
Kara duduk bertopang dagu, seperti orang dengan masa depan suram, hari ini tak ada yang menarik untuknya, hanya duduk rapi, belajar dan melihat teman teman perempuan di kelasnya bergosip ria tentang selebritis yang sedang hangat hangatnya, seraya tangan mereka terampil men-tap tap kan spons bedak di pipinya, atau sekedar mengoleskan liptin di bibir mereka, benda yang biasa kena razia, tapi tak urung membuat mereka tetap nekat membawanya.Alasan klasik....agar terlihat paripurna di depan kaum adam di sekolahnya.
Kara memperhatikan selama ia menguap, bahkan Niken saja sudah keberapa puluh kalinya mengoleskan liptin di bibirnya yang agak kering itu. Bukan tak mau, Kara hanya mengamini saja ucapan Kim Jong Un yang melarang perempuan di Korut untuk tak berdandan berlebihan, sama seperti hukum islam yang melarang bersolek di depan umum kecuali untuk makhrom nya, meskipun ia belum memiliki suami. Melintas di otak encernya ini ucapan Milo, lelaki aneh itu malah melarangnya untuk seperti gadis lainnya,
Flashback on
"Ada larangan lainnya?" tanya Kara.
"Cukup menjadi gadis cupu gue, ga usah kecentilan pake make up ke sekolah, gue ga suka ! kaya cewek ganjen !!" jawab Milo.
"Kenapa? loe ga malu punya cewek cupu kaya gue?" tanya Kara.
"Engga !! karena cuman di depan gue doang loe boleh cantik !!" jawab Milo lagi. Membuat gadis itu berdecih namun merona.
"Jadi menurut loe gue jelek gitu, kalo kaya gini?" tanya Kara menyipitkan matanya sambil bersidekap.
"Jelek ! jelek banget malah, cewek jelek !!!" goda Milo. Kara melotot lalu memukul mukul Milo.
"Ihh nyebelin banget sih loe kaya loe cakep aja !!" sarkas Milo.
Milo terkekeh, "loe jelek, loe cewek jelek kesayangan gue !!" colek Milo di dagu Kara, membuat si empunya semakin memperkeras pukulannya.
Flashback off
Lain halnya dengan Kara yang terbilang malas dengan hal perintilan seperti itu, jangankan untuk touch up, merk bedak saja ia tak tau. Kara menatap bebas menuju luar kelas, tampak ramai malahan terbilang heboh. Bukan tanpa sebab, tidak lain dan tidak bukan sudah pasti disana ada siswa siswa the most, kelas Milo sedang mengadakan pelajaran olahraga di lapangan.
"Ra, loe ga cemburu apa, liat ka Milo dikerubungi cewek gitu, dipuja puja. Malah mungkin mereka punya niat buat singkirin loe ?" tanya Ayu. Kara membenarkan kacamatanya sambil menghela nafas lelah, ada rasa kesal memang melihat pemandangan di luar, ternyata cemburu bisa se kamvreet ini, namun mengingat gengsinya yang setinggi Himalaya, ia menggidikan bahunya. Lagipula apa ia berhak untuk cemburu?? bukankah hanya tinggal menunggu waktu 5 bulan lagi maka pacar adopsinya ini akan mengakhiri hubungan mereka sesuai perjanjian, dan kehidupannya kembali normal seperti biasanya.
"Iya, Ra. Kalo gue, udah gue kekepin dan gue pasangin kresek aja mukanya, biar ga dipandang orang orang !" sambar Ica yang tiba tiba bergabung.
"Cih, main nyambar aja kaya kabel koslet !" desis Ayu. Ica nyengir bak kuda yang abis sikat gigi.
"Engga, biasa aja ," jawaban yang menurut Ica kelewat santai, dan bahaya untuk diucapkan.
"Hati hati direbut orang tau rasa !" jawab Jihad, laki laki tapi mulutnya rasa perempuan, maklum lah dia adalah salah satu netizen maha benar, yang jempolnya biasa berselancar di dunia medsos.
Kara beranjak, di kompori macam begini hatinya sedikit menghangat.
__ADS_1
"Ra, mau kemana?" tanya Ayu.
"Ke toilet ! kenapa, mau ikut?" tanyanya.
"Ikutttt !!" jawab Ayu,
Keduanya keluar dari kelas. Mata Kara memicing melihat Milo yang begitu dikagumi oleh siswi perempuan.
"Liat orang lagi olahraga aja kaya liat presiden lagi bagiin sembako !" gumam Kara mengomel, Ayu menertawakannya.
"Katanya ga cemburu ?" goda Ayu.
"Engga, ya heran aja cuma liat orang olahraga aja hebohnya minta ampun," jelas Kara berjalan menuju toilet, saat sedang sibuk mengomel tiba tiba bola basket melintas di depan Kara, membuat keduanya berhenti untuk menghindar ciuman bola basket. Mata keduanya mengarah ke arah lapang, dari sana laki laki tampan tersenyum ke arah Kara.
"Katanya bola nya mau menyampaikan salam rindu, dan kecupan sayang dari aku !!" kekeh Milo, Kara yang digombali Ayu yang malu malu kucing, ia merasa berada diantara manusia manusia dengan predikat kasmaran, hanya bedanya yang satu bucin yang satu gengsi.
"Aku kira lupa, soalnya lagi asyik di kerubungi cewek cewek cantik !" jawab Kara.
"Cieee cemburu ya?" goda Milo.
"Bukannya cemburu itu tandanya sayang??" goda Milo tak lagi malu mencolek hidung perosotan milik Kara.Membuat si empunya mencebik kesal.
"Ga usah ngada ngada !!"
Kara tak mengerti akhir akhir ini ia selalu gugup dan mendadak oon bila bersama Milo, apa emang jatuh cinta se telolet ini.
"Mau kemana?"
"Ke warnet !" jawab Kara asal.
"Ke toilet," jawab Ayu. Milo terlekeh,
"Yu, bilangin sama temennya ga usah cemburu sama mereka, hati gue udah nyangkutnya disitu !" tunjuk Milo ke arah dada Kara.
"Yu, bilangin sama kaka kelasnya, jangan kelamaan disini, tuh mata killer fans nya udah siap nguliti gue !!" jawab Kara.
Milo berbalik saat teman temannya memanggil,
__ADS_1
"Ya udah, nanti istirahat kujemput ke kelas. Ku gandeng biar seisi sekolah tau kalo aku udah punya kamu !" jawab Milo mengedipkan matanya sebelah. Astaga Milobmembuat Kara ingin memuntahkan sarapannya tadi pagi.
"Argghhh !! ko gue yang klepek klepek sih, apa kabar hati loe Ra?" tanya Ayu yang sudah tersenyum senyum sendiri heboh.
"Ka Milo emang best !!" pujinya di depan Kara.
Jangan ditanya lagi hati Kara seperti apa, mungkin sudah meleleh dan hanyut ke sungai.
Dari kejauhan Milo mengedipkan lagi matanya dan memberikan tautan jari tanda love untuk Kara.
.
.
Ini dia si pangeran tampan dari planet Merkurius, hanya disini pangeran itu tidak berkuda. Ia tampil dengan gaya urakan, dan kuda besinya, bukan dengan gagah dan kewibawaannya namun dengan segudang masalah dan kekonyolan.
"Assalamualaikum calon makmum !!" bisiknya membuat Kara tersentak kaget.
"Astaga Milo !! bikin kaget aja !" sewot Kara, ia sibuk memilih milih buku di perpustakaan.
"Serius bener, ga usah serius serius. Cukup aku yang serius bawa hubungan kita sampai pelaminan !!" ucap Milo. Kara tertawa kecil, rasanya ia sudah biasa dengan gombalan remah remah peyek begini.
"Belajar dulu, terus kerja, kalo udah bisa jamin hidup anak gadis orang baru ngomongin pelaminan !" jawab Kara.
"Deal, setuju ya !!" Milo menyunggingkan senyuman, jangankan nanti sekarang pun ia sudah bisa menjamin hidup Kara 7 turunan.
"By, bisa ga sih jangan perpus mulu, ga pusing apa belajar terus?" tanya Milo, jangankan membaca melihat judulnya saja Milo sudah mengantuk. Sama sekali tidak mencerminkan seorang pewaris tunggal sebuah perusahaan.
"Kalo ga belajar mau ngapain lagi, tugas pelajar kan emang belajar. Kalo aku ga belajar dan ga bisa menjamin pendidikan yang lebih tinggi siapa yang bakal menjamin naiknya taraf hidup keluargaku?" obrolan Kara memang berat sebarat cinta Milo pada Kara saat ini, sebenarnya Milo mengerti, secara ia adalah calon bakal pemegang perusahaan. Ia pun mengerti beban yang harus ditanggungnya kelak. Ia salut dengan visi misi Kara. Namun, menurutnya Kara harus bisa bersenang senang.
"Mumpung masih muda ada baiknya bersenang senang biar ga stress..." jawab Milo.
"Kamu sendiri ga belajar? bukannya bentar lagi kita ngadepin UTS kan?" tanya Kara menarih beberapa buku di lengannya, dan Milo mengambil untuk membawakannya.
"Ini lagi ko !" jawab Milo. Kara mengernyit,
"Belajar mencintaimu, dan memikirkan rumus bagaimana caranya menghalalkanmu !!" sekali lagi otak konyol Milo membuat Kara mati kitu dibuatnya, otaknya mendadak blank dan tak bisa menjawab apapun. Oh my to the god, haruskah Kara menceburkan dirinya ke dalam kolam air es agar mendinginkan wajahnya yang menghangat.
__ADS_1