumnya, puas.
"Milo !!!"
"Yes baby, " jawab Milo.
"Berenti !!"
"Tarik ucapan kamu yang tadi !!" jawab Milo malah menambah kecepatan.
"Kamu kalo mau mati ga usah ajak ajak !!" pekik Kara.
" Tarik baby, " pinta Milo.
"Oke..oke !!!" jawab Kara mengalah, ia tak ingin mati muda.
"Aku kesana cuma mau ikut olimpiade bukan buat cari selingkuhan, cowokku cuma Armillo Dana Aditama !" jawab Kara lantang.
Akhirnya Milo menghentikkan laju motornya, tepat di sebuah taman kota. Milo turun dari motor bersama Kara, gadis itu cemberut kesal, pipinya sudah menggembung bak kue bantal.
"Maaf, sudah bikin kamu takut !" Milo mengacak rambut Kara gemas.
"Iya, lagian apa masalahnya sih..disana kan ada ka Raka juga. Ga mungkin aku berani macem macem. Paling cuma bolak balik kamar hotel sama aula, tempat acaranya !"
"Janji?!" tanya Milo, gadis ini mengangkat alisnya sebelah, harus pake banget??
"Iya, janji ! "
"Oke ! jangan susah kalo dihubungi, biar aku tau kamu baik baik aja ! jangan kaya tadi, untung aja aku inget tipe dan model hape jadulmu itu, jadi bisa dilacak, coba kalo aku ga dateng, mau kaya gimana nasib kamu?? " Milo memeluk Kara.
"Iya maaf, ga usah pake ngehina ponsel aku juga !!" jawab Kara.
"Abisnya mau kubeliin tapi kamu ga mau !" ucap Milo.
"Sayang, " panggil Kara.
"Hem??!"
"Aku haus, tenggorokanku seret, kamu narik aku pas abis makan nasi dan belum sempet minum !" jawab Kara, Milo terkekeh.
"Kamu juga belum bayar makanannya sama ka Kean, " tambah Kara.
"Ga apa apa, ngutang dulu !" jawab Milo.
"Masa calon CEO ngutang !" dengus Kara.
.
.
__ADS_1
.