Pacar Adopsi

Pacar Adopsi
Taekwondo


__ADS_3

Olahraga kali ini Kara hanya bisa duduk di pinggir lapang saja, Milo dan teman temannya tak membiarkan Kara untuk ikut.


"Cuma kena tendang aja, sampe harus masuk RS, udah gitu kaya abis orang kecelakaan. Lebay banget !" gumamnya. Hanya karena kejadian kemarin saja ia sampai begini, apalagi jika ia benar benar kecelakaan, mungkin dikurung di RS.


Kara membenarkan tata letak kacamatanya, untung saja hobbynya membaca tak membuat minus di matanya semakin besar.


Sepasang tangan menutupi penglihatan Kara, dari bau parfum yang menyeruak di penciumaan Kara, sudah bisa ditebak siapa ini.


"Ga usah di tutup juga aku tau !" ucap Kara.


"Sana masuk kelas, kabur mulu !" kembali jawabnya.


"Aku ijin ke toilet tadi, "


"Terus ijinnya ke toilet ko arahnya kesini?"


"Udah ke toiletnya, eh...liat cewek cantik nganggur ! samperin aja mubadzir !!" jawabnya.


"Mubadzir itu kalo makanan, " Milo malah duduk di samping Kara.


"Kamu adalah keindahan by, mubadzir kalo ga dinikmati keindahannya," jawab Milo, berhasil membuat Kara merotasi bola matanya.


"Sana masuk, nanti dicariin guru !" usir Kara.


"Ngapain nyari nyari aku, aku ga ngerasa punya hutang ko !" ada saja jawaban menguras kesabarannya.


"Emangnya dicariin kalo punya hutang doang ! katanya murid gantengnya kurang satu, " jawab Kara.


"Ga apa apalah murid gantengnya lagi jagain jodohnya, bu Fatiya ga akan ngambek, "


"Yakin?" tanya Kara melirik lirik arah belakang Milo.


"Yakin ! kecil lah kalo bu Fatiya ngambek mah, kasih balon tulisan cantik juga luluh ! sama orang ganteng mah di gombalin dikit pasti klepek klepek, " jawabnya, Kara mengulum bibirnya menahan tawa yang siap meledak.


"Armillo Dana Aditama !!!" suara bak sapuan ombak yang sedang terjadi tsunami, menyapu bulu kuduk. Sontak Milo membulatkan matanya.


"Tuh !" tunjuk Kara ke belakang Milo. Bu Fatiya sudah berdiri gagah dengan alat perangnya, penggaris panjang di belakang Milo. Jarinya terulur ke arah telinga Milo, menarik jambang yang tak sampai melewati telinga, Kara meringis melihat pacarnya di jewer.


"Rupanya malah mojok disini, apa besok besok ke toilet harus saya temani ?!" tanya nya, Milo ikut tertarik dan berdiri.


"Aduhh duh duh bu, jangan ditarik gitu bu. Nanti kalo kegantengan saya jadi berkurang gimana ?! by, ko ga bilang ada bu Fatiya ?!" ucap Kara.


"Mau bilang tapi kamunya masih nyeroscos, " Kara tertawa.


"Kalo gitu kamu harus beliin saya balon satu pabrik, biar saya luluh ! atau ngga sediain kolam ikan biar saya ga klepek klepek kaya ikan kurang air," ucapnya menarik Milo agar kembali masuk ke kelas.


"By, aku ke kelas dulu ya !" pekik Milo sebelum hilang di belokan koridor.


*************************


Kara sudah berganti pakaiannya dengan Dobok, atau seragam latihannya. Hari ini ia resmi mengikuti ekskul taekwondo dengan Milo.


"Dih keren dong kita !" puji Ica.

__ADS_1


"Takut gue Ca, kalo ada kejadian kaya kemaren lagi, masa berharap nemu tanah lagi ! " Ica tergelak, "parah sii, satu yang gue tau Ra, dari kejadian loe kemaren lawan preman preman itu. Kalo tanah ga cuma buat tempat tumbuh tanaman, atau buat kucing bok3r ! tapi bisa buat senjata juga !"


" Gue mah yang ada aja, berharap sih nemu samurai gitu, biar kaya yakuza yakuza jepang Ca, baru pertama kali gue bersyukur banget nemu tanah sampe pengen gue peluk tau ga Ca, Yu !"


"Hebatnya temen gue !" Ayu memeluk Kara.


Ketiga gadis itu mengikuti ekskul taekwondo, baru kali ini mereka menjatuhkan pilihan ekskul, selama hampir setahun bersekolah disini.


Pelatih taekwondo datang dan memasuki lapangan.


"Kenapa sih kalo bela diri ga pake alas kaki?" keluh Ica bert3l4njang kaki.


"Kan emang bela diri ga pake alas kaki Ca !" bisik Ayu. Ketiga gadis ini emak emak forum ghibah diantara barisan anggota taekwondo, bisik bisik tetangga membicarakan hal yang tak penting untuk mengusir kegugupan.


"Terus loe pikir mau pake apa, Ca ? pake selop atau bakiak emak loe ?!" tanya Kara.


"Sue, biar loe lebih afdol Ca..Chi nya keluar gitu loh ga kehalang sama sepatu, lagian ntar risih juga pake sepatu kalo kena tendang kan curang !" jawab Ayu.


"Chi apa sih ?!" tanya Ica lagi.


"Chi..cak chi..cak di dinding !!" sarkas Kara. Ayu dan Ica hampir meledakkan tawanya.


"Apanya yang cicak cicak di dinding ?" tanya Sabeum (pelatih). Milo dan yang lain baru saja datang.


"Ah engga sabeum, maaf !" Kara membungkuk.


"Silahkan yang baru saja datang, ikut pemanasan !"


"Belum apa apa gue udah disuruh lari gini Ra ! keluh Ica.


"Kalo mau enak loe ikutan ekskul boci Ca !" jawab Kara.


"Boci ?! bobo ciang ?!" tanya Ayu, Ketiga gadis ini tertawa.


Mereka berbaris, melakukan gerakan gerakan dasar taekwondo dahulu, Milo sebagai senior memperagakan dan mengawasi para juniornya termasuk Kara. Ini yang ia suka, sebutlah pilih kasih, Milo memilih terus ke posisi dimana Kara berada.


"Bukan kaya gitu by, ini lutut kamu lebih lebar, lebih pake tenaga," ucap Milo membenarkan kesalahan Kara.


"Kara terus yang dibenerin, ka Milo !" ledek Ica.


"Ri, benerin Ica sama Ayu !" pinta Milo.


"Senior jangan galak ya !" ucap Kara.


"Justru harus galak biar bener, " jawab Milo membenarkan gerakan tangan Kara seperti sedang memeluk Kara.


"Ekhemmm modus !!" ledek Erwan.


" Ga usah kaya gini juga, jadi hilang fokus akunya !" ucap Kara membuat Milo tertawa.


"Aku mau sama Ka Raka aja biar fokus, kamu mah kebanyakan modusnya !" keluh Kara lagi.


"Ngga ! ngga boleh ! nanti tetep aja di pegang pegang tangannya ! aku ga ikhlas !" jawab Milo.

__ADS_1


"Kalo sama kamu aku ga bisa konsen, " gerutunya.


"Bisa, yoo. Aku galakin biar kamunya fokus ! " jawab Milo.


"Iya balik deh jadi Milo yang nyebelin kaya dulu pertama ketemu aku, " jawab Kara.


"Oke !"


"Junior / Hubae !!! up chagi !!" pinta Milo dengan suara sangarnya, membuat Kara dan Ica juga Ayu tergelonjak kaget.


"Njirrr ! ka Milo ko berubah lagi serem ?!" tanya Ica.


"Bentar yank, up chagi apa ?!" tanya Kara, Arial, Erwan, Raka dan Kean tertawa.


"Kamu ga tau up chagi apa?!" tanya Milo alisnya menukik tajam.


"Sini kamu !" pinta Milo diatas matras panjang.


"Para junior yang baru masuk lihat ya !" ucap Raka.


"Ini makki ! " Milo mempraktekannya dengan menangkis udara.


"Woww keren, sampe ada suaranya gitu !" decak kagum Ica.


"Ini chigi !!" Milo menyabet dan mengayunkan lengan tangan.


"Ini chagi, menendang, " Milo menendang, lalu sejurus kemudian ia menendang dengan kaki depan, "up chagi !"


"Palkup Dollyo chigi," sabetan dengan memutar siku tangan, tak di duga Milo menyabet dan memelintir Kara, mengangkat tubuh Kara dan membantingnya, hingga Kara terkejut dan terbanting hingga terkapar di atas matras.


"Woahhh daebaek !! Ra, loe ga apa apa kan ?!" tanya Ica dan Ayu.


Kara masih terkejut, "awww, sakit be*go !!!" keluh Kara. Milo tertawa, membangunkan dan mengangkat tubuh Kara.


"Yang bener aja ! baru pertama masuk udah dilempar, 3 kali pertemuan gue udah nyungseb di rumah tetangga !" omel Kara memukul Milo dengan kepalan kecilnya.


"Itu contoh Caramel," kekehnya.


"Aduh sakit punggung gue, " Milo mengusap usap punggung Kara, tapi ditepis gadis itu.


"Awas aja, aku bilangin papah !"


"Katanya disuruh galak, gimana sih !"


"Nah lohhh, besok jomblo deh statusnya !" goda Arial dan Keanu.


.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2